Masukan Agar Facebook Tidak Terpuruk

Anjloknya saham Facebook pada penutupan perdagangan saham Senin waktu setempat mengecewakan para investor dan analis yang telah berharap banyak pada raksasa jejaring sosial ini.

Walaupun memiliki lebih dari 900 juta pengguna terdaftar, investor menyadari bahwa jumlah pengguna tidak selalu menghasilkan keuntungan. Bahkan meski keuntungan Facebook tumbuh hingga 88% pada 2011.

Sang bos Facebook Mark Zuckerberg sendiri sebenarnya sudah mewanti-wanti akan hal ini. Dalam dokumen pendaftaran penawaran saham perdananya ke Securities and Exchange Commission Amerika Serikat, Zuckerberg menyatakan pertumbuhan pesat tahunan seperti ini tidak berkelanjutan.

Terbukti benar. Penghasilan Facebook pada kuartal pertama jatuh 12 persen sementara biaya operasional terus meningkat.

Berdasarkan harga saham Facebook, saat ini raksasa jejaring sosial tersebut bernilai sekitar USD 95,63 miliar. Sebelum jatuh pada perdagangan saham Senin, Jumat pekan lalu nilainya USD 104 miliar.

Saham Zuckerberg sendiri merugi sekitar USD 2,2 miliar. Meski demikian, sahamnya yang tersisa masih bernilai lebih dari USD 17 miliar dan Zuckerberg masih pemegang saham mayoritas.

Jika Zuckerberg ingin mengembalikan kondisi saham perusahaannya, dia harus memperbaiki sejumlah isu di dalam Facebook. Berikut adalah sejumlah cara menurut para analis agar Zuckerberg bisa mengarahkan Facebook ke arah yang menguntungkan.

1.Memonetisasi aplikasi mobile
Aplikasi Facebook mengorbankan iklan demi kepentingan estetika tampilan. Zuckerberg disarankan untuk mempertimbangkan lagi atau setidaknya mencari ide baru untuk memonetisasi alias menguangkan situs mobilenya.

Miliuner muda ini memang pernah mengatakan dirinya tidak ingin membebankan biaya kepada para pengguna layanannya, namun jika bisa membuat aplikasi bermanfaat yang memanfaatkan basis pengguna melalui platform tersebut -- seperti Google -- Zuckerberg akan menciptakan lebih banyak kesempatan bermitra dengan berbagai perusahaan, yang dampaknya akan menghasilkan lebih banyak keuntungan bagi Facebook.

Ibaratnya, jika mau dibandingkan dengan Google, raksasa internet ini punya banyak 'bantuan' yang menguntungkannya. Sementara Facebook masih belajar bagaimana mengangkat dirinya melalui bantuan orang lain. Paling tidak, Zuckerberg harus merancang cara cerdas membenamkan iklan ke dalam layanannya, namun tanpa banner yang berlebihan tentunya.

Zuckerberg sangat memahami bahwa dunia saat ini semakin bersifat mobile. Bahkan dia pernah mengakui, andaikan ada kesempatan untuk membangun kembali Facebook dari awal, dia akan membangunnya secara eksklusif sebagai aplikasi mobile.

Ya, ke depannya para pengguna internet dan jejaring sosial akan semakin mobile. Dan Facebook perlu menemukan cara mengemas iklan namun tanpa mengganggu keseluruhan pengalaman dari aplikasi itu sendiri.

2.Merangkul pengguna lama
Sejumlah perubahan yang dilakukan Facebook tidak selalu disukai para pengguna. Salah satunya perubahan pada Timeline Profiles. Zuckerberg harus mendengarkan para penggemarnya dan membuat perubahan seperti ini opsional.

"Dia harus mempertimbangkan semua fitur di websitenya opsional. Agar memungkinkan pengguna mendapati Facebook sesuai yang mereka inginkan. Membuat Facebook seperti ini, akan sangat menguntungkan untuk mendukung Facebook dan juga pergerakan sahamnya," tulis analis seperti dilansir International Business Times.

Salah satu aspek buruk Facebook -- yang menjadi alasan pengguna meninggalkannya atau pertumbuhannya melambat -- adalah perusahaan ini memaksakan kehendaknya terhadap 900 juta lebih penggunanya.

Ya, contohnya adalah Facebook Timeline yang dinilai sebagai ambisi Zuckerberg, namun banyak penggemar Facebook yang benci perubahan ini dan akhirnya meninggalkan Facebook serta memilih menggunakan jejaring sosial lain.

3.Menggairahkan game
Zynga, salah satu perusahaan pembesut game social ternama dan membesut game untuk Facebook saat ini menyumbang 12 persen dari pendapatan keseluruhan Facebook. Namun para analis menilai Zynga bisa 'dimanfaatkan' lebih dari itu.

Pembesut FarmVille ini terus menciptakan game baru, namun reputasi Zynga terganjal persepsi yang berhubungan dengan kelompok pengguna usia tertentu. Zynga lebih suka menyasar segmen pemain kalangan usia muda. Sementara itu, Facebook adalah platform yang dihuni pengguna tak hanya di kalangan remaja dan terus berkembang.

Jika Facebook benar-benar ingin sukses di pasar, maka perlu mempertimbangkan lagi untuk membantu Zynga memperluas portfolio gamingnya ke jenis game yang lebih dewasa, atau bisa juga menjalin kerjasama dengan developer game lain.

Pasalnya, game tak hanya membuat pengguna betah berlama-lama di Facebook. Jika strateginya tepat, game bisa membuat pengguna terhibur, senang dan akan ketagihan untuk mengunjungi Facebook lagi.

Sumber