Mitos Tentang Penyakit Stroke Yang Sering Salah

Asalasah ~ Selain serangan jantung, stroke juga termasuk penyakit kardiovaskular yang perlu diwaspadai. Agar lebih memahami kondisi tersebut, bongkar mitos seputar stroke seperti yang dilansir dari Health berikut ini.

1. Hanya orang tua yang terserang stroke
Salah. Meskipun kebanyakan stroke memang menyerang orang-orang di atas usia 65 tahun, namun satu pertiga pasien stroke ternyata adalah mereka yang berusia di bawah 65 tahun. Jumlah penderita stroke muda pun kabarnya semakin meningkat seiring dengan epidemi obesitas.


2. Hanya ada satu jenis stroke
Sebenarnya, ada dua. Sekitar 85 persen stroke muncul akibat penyumbatan pembuluh darah yang mengalir ke otak. SIsanya adalah pendarahan otak yang terjadi ketika pembuluh darah rusak. Faktor risikonya sama, tetapi penanganannya sangat berbeda.


3. Stroke tidak bisa dicegah
Siapa bilang? Sekitar 80 persen stroke bisa dicegah. Caranya mengontrol berat badan, tekanan darah, dan kadar kolesterol. Ketiganya bisa didapat dengan cara rajin berolahraga, makan sehat, dan mengurangi konsumsi alkohol.


4. Gejala stroke selalu kejang
Tidak benar. Terkadang gejala stroke cukup ringan berupa pusing saja. Sama seperti penyakit jantung, pria dan wanita pun bisa memiliki gejala stroke yang sama. Namun beberapa wanita terkadang juga cegukan saat terkena stroke.


5. Gejala stroke bisa hilang dengan sendirinya
Tentu saja tidak. Ketika menyadari bahwa seseorang menderita gejala stroke, cara terbaik untuk menanganinya adalah menghentikan gejala tersebut. Misalnya segera berkonsultasi ke dokter sebelum semuanya terlambat.


6. Lama sembuh dari stroke bisa bikin cacat
Tidak selalu. Pernah ada pasien stroke yang sama sekali tidak membaik kondisinya selama enam bulan. Namun hal itu sebenarnya dikarenakan otak masih sedang dalam proses menyusun ulang sistemnya. Jadi tetap ada kesempatan bagi para pasien stroke untuk bisa sembuh total meskipun waktunya lama.


7. Dokter tak bisa membantu jika terlambat tiga jam
Majunya dunia kesehatan membuat adanya obat-obatan bisa menangani pasien stroke dengan lebih efektif. Jadi tidak benar jika ada yang bilang bahwa dokter tak bisa membantu saat pasien stroke sudah terlambat tiga jam untuk berobat. Namun tetap saja, penanganan lebih cepat memang lebih baik.

Baca Juga: