Disfungsi Indra Penciuman Berhubungan Dengan Tanda Kematian

http://asalasah.blogspot.com/2014/11/disfungsi-indra-penciuman-berhubungan.html
Asalasah ~Indra penciuman bisa menjadi indikator penting dalam memprediksi lamanya hidup manusia. Riset terbaru para peneliti Universitas Chicago menunjukkan adanya hubungan antara penurunan kemampuan indra penciuman manusia dengan resiko kematian. Dalam studi yang melibatkan sekitar 3.000 orang tua berusia 57-85 tahun, peneliti menemukan ketidakmampuan untuk mengidentifikasi aroma tertentu seperti peppermint dan ikan berhubungan dengan resiko kematian.

Laporan studi yang dimuat jurnal PLOS ONE, 1 Oktober 2014, menyebutkan disfungsi indra pembau menjadi indikator lebih kuat untuk memprediksi kemungkinan seseorang meninggal dibandingkan faktor lain seperti usia, nutrisi, kebiasaan merokok, kemiskinan dan kondisi kesehatan seperti masalah jantung, kanker, dan penyakit paru.

Jayant Pinto, peneliti utama dalam studi itu, mengatakan turunnya indra penciuman tersebut ibarat burung kenari yang ditempatkan di tambang batu bara sebagai penanda antisipasi munculnya gas beracun. "Kondisi itu memang tidak langsung menyebabkan kematian, tapi lebih pada peringatan dini bahwa sesuatu tengah memburuk, kerusakan sudah terjadi," kata profesor bedah di Universitas Chicago itu.

Dalam studi yang dimulai pada 2005, para partisipan diminta untuk mengidentifikasi lima aroma seperti peppermint, ikan, jeruk, mawar dan kulit. Sekitar 78 persen partisipan diketahui punya penciuman normal karena masih mampu mengidentifikasi setidaknya empat aroma. Hampir 20 persen peserta tes hanya mampu mengenali maksimal tiga aroma. Sementara sisanya gagal mengenali atau cuma mengidentifikasi satu aroma saja. 

Lima tahun setelah tes awal peneliti memeriksa kembali daftar partisipan. Ada 430 peserta tes yang meninggal dunia. Sebanyak 39 persen orang yang meninggal itu berasal dari kelompok yang sebelumnya gagal mengenali atau hanya tahu satu aroma saja. Sementara ada 19 persen berasal dari kelompok yang bisa mengenali maksimal tiga aroma. Hanya 10 persen berasal dari grup yang indra penciumannya normal. 

Martha McClintock, profesor psikologi di Universitas Chicago mengatakan orang memang tidak otomatis mati ketika indra penciumannya rusak. Namun turunnya kemampuan untuk membaui menjadi sinyal bahwa tubuh tidak mampu lagi untuk membangun ulang komponen kunci karena penuaan. "Disfungsi indra penciuman menjadi tanda pelambatan regenerasi sel atau kemungkinan adalah dampak dari paparan lingkungan beracun selama bertahun-tahun," katanya. 

Indra penciuman adalah sistem yang membantu proses biologis manusia. Indra penciuman menolong manusia menjaga asupan nutrisi yang layak, menjaga selera dan memilih jenis makanan. Kemampuan membaui juga berhubungan dengan deteksi dini terhadap lingkungan yang tercemar, emosi, dan memori.

Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2014/10/02/061611520/Disfungsi-Indra-Penciuman-Jadi-Penanda-Kematian

Tidak Ada tempat untuk KOMENTAR SPAM!!! Akan saya cek setiap hari
EmoticonEmoticon