Fakta Unik Konflik Ambalat Tahun 2005

http://asalasah.blogspot.com/2014/11/fakta-unik-konflik-ambalat-tahun-2005.htmlAsalasah ~Konflik ambalat sebenernya kita harus berpaling ke tahun 1967, merujuk pada perjanjian perbatasan Indonesia dan Malaysia pasca normalisasi hubungan di awal Orde Baru perjanjiannya adalah mengeni perjanjian tapal batas Indonesia - Malaysia yg kemudian disepakati di Maret 1969. namun satu dekade (1979) kemudian Malaysia secara sepihak memasukkan wilayah ambalat ke dalam wilayahnya dengan cara memajukan koordinat di peta baru yang dibuat mereka. Indonesia kemudian melakukan sejumlah perundingan diplomatik tanpa dihiraukan Malysia dan memuncak eskalasinya di tahun 2005

aksi sepihak ATM (data resmi wiki)
http://asalasah.blogspot.com/2014/11/fakta-unik-konflik-ambalat-tahun-2005.html
  • Tgl 21 Februari 2005 di Takat Unarang (nama resmi Karang Unarang) Sebanyak 17 pekerja Indonesia ditangkap oleh awak kapal perang Malaysia KD Sri Malaka,
  • Angkatan laut Malaysia mengejar nelayan Indonesia keluar Ambalat.
  • Malaysia dan Indonesia memberikan hak menambang ke Shell, Unocal dan ENI. 
  • Berkaitan dengan itu pula surat kabar Kompas mengeluarkan berita bahwa Menteri Pertahanan Malaysia telah memohon maaf berkaitan perkara tersebut . Berita tersebut segera disanggah oleh Menteri Pertahanan Malaysia yang menyatakan bahwa kawasan tersebut adalah dalam kawasan yang dituntut oleh Malaysia, dengan itu Malaysia tidak mempunyai sebab untuk memohon maaf karena berada dalam perairan sendiri. Sejajar dengan itu, Malaysia menimbang untuk mengambil tindakan undang-undang terhadap surat kabar KOMPAS yang dianggap menyiarkan informasi yang tidak benar dengan sengaja.
    • Pemimpin Redaksi Kompas, Suryopratomo kemudian membuat permohonan maaf dalam sebuah berita yang dilaporkan di halaman depan harian tersebut pada 4 Mei 2005, di bawah judul Kompas dan Deputi Perdana Menteri Malaysia Sepakat Berdamai.
  • Pada koordinat: 4°6′3,59″LU 118°37′43,52″BT terjadi ketegangan yang melibatkan kapal perang pihak Malaysia KD Sri Johor, KD Buang dan Kota Baharu berikut dua kapal patroli sedangkan kapal perang dari pihak Indonesia melibatkan KRI Wiratno, KRI Tongkol, KRI Tedong Naga KRI K.S. Tubun, KRI Nuku dan KRI Singa [6] yang kemudian terjadi Insiden Penyerempetan Kapal RI dan Malaysia 2005, yaitu peristiwa pada tgl. 8 April 2005 Kapal Republik Indonesia Tedong Naga (Indonesia) yang menyerempet Kapal Diraja Rencong (Malaysia) sebanyak tiga kali, akan tetapi tidak pernah terjadi tembak-menembak karena adanya Surat Keputusan Panglima TNI Nomor: Skep/158/IV/2005 tanggal 21 April 2005 bahwa pada masa damai, unsur TNI AL di wilayah perbatasan RI-Malaysia harus bersikap kedepankan perdamaian dan TNI AL hanya diperbolehkan melepaskan tembakan bilamana setelah diawali adanya tembakan dari pihak Malaysia terlebih dahulu.
  • Shamsudin Bardan, Ketua Eksekutif Persekutuan Majikan-majikan Malaysia (MEF) menganjurkan agar warga Malaysia mengurangi pemakaian tenaga kerja berasal dari Indonesia
  • Pihak Indonesia mengklaim adanya 35 kali pelanggaran perbatasan oleh Malaysia.
  • Tgl 24 Februari 2007 pukul 10.00 WITA, yakni kapal perang Malaysia KD Budiman dengan kecepatan 10 knot memasuki wilayah Republik Indonesia sejauh satu mil laut, pada sore harinya, pukul 15.00 WITA, kapal perang KD Sri Perlis melintas dengan kecepatan 10 knot memasuki wilayah Republik Indonesia sejauh dua mil laut yang setelah itu dibayang-bayangi KRI Welang, kedua kapal berhasil diusir keluar wilayah Republik Indonesia.
  • Tgl 25 Februari 2007 pukul 09.00 WITA KD Sri Perli memasuki wilayah RI sejauh 3.000 yard yang akhirnya diusir keluar oleh KRI Untung Suropati, kembali sekitar pukul 11.00, satu pesawat udara patroli maritim Malaysia jenis Beech Craft B 200 T Superking melintas memasuki wilayah RI sejauh 3.000 yard, kemudian empat kapal perang yakni KRI Ki Hadjar Dewantara, KRI Keris, KRI Untung Suropati dan KRI Welang disiagakan. 
Satu hal yang menarik dar konflik ini dimana kita sempat mengerahkan kapal VS kita yg kemudian dikecam beberapa pengamat karena Malaysia hanya mengerahkan kapal sekelas KCR , krn apa jadinya kalo itu VS dirudal ama KCR bisa terjadi kasus Eilath abad 21 (Eilath adalah destro Israel yg dihancurkan oleh Styx yg diluncurkan dr Komar class AL Suriah di tahun 1967)

Kisah anggota Kopaska yg nekat ngejar KCR Malaysia kemuadian dilempar batu

Eskalasi terparah ya kisah penagkapan GGK dan Paskal Malaysia sekalipun kedua belah pihak TIDAK mengakuinya sampe kemaren muncul kisah celeng.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Fakta Unik Konflik Ambalat Tahun 2005 "

Posting Komentar

Tidak Ada tempat untuk KOMENTAR SPAM!!! Akan saya cek setiap hari

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel