Indonesia Kekurangan 135 ribu Sarjana Teknik Tiap Tahun

http://asalasah.blogspot.com/2014/11/indonesia-kekurangan-135-ribu-sarjana.html
Asalasah ~ Ratusan ribu kebutuhan sarjana teknik di Indonesia masih belum terpenuhi. Hal tersebut berdasarkan data Kementrian Pekerjaan Umum, dimana setiap tahunnya Indonesia membutuhkan hingga 175 ribu sarjana teknik. Namun hal tersebut tidak diimbangi dengan lulusannya. Indonesia baru menghasilkan sekitar 40 ribu sarjana teknik tiap tahunnya. Artinya sekitar 135 ribu kebutuhan sarja teknik di Indonesia masih belum terpenuhi.

Kebutuhan sarjana teknik di Indonesia ini harus segera terpenuhi. Hal ini bertujuan agar Indonesia tidak perlu menggunakan tenaga kerja asing untuk memenuhi kebutuhan yang masih sangat banyak tersebut.

Pembangunan Indonesia yang semakin tertinggal ini salah satu penyebabnya juga disebabkan oleh kurangnya tenaga teknik di Indonesia. Jika dilihat dari angka tersebut, tentu saja Indonesia masih sangat jauh dari kata ideal. Apalagi sarjana teknik berkualitas asal Indonesia yang banyak kerja di luar negeri juga turut memperparah terhambatnya pembangunan Indonesia.

Misalnya saja dengan mengambil contoh dari negara lain, Cina dan India setiap tahunnya mampu menghasilkan hingga 764 ribu dan 489 ribu sarjana teknik.

Menjelang era pasar tunggal Asean pada 2015 mendatang, jika Indonesia tidak segera mengatasi hal ini, tentu saja akan menyebabkan Indonesia sulit bersaing di pasar global.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: http://ww-tikus.blogspot.com/2014/08/tiap-tahun-indonesia-kekurangan-135.html

1 comments

Sarjana teknik di indonesia selalu kurang dari jumlah yang dibutuhkan karena sangat sedikit IQ bocah negeri yang mencapai 140-170 poin. TIDAK ADA BANTAHAN. Saya anggap ini adalah kesalahan fatal atas minimnya pengetahuan orang tua di era 80,90an dalam pengembangan embio, sehingga produk gagal banyak tercipta di Indonesia, saya mengatakan produk gagal untuk bocah yang telah mengambil jurusan IPS/bahasa untuk masa SMA serta jurusan non saint dan teknik untuk masa kuliah, MEREKA SEMUA ADALAH PRODUK GAGAL sampah, otak sampah. Dalam artian tidak akan mau bahkan mampu untuk mempelajari ilmu eksakta secara menyeluruh dan kuat. Opini saya adalah;"ini adalah keputusan dan takdir ilahi yang tidak bisa dirubah pada masanya," "tidak harus selalulah pembangunan harus melulu diporoskan pada IPTEK," Siapa tahu mereka-mereka yang bocah-bocah produk sampah justru lebih bisa brilian diluar bidang eksakta, sebagai contoh mereka-mereka ini yang bocah-bocah sampah bisa memulai pembangunan dengan poros pada Kewirausahaan.", "Sangat sulit bagi manusia untuk mengubah kemampuan otak atau bakat anak dari yang berbakat A menjadi berbakat B atau bahkan dari yang memiliki IQ 67 atau bocah autis menjadi bocah yang memiliki IQ 180 atau 207 kecuali jika ada keterlibatan ajaib Tuhan." Dan ini semua adalah kehendak dan keputusan Tuhan. Saya tidak pernah meremehkan jika suatu saat para bocah autis dapat berbuat lebih baik daripada lulusan IPA atau Sarjana saint dan teknik dalam rangka menuju kemakmuran bersama. "Sebenarnya hal paling bijak yang saya harus beri tahu kepada orang Indonesia dan semua jajaran pemerintah Indonesia di sini adalah "Tidak perlulah untuk selalu menjadi nomer satu untuk mengalahkan para pesaingmu atau duduk sama rata dengan para pesaingmu, tapi cukuplah berbuat lebih baik bagi dirimu semampumu dan bagi orang lain semampumu, maka Tuhan akan memberimu pahala dari hal kecil itu yang bisa membuatmu masuk Surga." ~SESUNGGUHNYA TUHAN AKAN SELALU MENGATUR PERPUTARAN REZEKI SUATU BANGSA DARI MASA KE MASA DAN TUHAN TIDAK AKAN PERNAH MENYALAHI JANJINYA, DAN TUHAN BERBUAT DAN MEMUTUSKAN APA YANG MEMANG PANTAS UNTUK SUATU BANGSA PADA MASANYA~

Tidak Ada tempat untuk KOMENTAR SPAM!!! Akan saya cek setiap hari
EmoticonEmoticon