Konsumsi Gorengan Dapat Memicu Kanker, Yuk Dikurangi

http://asalasah.blogspot.com/2014/11/konsumsi-gorengan-dapat-memicu-kanker.html
Asalasah ~ Kalau melihat pedagang makanan gorengan, rasanya susah menahan diri untuk tak membelinya. Harganya yang tak menjebol kantong serta krenyesnya yang menggoda apalagi ketika cuaca mendukung, wah memang nikmat baget tuh gorengan.

Duh, bayangin saja, tempenya yang kemripik itu dan tahu juga bakwannya yang gurih. Apalagi kalau ada cabe rawitnya. Gak nahan.

Tapi ngomong-ngomong, saya baru tahu ternyata di balik gurihnya tahu, tempe, bakwan ada bahaya yang mengintai.

Kemarin, saya baru baca artikel di salah satu media. Narasumbernya Dr Marzuki. Beliau seorang ahli gizi dari Poltekkes Jakarta.

Kata Dokter Marzuki masyarakat jabodetabek harus berhati-hati dengan makan gorengan. Soalnya, kata dia, gorengan itu kan dimasak dengan digoreng. Untuk menggoreng butuh suhu tinggi, yang bisa menghasilkan peroksida.

Peroksida? awalnya saya bingung dengan istilah itu.

Ternyata, senyawa peroksida ini, kata dokter, bila dibiarkan terpapar suhu tinggi dalam waktu yang lama dapat berubah menjadi karsinogen. Karsinogen inilah yang bila dikonsumsi sangat berbahaya bagi kesehatan. Risiko terkena kanker meningkat bagi siapapun yang mengonsumsinya.

Kanker? Masya Allah. Gorengan yang kita beli dengan harga murah itu, ternyata dampak bagi kesehatan sangat mengerikan.

Makanya, sejak saya dapat info soal itu, saya jadi pikir-pikir untuk beli gorengan lagi. Pastinya ini perjuangan berat untuk menahan diri. Semoga tulisan ini menginspirasi teman-teman lain yang juga hobi makan gorengan.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: http://www.suara.com/yoursay/2014/11/06/070350/duh-makanan-gorengan-ternyata-picu-kanker