Wanita Angkatan Udara Tangguh Indonesia

http://asalasah.blogspot.com/2014/11/wanita-angkatan-udara-tangguh-indonesia.html
Asalasah ~ Wanita Angkatan Udara Indonesia (sering disingkat Wara) adalah sebutan untuk prajurit TNI-AU wanita. Wara dibentuk agar kaum wanita dapat menjadi anggota TNI-AU seperti kaum pria. Wara dibentuk pada tanggal 12 Agustus 1962. Kini, banayak sekali anggota Wara yang berpangkat Marsekal Pertama TNI.


Wanita Angkatan Udara Tangguh Indonesia - Perjalanan hidupku masuk menjadi anggota Wanita Angkatan Udara, sungguh tidak pernah terbayangkan dan juga  tidak pernah mengenal Wara (Wanita Angkatan Udara), bahkan belum pernah melihat seragam Wara.

“Semuanya bermula saat mengikuti kejuaraan Kapolri Cup di Jakarta tahun 2009. Ketika itu aku berhasil meraih juara 1 ganda senior,” kata  Serda Mia Sacca yang akrab dipanggil Acca pada LICOM di Lanud Halim Perdakusuma, Jakarta Timur, Kamis(12/12/13)

Baca juga: Sejak Jokowi presiden, TNI AU tiga kali turunkan paksa pesawat asing dan TNI AU paksa turun pesawat Pangeran Kerajaan Arab Saudi

Selesai bertanding, aku dihampiri oleh seorang perwira menengah TNI Angkatan Udara, dan menawarkan untuk masuk menjadi Wara. Dalam waktu yang tidak terlalu jauh, tawaran yang sama juga datang dari Angkatan Darat.

“Tentu saja, tawaran ini sangat membanggakan bagi diriku dan keluarga. Kami berdiskusi dengan keluarga untuk menentukan pilihan, karena itu belum mengenal Wara, aku mulai mencari informasi di dunia maya. Aku mempelajari dan menjadi sangat tertarik untuk bergabung setelah melihat betapa gagah dan cantiknya menjadi Wara dengan seragam birunya. Setelah mantap dengan keputusan ini, aku mengikuti tes panitia pusat di Solo dan diterima menjadi siswa Semaba Wara Angkatan ke-33 tahun 2009 dan dilantik sebagai Sersan Dua (Serda) pada 28 Desember 2009,” ujar wanita kelahiran Kulon Progo  28 Mei 1989 ini.

Menjadi Wara, kata Mecca, masih terus menjalani latihan dan pertandingan tenis. Prestasiku di lingkungan TNI  khususnya Angkatan Udara adalah menjadi juara 1 tim putri pada Piala Panglima TNI dari tahun 2010,2011 dan 2012 dan mendapatkan medali emas. Pengalaman yang tidak terlupakan adalah saat aku mengikuti pertandingan Piala Panglima TNI tahun 2012.

“Pada bulan Maret aku melangsungkan pernikahan dengan Azis Suherman, teman seangkatanku di Semaba. Tidak lama kemudian di bulan September, aku mengikuti training center (TC) untuk menjalani latihan persiapan Piala Panglima TNI. Kala itu aku tidak tahu kalau sedang mengandung. Aku menjalani latihan seperti biasa,” terangnya.

Acca mengungkapkan bulan Oktober saat pertandingan berlangsung, aku berhasil menjadi juara dan menyabet emas. Namun, semua harus kubayar mahal. Selesai pertandingan dan pulang ke rumah, aku mulai mengalami pendarahan. Semakin lama semakin parah dan harus opname. Di situlah mengetahui kalau sedang hamil sekaligus kehilangan bayiku karena keguguran.

“Pengalaman ini tentu saja menelan pil pahit. Namun, aku menyadari, pekerjaan dan dunia yang kupilih memang penuh resiko dan tantangan. Satu saja yang kutahu, aku ingin terus bermain tenis dan meningkatkan berprestasi, karena tenis adalah hidupku. Aku juga berharap, prestasi yang kutorehkan dapat diterima dan mengharumkan nama TNI AU dan Wanita Angkatan Udara yang kubanggakan,” ucap Acca sambil menetes air matanya. @winarko

Baca Juga :