Rp 29,7 Miliar, Gaji Ongkos Ngehack

Asalasah ~ Gaji Ongkos Ngehack . Sebuah dokumen yang diklaim berisi nilai transaksi jasa peretas bocor. Di situ tertulis bahwa kelompok peretas sudah berhasil meraup untung besar.

Dokumen tersebut berisi daftar nama pengguna dan password pihak yang menggunakan jasa Lizard Squad untuk menyerang sebuah situs web. Data itu didapat oleh wartawan investigasi, Brian Krebs. Dikutip dari Arstechnica, Selasa (20/1).

Selain itu dari dokumen tersebut juga terungkap bahwa kelompok peretas ini mendapat total keuntungan hingga 11 ribu Bitcoin atau setara Rp 29,7 miliar dari 14.241 pengguna yang menyewa jasanya.

Lizard Squad kerap menyerang situs web yang menjadi target dengan menggunakan teknik Distributed Denial of Service (DDoS). Dengan cara ini server yang menjadi target akan dibanjiri oleh lalu lintas data yang besar sehingga melumpuhkan server tersebut.

Pada awal Januari ini, Lizard Squad menawarkan layanan meretas berbayar kepada publik. Dikutip dari Extremetech, kelompok ini memberi tarif tertentu sesuai dengan jangka waktu dan serangan yang dilakukan. Ada 8 paket yang ditawarkan kelompok ini mulai dari serangan selama 100 detik hingga 30 ribu detik dengan kapasitas data mencapai 2 Tbps hingga 30 Tbps per detik.

Jasa meretas itu sendiri merupakan aksi ilegal. Namun sayangnya belum ada lembaga hukum yang menangani kasus tersebut. Lizard Squad pertama kali dikenal saat melakukan aksi peretasan pada beberapa server video game pertengahan 2014 lalu.

Mereka menyerang server PlayStation Network dan Xbox Live hingga tumbang selama beberapa hari. Bahkan dalam halaman resminya Sony mengakui kewalahan dalam menangani serangan ini.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20150120111033-185-25877/hacker-dapat-rp-297-miliar-dari-ongkos-meretas/