Ini Dia Bahaya Toksin Dalam Tubuh

Asalasah ~ Kebanyakan orang di negara ini sejak dahulu, memberikan perhatian dan penekanan atas kecantikan dan kesehatan luar tubuh dibandingkan dalam tubuh.

Sebenarnya tanpa kita sadari, untuk terlihat cantik dan sehat, ia harus dimulai dari dalam yang selanjutnya akan membentuk kecantikan eksternal.

Ahli konsultan produk kecantikan dan kesehatan RF3 World, Dr. Zannat Begam Sawal Hamid, 33, mengatakan, tidak peduli pria maupun wanita, masing-masing sanggup mengeluarkan uang yang banyak untuk membeli set perawatan kulit, namun tidak banyak yang berpikir untuk membuang racun dalam tubuh.
http://2.bp.blogspot.com/-mCdw2YrNggQ/U_SdsEoG8-I/AAAAAAAAAS4/dULYYb8bLvQ/s1600/kosmetik.png

Jelasnya, racun merupakan bakteri yang menumpuk di dalam organ tubuh manusia seperti otak, jantung, hati, hipofisis, pankreas dan organ reproduksi.

"Efek akumulasi toksin ini tidak dapat dilihat dalam jangka pendek karena ia membutuhkan waktu untuk berkembang biak dan berubah menjadi penyakit. Justru, kebanyakan masyarakat jarang memandang serius hal ini.

"Padahal pencegahan dari tingkat awal perlu dilakukan sebelum toksin berubah menjadi bakteri jahat lalu menyerang bakteri-bakteri baik sehingga membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lemah," katanya yang pernah bertugas di Bagian Kedokteran Tradisional dan Komplimentari, Kementerian Kesehatan selama tiga tahun.

Tambahnya, toksin biasanya menumpuk di dalam tubuh seseorang disebabkan beberapa faktor seperti sisa makanan tidak dicerna sepenuhnya, rokok, terkena polusi udara dan mengadopsi cara makan tidak sehat.

"Cara makan yang tidak sehat di sini mengacu pada mereka yang gemar makanan cepat, sering makan makanan yang dipanaskan melalui oven dan jarang menjamah buah serta ulam-ulaman.

Kosmetik

"Selain itu, bagi mereka yang kurang melakukan latihan dan sering menggunakan alat kosmetik yang mengandung bahan timbal dan logam turut berkontribusi terhadap akumulasi toksin ini," ujarnya yang merupakan pemegang gelar Kedokteran dan Bedah dari Universitas Malaya, Kuala Lumpur.

Katanya, penggunaan alat kosmetik sering diambil remeh oleh wanita.

SELULIT di bagian paha contoh gejala badan memiliki racun.

Mereka jarang meneliti kandungan di dalam alat rias yang digunakan.

"Sebenarnya, alat rias atau set perawatan tubuh yang mempengaruhi perubahan terlalu cepat adalah tidak elok digunakan karena memiliki kandungan bahan yang sangat kuat sehingga mampu melunturkan warna kulit dengan cepat.

"Oleh karena itu, saya menyarankan agar masyarakat menggunakan produk-produk alami atau mengidentifikasi dengan membawa alat perawatan yang digunakan kepada pihak kementerian untuk mengetahui sejauh mana efek penggunaan bahan tersebut ke tubuh," jelasnya yang pernah bertugas sebagai petugas medis di Hospital Selayang, Selangor .

Sementara itu, ketika ditanya apakah penyakit yang dapat dialami oleh seseorang yang memiliki racun dalam tubuh, Zannat memberitahu, kanker dan masalah hormon seperti migrain, sakit sendi, diabetes, infertilitas, obesitas dan tiroid adalah penyakit yang populer dialami oleh masyarakat.

Menurutnya, antara gejala awal seseorang itu memiliki racun berlebihan dalam tubuh bila mereka merasa mengantuk berkepanjangan, sistem kekebalan rendah, kulit berjerawat dan bagian keliling mata gelap.

Selain itu, badan terasa banyak angin, alergi, berat badan meningkat, kehadiran selulit, hormon tidak stabil dan kulit tidak merata antara simpton yang turut diidentifikasi disebabkan toksin berlebihan.
http://1.bp.blogspot.com/_MBiam1nXZ34/TJxfdYHQTUI/AAAAAAAAADs/jIKZuuM_h2c/s1600/usus+toksin.gif

Brokoli

Untuk mengatasi masalah ini, Zannat mengatakan, mereka yang dapat mendeteksi masalah tersebut dari awal harus memperbanyak makan makanan beralkali seperti mentimun, jagung, brokoli dan jus delima.

"Hal paling mudah tidak hanya harus dilakukan oleh mereka yang memiliki racun tetapi oleh semua golongan masyarakat adalah minum air mineral dengan banyak karena dapat menetralkan tubuh yang asam.

"Jika kondisi masih tidak reda dan penyakit terus berulang, Anda disarankan agar pergi mendapatkan perawatan dokter dengan segera," ujarnya lagi.

Jelasnya, jika ia tidak diobati, dikhawatirkan penyakit akan menjadi bertambah buruk sehingga dapat menciptakan profil asam deoksiribonukleat baru yang akan mempengaruhi anak yang bakal lahir.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: http://kosmo.com.my/kosmo/content.asp?y=2015&dt=0322&pub=Kosmo&sec=Kesihatan&pg=ke_01.htm