Uniknya Terapi Spa jerami di Italia

Asalasah ~  Berkunjung ke pusatrawatan spa untuk memanjakan diri pasti menyenangkan karena selain dapat mengistirahatkan tubuh, kecantikan juga akan terjaga.

Biasanya, di kebanyakan spa, ada menyediakan layanan seperti perawatan mandi susu, scrub, memijat tubuh dan sauna tetapi berbeda dengan sebuah kota di Italia ketika mereka menawarkan spa jerami dengan menggunakan rumput-rumput kering.

Meskipun terdengar agak aneh, namun hal ini dikatakan telah menjadi tradisi bagi masyarakat di Italia sejak tahun 1903 lagi.

http://asalasah.blogspot.com/2015/03/uniknya-terapi-spa-jerami-di-italia.html
 Menurut cakap-cakap ma syarakat di sana, keluarga Kompatscher telah membuat hotel milik mereka yaitu Hotel Heubad sebagai spa terawal yang menyediakan terapi unik tersebut.

Kelenjar keringat

Kata pemilik hotel itu, David Kompatscher, keluarganya meng usahakan spa jerami setelah mengetahui keunikan tanaman itu dari golongan petani.

"Cara ini sebenarnya dilakukan terlebih dulu oleh pekerja perkebunan. Dikatakan setelah penat bekerja, para petani akan tidur di atas lapisan rumput kering untuk mengistirahatkan diri.

"Pada keesokan hari, setelah bangun mereka akan terasa segar dan bertenaga," katanya.

Lebih menarik, ibu dan ayah Kompatscher turut mengamalkan perawatan ini untuk memulihkan diri dari penyakit radang sendi.

Menurut Kompatscher, keajaiban metode pengobatan itu tersebar sehingga menyebabkan lebih banyak orang ingin merasakan sendiri pengalaman tersebut.

Katanya, sejak itu masyarakat semakin mempercayai kelebihan teknik pengobatan tersebut dan bertitik dari situ, spa dari jerami kering itu mulai dikomersialkan.

Kini, beberapa hotel dan pusat perawatan kecantikan di Italia mulai menyediakan spa itu sebagai salah satu cara untuk menarik pelanggan.

Jelas Kompatscher, terapi itu tidak bisa dilakukan sesuka hati sebaliknya ada cara tertentu untuk menyediakan jerami tersebut.

"Mula-mula jerami yang ke ring harus dipanaskan pada suhu sekitar 40 sampai 60 derajat Celcius. Pelanggan akan diminta berbaring di tempat yang disediakan sebelum rumput kering itu ditempatkan ke seluruh tubuh sehingga ke paras leher, "ujar nya sambil memberi tahu, perawatan ber kenaan biasanya akan dilakukan selama 20 menit.

Tambahkan Kompat SCHER, alternatif ber kenaan mem bantu meng aktifkan kelenjar keringat.

Jadi, keringat yang mengandung toksin akan di singkir keluar melalui pori ro ma pada kulit.

Dari sudut fisik, spa jerami dikatakan mampu memulihkan energi lebih-lebih lagi kepada golongan yang kuat bekerja.

Selain itu, pengalaman pelanggan yang mengidap pe nyakit di bagian punggung, sakit punggung dan kejang otot serta leher turut mendapat efek positif hasil menjalani spa jerami secara berkelanjutan.

Alas kandang

Menariknya, teknik yang dilakukan selama lebih 100 tahun itu memiliki rahasia tersendiri.

Menurut masyarakat tempa ton, hanya rumput yang berkua liti tinggi hanya dapat digunakan dalam pengobatan tersebut.

Untuk mendapatkannya pula, posisi padang rumput mempengaruhi kualitas jerami yang diambil.

Dikatakan, lokasi padang rumput di daerah yang lebih tinggi akan memungkinkan lebih banyak jenis jerami kualitas ditemukan.

Menurut Kompatscher, ma sya rakat di Italia percaya spa tersebut adalah salah satu cara untuk menyehatkan badan.

Namun, individu yang mengalami alergi disarankan tidak mencoba terapi itu karena dikhawatirkan debu pada jerami akan berdampak buruk.

Pelanggan bisa mendapatkan perawatan tersebut pada harga Euro € 33 (RM137) untuk 30 menit.

Sementara itu, di negara-negara lain termasuk Malaysia, jerami digunakan dalam bidang pertanian dan peternakan.

Diantaranya, ia diadopsi sebagai alas kandang hewan seperti kuda supaya suhu kelembaban dan urin hewan dapat diserap langsung ke dalam jerami.

Ia juga dapat membantu menghindari kuda dari cedera sewaktu duduk atau berbaring dalam kandang.

Selain itu, jerami turut dijadikan bahan untuk memproduksi pupuk kompos di bidang pertanian.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: http://kosmo.com.my/kosmo/content.asp?y=2015&dt=0222&pub=Kosmo&sec=Kesihatan&pg=ke_01.htm