AS dan Tiongkok Paling Banyak Buang Sampah Elektronik

Asalasah ~ Amerika Serikat (AS) dan China merupakan penyumbang terbesar sampah elektronik seperti ponsel, pengering rambut dan lemari es pada 2014, sementara kurang seperenam limbah itu didaur ulang, menurut penelitian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Secara keseluruhan, sebanyak 41.8 juta ton sampah elektronik dibuang di seluruh dunia pada tahun lalu dan cuma 6,5 ​​juta ton limbah itu didaur ulang, kata Universitas PBB (UNU) dalam laporan penelitiannya.
http://4.bp.blogspot.com/_WemFooFLJTw/TBH_dP3QUKI/AAAAAAAAAE8/fF_HKf6RVfc/s1600/MountainWaste1.jpg

Sampah elektronik mengacu pada setiap alat yang berisi baterai atau kabel listrik.

"Sampah elektronik di seluruh dunia adalah 'tambang kota' yang berharga karena memiliki banyak bahan daur ulang," kata rektor UNU, David Malone.

Menurutnya, UNU memperkirakan sampah elektronik global mengandung limbah seperti emas, perak, besi dan tembaga yang bernilai sekitar US $ 52 miliar .

AS menjadi pembuang sampah elektronik terbesar dengan sejumlah 7,1 juta ton pada 2014, sementara Cina di tempat kedua dengan 6 juta ton diikuti oleh Jepang, Jerman dan India.

"AS mengambil satu juta ton sampah itu pada 2012 dan Cina pula mengumpulkan 1,3 juta ton peralatan termasuk televisi, kulkas dan laptop selama 2013," menurut UNU.

Norwegia juga memimpin pembuangan sampah perkapita dengan setiap penduduknya membuang sebanyak 28 kilogram limbah elektronik diikuti oleh Swiss, Islandia, Denmark dan Inggris.

AS berada di posisi kesembilan untuk kategori penduduk yang membuang sampah elektornik, tetapi Cina tidak dalam 40 peringkat teratas daftar tersebut dikarenakan jum;lah penduduklnya yang terlampau banyak.

Beberapa peneliti mengatakan, semua logam yang terkandung dalam sampah elektronik itu termasuk 16,5 juta ton besi, 1,9 juta ton tembaga dan 300 ton emas yang akan mendatangkan manfaat ekonomi jika didaur ulang.

Kandungan emas limbah elektronik global pula diperkirakan bernilai US $ 11,2 miliar .

"Pada saat yang sama, sampah elektronik juga menjadi tambang beracun dan harus ditangani dengan sangat teliti," kata Malone yang mengacu kepada komponen berbahaya seperti merkuri dan timbal yang terkandung dalam sebagian limbah itu

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: http://kosmo.com.my/