Penduduk Gaza Tinggal Dalam Sisa Runtuhan Bangunan

Asalasah ~ BANDAR GAZA - Kecewa karena usaha rekonstruksi terlalu lambat, penduduk Gaza yang kehilangan tempat tinggal akibat perang dengan Israel mulai pulang ke sisa kediaman masing-masing.

Mereka mencoba memperbaiki kerusakan struktur rumah menggunakan serpihan batu-bata dan lembaran plastik bahkan terpaksa tinggal dalam bangunan yang kurang stabil dan tidak aman, sedangkan bantuan yang dijanjikan belum tiba.


Kepulangan penduduk Gaza itu membayangkan kegagalan pemerintah daerah dan masyarakat internasional untuk membangun kembali Gaza setelah perang antara Hamas dan Israel pada musim panas tahun lalu.

Otoritas Palestina memberi tahu bahwa kebanyakan dari bantuan internasional senilai US $ 5 miliar (RM18.5 miliar) yang dijanjikan tidak pernah diterima.

Penduduk Gaza pula sudah hilang sabar akibat bantuan yang dijanjikan tidak pernah disodorkan.

"Kami sudah kehilangan harapan. Tidak ada berminat untuk membantu kami, "kata Mohammed Afana, 27, dari lingkungan Shaaf, timur Kota Gaza.

Shaaf yang terletak dekat perbatasan Israel adalah antara daerah yang paling parah dibedil. Reruntuhan bangunan empat lantai yang menjadi tempat tinggal Mohammed dan keluarganya berada di tengah lingkungan tersebut.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sebanyak 18.000 buah rumah sekitar Gaza hancur dalam perang 50 hari itu, sementara 110.000 penduduk telah kehilangan tempat tinggal.

Hampir 10.000 penduduk Gaza masih tinggal di sekolah-sekolah kelolaan PBB yang dijadikan tempat penampungan sementara.

Wakil Khusus Program Pembangunan PBB, Frode Mauring mengungkapkan hanya lima sampai 10 persen dari bantuan AS $ 5,4 miliar (RM20 miliar) yang dijanjikan pada Oktober lalu telah diterima sementara Israel pula lambat menyetujui pengiriman bahan bangunan ke Gaza

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: translate dari http://kosmo.com.my/kosmo/content.asp?y=2015&dt=0401&pub=Kosmo&sec=Dunia&pg=du_01.htm