Pentingnya Menjaga dan Merawat Rambut

Asalasah ~ RAMBUT diibaratkan sebagai mahkota bagi semua manusia tanpa memandang jenis kelamin. Beberapa individu nyaman berpenampilan botak namun, ada juga yang memilih kepala dipenuhi rambut.
Hal ini karena, rambut lebat bisa bergaya dengan berbagai cara, sehingga menambah keyakinan diri. Namun, kegagalan menjaga rambut menyebabkan ia mudah gugur sehingga menjadi semakin tipis dan mengundang rasa kurang yakin.

http://fuh.my/wp-content/uploads/2013/07/image-1.jpg

Menyadari pentingnya menjaga rambut, staf pribadi, Siti Noor Arfa Mohd. Yunus, 27, memastikan setiap helai rambutnya bebas karat biarpun mengakui kadangkala perlu mengeluarkan belanja yang besar untuk mendapatkan rambut indah menawan.
Menurutnya, setiap bulan dia menghabiskan sekitar RM300 untuk membeli produk perawatan dan perawatan di salon kecantikan.
"Saya memang cerewet dalam perawatan rambut karena sebelumnya pernah mengalami masalah keguguran yang serius.
"Tidak diragukan lagi, ia membutuhkan perawatan intensif karena rambut agak sensitif dan membutuhkan perawatan konsisten untuk menghindari kerusakan lebih kritis," katanya.
Cara perawatan rambutnya juga singkat dan tidak banyak beda dengan wanita lain.
Tambahnya, setiap hari, dia akan mencuci rambut untuk menjaga kebersihan dan kesegaran.
"Dalam kondisi cuaca yang tidak menentu, saya sering menjaga rambut karena jika berkeringat ia mengundang rasa gatal pada kulit kepala.
"Ini juga akan menyebabkan saya mengalami iritasi parah dan kepala dipenuhi ketombe, sekaligus mengundang rambut rontok," ujarnya.

 http://4.bp.blogspot.com/-sxmxgQCF3sA/UqnE1WTR_VI/AAAAAAAAAes/_lT77fZMufM/s1600/rambut-kering.jpg

Ahli

 Katanya, dia banyak mengacu pada majalah-majalah untuk menjaga rambut dan rajin menemui ahli untuk mengetahui status kulit kepala.
Berbagi pengalaman tentang masalah rambut, Siti Noor Arfa mengatakan, dia pernah mengalami masalah rambut rontok yang serius sehingga terlihat tipis dan menampakkan kulit kepala.
Hal tersebut terjadi lima tahun lalu ketika dia menuntut di universitas.
"Saya pernah mengalami keguguran rambut serius ketika berusia awal 20-an. Ini disebabkan tekanan yang menyebabkan rambut banyak gugur sehingga menjadi tipis.
"Ini membuat saya kurang yakin dan malu untuk keluar bersama teman. Ini berlangsung selama empat tahun dan menyebabkan saya tertekan, "jelasnya.
Karena masalah keuangan karena masih belajar, dia tidak mendapatkan apapun perawatan ahli sebaliknya hanya menggunakan sampo.
Namun, penggunaan sampo tidak mampu menyelesaikan masalah itu sepenuhnya. Karena itu, Siti Noor Arfa mencoba metode tradisional tetapi tetap tidak menampakkan hasil apapun.
"Bila sudah memasuki alam pekerjaan, saya nekad melakukan berbagai perawatan dan kini rambut saya kembali tumbuh lebat," jelasnya.
Mujur juga dia memiliki jenis rambut tidak yang membutuhkan perawatan sulit.


Biarpun kini rambutnya sudah menunjukkan perubahan positif, dia masih melanjutkan sesi perawatan seperti yang diusulkan oleh ahli.
"Untuk perawatan rambut, saya mengikuti saran ahli sehingga tumbuh lebat dan kulit kepala menjadi sehat.
"Banyak tabu harus diikuti seperti menghindari memakan makanan laut dengan banyak karena mempengaruhi kulit kepala," jelasnya.

Rambut pendek


Terlintas juga dalam pikirannya untuk mencoba mengubah gaya ke keriting tetapi merasakan bentuk wajahnya tidak sesuai dengan gaya tersebut.
"Saya nyaman dengan gaya rambut sekarang karena ia mudah diurus dan tidak perlu memakan waktu lama untuk bersiap.
"Untung juga berambut pendek karena dalam kondisi cuaca seperti sekarang, saya tidak terlalu pengap dan senang untuk bergerak ke sana sini," katanya.
Sementara itu, seorang lagi karyawan swasta, Saiful Izzuwan Mohamad mengakui, memiliki masalah rambut yang agak kritis terutama pertumbuhan uban di bangku sekolah lagi.
Menurutnya, dia mulai dipenuhi rambut putih atau uban ketika berusia 16 tahun dan ia menjadi semakin banyak setelah itu.
Selain itu, dia juga memiliki masalah kerontokan rambut yang agak serius.
"Ketika itu, saya menggunakan berbagai produk minyak rambut yang berubah setiap hari.
"Bila sudah banyak bahan dicampur, itu mungkin menjadi penyebab masalah rambut yang dihadapi ketika masih muda," katanya.
Dia mengatakan, situasi itu pada awalnya biasa saja namun, ketika banyak teman menegur tentang uban, dia mulai kurang yakin dan malu.
Ketika itu, dia tidak pandai mencari produk sesuai dengan kulit kepala pria
 


"Saya tidak tahu produk mana yang sesuai untuk mengatasi iritasi dan masalah pada kulit kepala.
"Banyak produk perawatan rambut yang saya coba namun, tidak ada satu pun efektif.
"Rambut saya pula berkurang sampai hampir botak," katanya.
Mengulas lanjut, dia pernah membotak kepala untuk mengatasi masalah tersebut dan mengharapkan pertumbuhan rambut baru nanti tidak bermasalah.
Selama proses tersebut, dia mencoba berbagai produk baru dan mendapatkan referensi dengan penjual di toko-toko kesehatan.

Rambut ideal


Setelah mencoba satu produk, hasilnya mulai memberi perubahan positif sampai ke hari ini.
Sama seperti Arfa, dia juga mengeluarkan biaya lebih untuk mendapatkan rambut ideal.
Setiap bulan dia mengalokasikan uang untuk pembelian produk-produk perawatan rambut seperti krim, minyak rambut atau pelembab.
"Rambut saya sekarang tumbuh dengan baik dan kulit kepala juga tidak berminyak.
"Masalah uban juga berhasil diatasi sedikit demi sedikit," jelasnya.
Biarpun uban masih tumbuh di kepalanya, ia tidaklah separah dulu.
"Saya kini berhati-hati dalam pemilihan produk perawatan rambut untuk memastikan ia tidak mengundang berbagai masalah.
"Saya juga tidak khawatir karena sudah banyak produk perawatan rambut untuk pria yang berkualitas di pasar," katanya.
Kini, dia sudah bisa tersenyum dan kembali memberi styling ke rambutnya agar tampil yakin dan rapi setiap hari.
Biarpun uban tetap tumbuh, dia kini menerimanya sebagai faktor usia yang semakin bertambah.
"Apa yang saya tekankan sekarang adalah soal perawatan terutama penyucian rambut setelah mandi.
"Memang sampai sekarang masih ada uban yang tumbuh tetapi tidak begitu banyak seperti tahun-tahun sebelumnya," jelasnya.
Dia juga tidak ingin mengikuti tren rambut afro atau keriting.
Baginya, itu agak sulit untuk dijaga dan membutuhkan perawatan rumit dibandingkan rambut lurus.
"Selain itu, saya juga sering menggunting dan mencuci rambut setiap bulan untuk memastikan tingkat kesehatan rambut terjaga," jelasnya.
 


Baca Juga :
Asalasah | Sumber: http://kosmo.com.my/kosmo/content.asp?y=2015&dt=0403&pub=Kosmo&sec=Pesona&pg=ps_01.htm