Menteri Pertahanan Korut Dihukum Mati Karena Tertidur di Acara Resmi

Asalasah ~ Menteri Pertahanan Korea Utara, Hyon Yong-Chol maut akibat ditembak mati hanya karena ia tertidur ketika menghadiri pertemuan menteri bersama dengan pemimpin tertinggi, Kim Jong-un, lapor agen intelijen Korea Selatan.

Hyon ditembak mati pada 30 April, Kamis, di depan ratusan saksi yang hadir melihat hukuman itu dilaksanakan.


Berita itu diungkapkan seminggu lalu setelah 15 atasan pemerintah turut dihukum tembak mati setelah ditemukan mengingkari dan membantah perintah Kim Jong-un.

15 petugas yang ditembak mati itu termasuk dua deputi yang dikatakan telah menantang kebijakan pemerintahan Kim Jong-un.

Setiap pejabat pemerintah yang membantah perintah Kim Jong-un akan dikenakan hukuman tembak sampai mati.

Lapor BBC, pertukaran menteri di negara komunis itu selalu terjadi namun hukuman mati yang dilaksanakan sangat jarang dilakukan.
 

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, mengabarkan, Yong Chol dieksekusi dengan cara ditembak menggunakan senjata anti-serangan udara.

Sementara itu, Komite HAM untuk Korea Utara (HRNK) yang berbasis di AS meyakini, eksekusi terhadap Yong Chol menggunakan enam senjata anti-serangan udara, ZPU-4.

Senjata itu, kata HRNK, merupakan senjata yang sangat kuat yang memiliki jangkauan hingga 8.000 meter. Namun, untuk keperluan eksekusi itu, senjata tersebut hanya ditembakkan dari jarak 30 meter.

HRNK bahkan memublikasikan sejumlah citra satelit yang diklaim menunjukkan area tempat para pejabat tinggi Korea Utara menyaksikan eksekusi itu.

Hyon Yong Chol, yang belum genap setahun menduduki jabatannya itu, juga diyakini pernah menyuarakan keluhan terhadap Kim Jong Un, dan beberapa kali mengabaikan perintah sang pemimpin.

Dia ditahan pada akhir April dan dieksekusi hanya tiga hari setelah penangkapannya, tanpa melalui proses hukum, menurut keterangan NIS.

Kabar ini muncul setelah NIS pada bulan lalu menyebut Kim Jong Un memerintahkan eksekusi mati terhadap 15 pejabat tinggi pada tahun ini sebagai ganjaran karena telah menentang kekuasaannya.

Kantor berita Yonhap, mengutip keterangan NIS, menyebut setidaknya 70 pejabat tinggi Korea Utara sudah dieksekusi sejak Kim Jong Un berkuasa pada 2011.

Salah satu eksekusi mati paling mencolok adalah ketika Kim Jong Un memerintahkan eksekusi terhadap pamannya, Jang Song Taek, yang kala itu dianggap sosok kedua paling berkuasa di Korea Utara.

Jang Song Taek dieksekusi setelah dituduh menjadi pengkhianat dan dituding menjalani hidup yang tak benar karena kerap menggunakan obat terlarang, bermain perempuan, dan berjudi.

Asalasah | Sumber: http://www.thehypemedia.com/2015/05/tertidur-ketika-mesyuarat-menteri.html