Bahaya Radiasi Wifi! Tercemar di Kala Muda Berdampak di Masa Tua

Asalasah ~ Jangan terlalu terobsesi untuk selalu 'online' sampai lupa kita terkena bahaya radiasi. Remaja saat ini dapat dikatakan kelompok pengguna media sosial paling aktif di seluruh dunia. Karena itu juga, para kaula muda sanggup lakukan apa saja untuk selalu 'online'. Menyadari kebutuhan ini, hotel dan restoran tidak terkecuali menyediakan fasilitas ini untuk menarik pelanggan khususnya remaja.
Ada yang percaya, kemungkinan radiasi dari Wi-Fi ini tidak terlalu tinggi namun dapat menyebabkan sakit kepala, lesu bahkan sulit untuk bernapas. Bukan itu juga, ada yang khawatir efek ini mampu mengakibatkan kanker dan gangguan saraf dalam jangka waktu panjang.

Apa lagi bahaya radiasi?

Hasil penelitian dilakukan Asosiasi Kedokteran Reproduksi Amerika pada 2010 menemukan, signal Wi-Fi tanpa sadar mampu mengganggu aktivitas otak terutama bagi perempuan.

Namun, sindrom intoleransi hipersensitivitas elektromagnetik (EHI) ini belum diakui secara sahih. Badan Perlindungan Kesehatan Amerika menyatakan tidak ada bukti kuat yang dapat menghubung kait antara gangguan kesehatan dan peralatan elektronik meskipun banyak yang terasa dampaknya.

Sementara itu, dokter terkenal di Pusat Layanan Kesehatan Nasional (NHS) Inggris, Dr Andrew Tresidder mengakui efek EHI ini belum dikonfirmasi dari segi medis. Namun katanya, dia menerima banyak pasien yang mengeluh tentang gejala EHI dalam kehidupan.

"Rasa sensitivitas elektromagnetik ini adalah penyakit yang sebenarnya. Sel tubuh sensitif dengan jenis gelombang energi seperti suara dan cahaya, justru, tidak heran jika sel tubuh juga sensitif terhadap energi lain seperti gelombang radio, "katanya.

Bukti pasien

Wanita berusia 64 tahun, Mary Coales pernah dikunjungi dailymail.uk, tahun lalu terkait hal ini karena dia mengaku mulutnya terasa kebas jika dekat dengan pancaran Wi-Fi. Selain dibuktikan dengan catatan pemeriksaan kesehatan, dia percaya dirinya menderita gejala EHI.

"Seluruh hidup saya berubah. Saya harus cari jalan untuk menghindari radiasi Wi-Fi dan gelombang telepon. WiFi ada di mana-mana sekarang sehingga sulit bagi saya untuk menghindarinya. Bahkan lebih sulit untuk jauhkan diri dari pengguna smartphone, "katanya.

Dari rangkuman artikel ini, penulis tidak tahu sejauh mana kebenaran gejala EHI ini dan dampaknya, namun itu tergantung pada pandangan kita sendiri dan cara kita mengontrol obses terhadap teklonogi.

Meskipun ia tidak ada hubungannya dengan kesehatan, namun obsesi ini mampu dikaitkan dengan membuang waktu.

Asalasah | Sumber: http://www.blogmarki.com/