'Charlie Hebdo' Dikecam Karena Hina Korban MH370

Asalasah ~ KUALA LUMPUR - Pemerintah Prancis dan organisasi media di seluruh dunia diminta mengutuk majalah sindiran terkenal Perancis 'Charlie Hebdo' karena menyiarkan karikatur yang menghina awak dan penumpang pesawat penerbangan Malaysia Airlines (MAS) MH370.

Pernyataan itu dibuat oleh Ketua Biro Publisitas MCA, Senator Datuk Chai Kim Sen.
http://asalasah.blogspot.com/2015/08/charlie-hebdo-dikecam-karena-hina.html


"MCA menegur Charlie Hebdo karena menyamakan tragedi MH370 dengan menerbitkan karikatur politik (yang sering kali ditampilkan majalah tersebut), dengan mempercandakan pilot MAS dan krunya yang sangat berdedikasi serta meraih banyak penghargaan internasional untuk kualitas dan layanan dalam penerbangan.

"Charlie Hebdo tidak dapat mengeksploitasi penumpang dan kru MH370 sebagai peluang untuk meningkatkan penjualan mereka," katanya dalam pernyataan di Malaysia pada Sabtu.

Penemuan flaperon di Pulau Reunion di Samudera Hindia baru-baru ini disahkan oleh pakar internasional sebagai fragmen dari MH370, pesawat Boeing 777 MAS, yang hilang saat dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing, Cina pada 8 Maret tahun lalu.

Kim Sen mengatakan majalah berbahasa Prancis itu sebaliknya harus bersimpati dan memahami kesedihan yang dialami sanak saudara dan sahabat handai kepada 239 penumpang serta kru terlibat.

Kantor Charlie Hebdo di ibu kota Paris pada awal tahun ini pernah diserang ekstremis lokal menyebabkan banyak petugasnya tewas akibat sikap majalah itu sering menghina agama Islam sejak lama.

Publikasi mingguan itu yang gemar kedok konsep kebebasan berekspresi pernah dikecam umat Islam seluruh dunia karena keceluparan bahan kandungan jelas berbaur anti-Islam

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: http://mynewshub.cc