Kisah Seorang Ayah Ingin Jual Ginjal Demi Biayai Sekolah Anak

Asalasah ~ Seorang ayah nekat mengambil satu jalan pintas setelah dia dikatakan sudah tidak mampu untuk membayar biaya kuliah anaknya, Dindi Intan Pertiwi yang kini belajar di sebuah universitas di Jakarta.

Heri Akhmat Rivai (55) berasal dari Manado, Sulawesi Indonesia ini nekat untuk menjual ginjalnya kepada siapapun yang membutuhkannya demi memastikan anaknya itu dapat melanjutkan studi. 
 
http://asalasah.blogspot.com/2015/08/kisah-seorang-ayah-ingin-jual-ginjal.html
Dia terlihat memegang papan bertuliskan "Saya mau menjual "ginjal" untuk biaya kuliah putri saya" sambil berjalan disekitar kota Jakarta.

Dindi Intan Pertiwi kini sedang belaajr di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto Jawa Tengah dan di harus membayar biaya pendidikan untuk memasuki semester baru.

"Anak saya sekarang berkuliah untuk memasuki semester 5 tetapi karena tidak mampu bayar biaya dia mungkin tidak dapat sambung kuliahnya dan uang harus dibayar sebelum 6 Agustus kemarin."

"Anak saya harus menadapat beasiswa tetapi sampai sekarang belum menerimanya," ujar Heri.

http://asalasah.blogspot.com/2015/08/kisah-seorang-ayah-ingin-jual-ginjal.html


Dia menjelaskan saat ini dia sangat membutuhkan uang itu semi memastikan putri kesayangannya itu dapat menghubungkan belajar dalam jurusan S1 Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, jurusan Administasi Publik.

"Saya perlu uang tersebut sebelum 6 Agustus sebesar Rp3 juta untuk membayar biaya anaknya setiap satu semester dan saya juga telah pajakkan rumah saya selama setahun dengan harga Rp3 juta untuk pembiayaan biaya sebelum ini," jelasnya.

Lebih memeritkan, Heri mengatakan dia juga masih memiliki anak yang masih bersekolah dan tidak mampu membayar biaya kuliah putrinya itu karena ketiga anaknya yang lain baru memasuki SMA.

Ketika ini dia tinggal di Jalan Pasar Wetan depan Plasa Mayasari, Tasikmalaya untuk melanjutkan keinginan 'bisnes'nya itu.

"Tadi malam (30 Juli), saya berangkat dari Purwokerto dan sampai ke Kampung Rambutan dan samapi ke sini 7 jam kemudian dengan membawa tulisan 'Saya Mau Jual Ginjal untuk biaya Putri Saya', tetapi tidak ada orang yang peduli bahkan sebuah mobil atau motor pun tidak berhenti, "ceritanya sambil meneteskan air mata.
Baca Juga :
Asalasah | Sumber: http://www.siakapkeli.my/2015/08/kasih-ayah-tiada-pengganti-sanggup-jual.html