Magang di PBB, Pria Tidak Digaji dan ini Tidur Ditenda

Asalasah ~  GENEVA - SWITZERLAND. seorang pekerja program magang di PBB terpaksa tinggal di dalam tenda karena tidak mampu menyewa tempat tinggal di Swiss.

Laporan Dailymail mengatakan David Hyde, 22 yang berkualifikasi pendidikan International Relations bekerja tanpa bayaran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dia yang berasal dari Selandia Baru mengatakan, jika ia tidak menghabiskan waktu pelatihan, sertifikat tidak akan diberikan.

"Saya mungkin naif karena datang ke Swiss, tapi polisi (tidak membayar karyawan) membuat saya marah," katnaya kepada koran lokal, Tribune de Genève.


"Saya hanya ingin membuat jelas bahwa tidak ada orang memaksa saya untuk tidur di tenda, melainkan keadaan saya dan kondisi untuk magang ini membuat satu-satunya kemungkinan nyata yang bisa saya lihat," katanya kepada wartawan.

Setiap pagi, Hyde akan membereskan tenda, dapur dan beberapa barang kebutuhan lain dan menyimpannya dalam sebuah tas yang akan diletakkan di bawah meja di kantor.

Selain Hyde, ada beberapa karyawan lain yang berkemah dan tidak diberikan bantuan transportasi, tempat tinggal atau bantuan medis.

Menurut ibunya, kondisi tersebut tidak menghalangi anaknya dalam mengejar impian.

"Saya akan coba bantu dia setelah kami tahu caranya," kata Vicki kepada Stuff Selandia Baru.

Wanita tersebut yang tinggal di Chrischurch, Selandia Baru juga mengatakan, anaknya memiliki prinsip dan pandangan tentang bagaimana manusia harus diperlakukan.

"Saya cuma berharap dia memiliki makanan yang cukup dan tidak dingin," akhiri dia.

Jenewa interns Association (GIA) pula selalu memperjuangkan nasib pekerja pelatih.

"PBB mempromosikan nilai murni seperti tidak ada diskriminasi, keragaman dan partisipasi, tetapi tidak menerap nilai tersebut kepada karyawan pelatihnya," kata salah seorang anggota GIA kepada Tribune.

Dimengerti, PBB mengambil lebih 166 karyawan pelatih dan lebih 60 persen karyawan tersebut tidak dibayar pada 2013.

Jurubicara PBB pula memberitahu Tribune bahwa keputusan untuk membayar karyawan pelatih adalah tergantung kepada mereka.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: http://www.blogmarki.com/2015/08/tidak-mampu-menyewa-graduan-tidur-dalam.html