Teknik Merias Jenazah yang Belum Banyak Orang Tahu

Asalasah ~ Seorang penata rias biasanya memiliki teknik tersendiri dalam merias wajah kliennya agar tetap menonjolkan kecantikan alaminya tanpa mengubah bentuk wajahnya. Lantas bagaimana jika yang dirias bukanlah manusia yang masih hidup, melainkan jenazahyang sudah terbujur kaku? Adakah teknik khusus yang harus dilakukan?
http://asalasah.blogspot.com/2015/08/teknik-merias-jenazah-yang-belum-banyak.html

Ver, seorang perias jenazah yang sudah 30 tahun bekerja memaparkan, secara garis besar tidak ada teknik khusus dalam merias mayat. Tetapi yang membedakannya adalah riasan wajah yang dihasilkan tergantung dari daerah asal mayat tersebut. Jenazah orang suku tertentu terkadang memerlukan makeup yang lebih tebal agar wajahnya terlihat lebih cerah. Ada juga jenazah yang memerlukan riasan lebih natural.

Lebih lanjut wanita yang pernah mengikuti kursus makeup selama dua tahun itu mengatakan, salah satu perbedaan mendasar merias jenazah dibanding manusia hidup adalah pada pengaplikasian alas bedak atau foundation. Orang yang sudah meninggal kulitnya tidak memproduksi minyak lagi, sehingga saat dirias, alas bedak sulit menempel pada kulit. Selain itu, karena diawetkan dengan formalin, kulit menjadi lebih keras.

"Jenazah kan kulitnya kering sekali jadi foundation susah menempelnya. Jadi sebelum dirias saya pakaikan baby oil dulu di seluruh wajah untuk melembabkan, baru setelah itu pakai foundation yang teksturnya lebih lengket biar gampang menempel," terangnya.

Kondisi terakhir jenazah pada saat menghembuskan napas terakhir juga menjadi penentunya dalam merias wajah. Pasien yang meninggal karena hal-hal tragis tentunya memiliki teknik riasan yang berbeda dengan pasien yang meninggal karena sakit.

"Yang dibedakan antara penyakit kanker, jantung, atau meninggal dadakan. Kalau orang sakit jantung itu kulitnya jadi menghitam. Kalau orang yang meninggalnya tabrakan, atau tenggelam di laut dia akan mengalami pembusukan dan kulitnya sudah terkelupas, makanya meriasnya harus hati-hati sekali," ujar ibu dua anak itu.

Untuk pasien penyakit jantung, alas bedak diaplikasikan hingga warnanya sama dengan warna kulit aslinya. Sedangkan untuk wajah yang dalam kondisi tidak utuh atau hancur, meriasnya pun harus membutuhkan tenaga ekstra. Kulit yang sudah terkelupas itu ditambal dengan kulit baru sehingga hasil akhirnya wajah tetap terlihat utuh.

Dalam hal kebersihan, perias mayat juga sangat menjaga dan kebersihan dari alat-alat makeup yang dipakainya. Diterangkan oleh Yahya, perias jenazah yang sudah lima tahun bekerja di rumah duka Heaven, Pluit, Jakarta Utara itu selalu menggunakan spons makeup sekali pakai.

"Spons makeup saya hanya pakai sekali saja, terus langsung dibuang. Jadi kita tetap pakai peralatan yang baru. Sama juga dengan kuas makeup, sekali pakai langsung cuci. Kita kan nggak tahu penyakitnya apa, jadi lebih baik jaga kebersihan," ucap pria 27 tahun itu saat dihubungi Wolipop, Rabu, (26/8/2015).

Makeup yang digunakan pun juga sama seperti produk kecantikan yang dipakai wanita pada umumnya. Biasanya, Yahya membeli peralatan rias di toko kosmetik di Pasar Baru, sedangkan untuk makeup dibeli di gerai kosmetik di department store.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: http://wolipop.detik.com/read/2015/08/28/175747/3004194/234/ini-teknik-merias-jenazah-yang-belum-banyak-diketahui-orang