Cincin Batu Permata Dari Air Mani Gajah

Asalasah ~ INGIN terlihat beraura dan dipuja lebih banyak wanita, segelintir golongan pria di negara ini terdeteksi mengamalkan pemakaian cincin batu permata air mani gajah sebagai ilmu pengasih. Sungguh syirik tingkat terkutuk.

batu yang diikat pada cincin itu dikatakan harus direndam ke dalam air zamzam terlebih dahulu dan dibacakan shalawat serta diniatkan tujuan dikasihi, disayangi dan dicintai, lalu dipakaikan ke jari manis pada sebelah tangan kanan.

Cincin itu diizinkan dibawa masuk ke toilet tetapi tidak dapat dipakai pada jari di tangan kiri yang digunakan untuk beristinjak.

Cerita ini diperoleh dari seorang penjual batu permata dan obat tradisional di sebuah pasar, sehingga menimbulkan berbagai kontroversi, terutama tentang hukum si pemakai dan tujuan mereka memakainya.

Mufti Kelantan, Datuk Mohamad Shukri Mohamad

Mufti Kelantan, Datuk Mohamad Shukri Mohamad menjelaskan, memberi nilai tambah kepada sesuatu batu yang disebut air mani gajah sebagai batu yang mampu membuat seseorang itu dicintai, dikasihi atau bisnis menjadi semakin laris dan sebagainya, sebenarnya akan mengganggu akidah.

"Air mani itu sendiri tidak najis tapi berbalik ke tujuan si pemakai cincin air mani gajah tersebut.

"Kita diperbolehkan memakai perhiasan seperti cincin dan dibolehkan untuk tujuan itu, namun bukan pula untuk tujuan pengasih maupun pelaris.

"Sama juga kalau memakai cincin delima atau zamrud yang ada pelaris, ia tidak berapa sesuai dengan kehendak agama dan sudah lari dari ajaran Islam sebenarnya, malah tidak tepat serta dapat membingungkan serta menyimpang," katanya.

Seperti penulis, ia juga membayangkan keberanian pencari air mani gajah yang masuk ke dalam hutan belantara dan bertabrakan dengan sepasang gajah yang sedang kemaruk bercinta.

Ketika dia menunggu untuk mengambil sperma binatang besar tersebut, mungkin orang itu bisa menemui ajalnya di hutan ketika ditabrak binatang liar tersebut sebelum sempat membawa air mani tersebut pulang.

"Gajah cukup sensitif, kalau duk menunggu waktu tu, rasanya 'dighembah' (dibelasah) gajah.

"Saya tidak melihat dengan jelas, kalau mereka dapat sekalipun, bagaimana caranya hingga sampai bisa dijual.

"Macam besi dibuat keris, ada kegunaannya, air dapat flush pohon tetapi tidaklah sampai dapat melariskan. Jual laris saat masakan itu sedap. Ini tidak, kita khawatir, takut mungkin ada unsur penipuan, "katanya.

Air mani gajah tersedia di pasar dan dijual secara terbuka dalam bentuk potongan berbagai ukuran dengan harga Rp200.000.

Air mani yang mengeras seperti batu itu akan dibawa ke toko cincin untuk dicanai ke bagian yang lebih kecil dan diikat ke cincin sesuai selera pelanggan.

Pada tahap ini, harganya akan menjadi lebih mahal, bisa mencapai hingga Rp6,000.000 bagi sebentuk cincin.

Mohamad Shukri mengatakan, umat Islam harus waspada, jangan sampai terjebak dalam unsur penipuan. Jika terbukti menipu, pemerintah harus bertindak, namun sejauh mana mereka dapat mengambil tindakan.

"Masyarakat sendiri yang harus menilai hal itu, ditambah dengan perkembangan pada zaman modern dan pemikiran serba maju, seharusnya menilai sesuatu biar ada kemunasabahannya," katanya.

Ia juga menyarankan umat Islam berhati-hati pada kepercayaan yang khurafat, buat evaluasi secara rasional sehingga tidak mudah terjebak dengan penipuan.

"Kalau kita pikir air mani gajah bisa kuatkan seks, mungkin ada kebenaran dengan mengacu kekuatan gajah. Ini tidak, dari segi ilmiah, dari mani gajah, wanita bisa terpikat, macam mana? "Katanya.

Seorang penggiling permata, Mohd Rafizi Hassan, 30, mengatakan, enam tahun menghubungkan bisnis milik mertua di area parkir, bangunan Jalan Pangeran Semerak, di sini, batu permata dari air mani gajah adalah yang paling laris sejak 1990 sampai sekarang.

"Pada pertama kali diperkenalkan, batu ini sangat populer di kalangan penggemar cincin permata dan mampu jual hingga 20 sampai 30 bentuk sehari. Saya hanya menjual kepada pelanggan dan tidak mengambil pusing apakah itu asli atau tidak.

"Kebanyakan pelanggan yang datang lebih arif dan berpengetahuan tentang keaslian batu air mani gajah yang dimaukan. Mereka datang dari seluruh negeri termasuk Terengganu, Johor, Kuala Lumpur dan Kedah.

"Tidak kurang juga yang datang dari Singapura dan Indonesia serta negara tetangga, Thailand untuk mendapatkan batu yang murni dari air mani binatang tersebut," katanya.

Katanya, batu air mani gajah memiliki kelas-kelasnya tersendiri dan nilainya akan semakin tinggi jika ada jalur-jalur dikatakan darah pada warna batu kekuningan serta warna lebih pekat.

Seorang penggemar cincin, Husni Wadi Hussin, 36, berkata, dia memakai cincin air mani gajah sekadar perhiasan, tetapi mengakui banyak temannya menegur dia memiliki aura tersendiri dan memiliki banyak kontak.

"Saya dapat batu ini hadiah dari ayah seorang teman dan pernah ditawarkan RM600 oleh seorang teman, tapi saya tidak berniat untuk menjualnya karena sayang batu ini, sebab itu pemberian dari seseorang," katanya.

Sementara itu, seorang pedagang tutup pria berusia 38 tahun itu mengakui menyimpan batu air mani gajah untuk tujuan melariskan bisnisnya yang diusahakan sejak enam tahun lalu.

"Ikuti kata orang, itu pelaris, tetapi semua dengan izin ALLAH SWT. Kalau malas, asyik tidur, buat kerja apa pun tidak jadi, bisnis pun tidak laku juga, "katanya.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: