5 Kebiasaan Buruk yang Bikin Generasi 90-an Bangkrut

Asalasah ~ Kalau kamu termasuk generasi 90-an, maka kamu harus memperhatikan beberapa kebiasaan yang kami jelaskan di bawah ini. Sebab kamu adalah generasi yang sangat terpengaruh dengan apa yang kamu lihat, dengar, atau bicarakan dengan teman-teman terdekat kamu. Maaf, tapi sepertinya generasi kalian menjadi eksis ketika memiliki barang-barang yang sejenis dengan punya sahabat-sahabat kamu. Teman kamu punya iPhone, sepertinya kamu pun harus segera memiliki iPhone supaya bisa eksis bersama mereka.

Sudah, kita langsung masuk saja ke beberapa kebiasaan yang dapat membuat kantong kamu kering, bahkan sebelum waktunya kamu kehabisan uang.
http://asalasah.blogspot.com/2015/10/5-kebiasaan-buruk-yang-bikin-generasi.html

1.Beli Gadget Tipe Terbaru Terus

Sudah punya smartphone, masih mau membeli tablet. Padahal laptop yang baru dibeli lebih banyak nganggurnya. Lihat teman yang keren pakai smartwatch, jadi mau beli juga di online shop langganan. Terpukau dengan penjelasan teman karena smartwatch itu bisa dipakai sebagai sports tracker, terutama saat lari. Padahal lari sebulan sekali saja belum tentu. Ayo, berhenti memikirkan hal ini, lihat realitanya kalau harga barang-barang tersebut sangat mahal dan sangat sayang dibeli kalau ujung-ujungnya tidak dipakai.

2.Nongkrong di Kafe Terus


Nongkrong, ngobrol-ngobrol saja harus di coffee shop, rapat bisnis atau pekerjaan juga di kafe, lagi bosan sendirian kaburnya juga ke kafe. Gerai yang satu ini seakan tidak ada habisnya untuk kamu kunjungi. Hampir semua kegiatan kamu berlangsung di sana. Ibaratnya, tempat tersebut adalah tempat pelarian yang kalau dilakukan terus menerus tanpa bisa dikontrol bisa menghabiskan uang. Jadi, jangan sering-sering ke sana ya!

3.Kecanduan Belanja Online


Belanja online memang enak, tapi hati-hati kalau sudah kecanduan. Uang kamu bisa ikut tersedot habis ke sana. Padahal, barang-barang yang dibeli di sana sebenarnya tidak murah-murah amat. Memang, dengan membeli di toko online, kita bisa dengan mudah membandingkan harga yang ada di situs lain secara mudah. Tapi kalau kita melakukannya tanpa melakukan pembatasan, itu namanya sudah pemborosan

4.Pakai Kartu Kredit

Banyak generasi muda pada sedang dalam fase masuk sebagai karyawan baru. Sudah punya gaji, namun ingin memiliki banyak hal. Sayangnya, gaji belum terlalu besar, dan keinginan tersebut mesti ditahan. Banyak dari mereka yang mencari jalan pintas dengan menggunakan kartu kredit dan menggunakannya untuk belanja berbagai macam barang. Padahal, memakai kartu kredit adalah mengutang kepada bank. Kalau alat itu dipakai secara sembarangan, bukan manfaat yang didapat, justru malah masalah yang datang.

5.Terlalu Banyak Ikut Acara Supaya Eksis

Salah satu contoh acaranya adalah lomba lari 5K, 10K, Half Marathon, dan seterusnya. Olahraga yang satu ini memang sedang mendapat tempat di hati di tengah masyarakat. Tidak hanya generasi tua, generasi muda sedang minat-minatnya dengan olahraga lari. Di mana, generasi muda yang terjangkiti terutama adalah mereka yang baru saja mendapat pekerjaan pasca lulus dari kampus. Apalagi lomba-lomba lari ini terus menawarkan pengalaman-pengalaman yang baru dan berbeda. Misalnya lari dengan disemprot cat warna-warni seperti The Color Run Jakarta, lari di malam hari, Electro Run, dan lain sebagainya yang tidak murah.

Lalu, di mana letak masalahnya? Berada di kocek yang harus dirogoh untuk mengikuti acara tersebut. Untuk sebuah event, tidak pernah harga tiketnya kurang dari Rp200 ribu. Dan sebagian besar memang berkisar di angka ratusan ribu rupiah, itupun belum termasuk biaya jajan dan belanja sepatu kalau belum memilikinya. Padahal, sesungguhnya olahraga satu ini sangat mudah dan murah untuk dilakukan. Cukup modal sepatu olahraga saja. Kita sudah bisa lari di mana saja dan kapan saja. Mau di kompleks tempat tinggal, taman kota, lapangan alun-alun, dan berbagai tempat lainnya.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: http://www.suara.com/bisnis/2015/09/25/075359/ini-5-kebiasaan-keuangan-buruk-yang-buat-generasi-90-an-bangkrut