Harga Minyak Jatuh, Saudi 'Haram' Beli Mebel, Mobil Baru

Asalasah ~ Arab Saudi melarang pembelian mobil dan barang furnitur, selain memotong anggaran perjalanan dan pengeluaran infrastruktur setelah mengalami krisis fiskal terburuk dalam beberapa tahun.

Kondisi yang dianggap cukup aneh itu disebabkan oleh penurunan harga minyak yang turun tajam sejak setahun lalu, menurut dokumen rahasia pemerintah yang telah dibocorkan dan dilaporkan media internasional.

Memo rahasia pemerintah yang dikeluarkan oleh Raja Salman bin Abdulaziz kepada menteri keuangan itu dikatakan ada informasi detail mengenai langkah penghematan yang harus dilaksanakan oleh semua badan pemerintah.

Pembiayaan keuangan publik Arab Saudi dilaporkan menurun tahun ini karena harga minyak dunia yang jatuh begitu tajam sehingga memaksa pemerintah tersebut untuk mengalami defisit keuangan.

Dimengerti penurunan harga komoditas 'emas hitam' tersebut melibatkan sebanyak minimal 20 persen dari produk domestik bruto (PDB) negara Asia Barat itu pada tahun 2015.

Pembiayaan keuangan publik Arab Saudi dilaporkan menurun tahun ini karena harga minyak dunia yang jatuh begitu tajam sehingga memaksa pemerintah tersebut untuk mengalami defisit keuangan. - Foto MyLoupe / Getty



Dalam satu surat yang ditanda "Amat Sulit dan Sangat Penting" tanggal 14 Dzulhijjah 1436H (setara 28 September lalu), telah memerintahkan agar semua proyek baru yang bakal dilaksanakan agar dihentikan.

Ini juga termasuk segala pembelian mobil yang turut dibatalkan, malahan urusan pengangkatan dan promosi dibekukan, sementara pembayaran properti ditangguhkan serta menunda urusan persetujuan sewa.

Harga minyak - yang telah jatuh setengah untuk hanya US $ 50 per barel dalam dua tahun ini - kebetulan bertabrakan dengan isu perang berbiaya tinggi ke atas militan pemberontak Yaman di selatan Arab Saudi.

Juga kejutan berbentuk kontribusi kesejahteraan yang dikaruniakan oleh Raja Salman selama ini setelah beliau dinobatkan menjadi raja susulan kemangkatan abang tirinya, almarhum Abdullah, pada 23 Januari lalu.

"Defisit itu diinflasikan oleh keputusan Raja Salman untuk menghadiahkan bonus sebulan gaji kepada PNS setelah beliau naik tahta," jelas pakar urusan Saudi dari badan pemikir Chatham House, David Butter.

Pemerintah sebaliknya terpaksa menanggung biaya tinggi dari peperangan dengan ekstrimis Yaman yang mengancam kedaulatan negara itu namun masih tidak jelas apakah ia akan dinyatakan di dalam rekening."
Raja Salman bin Abdulaziz
Isu itu juga diungkap melalui satu lagi dokumen Departemen Keuangan yang telah bocor berjudul "Langkah-langkah Penutupan Rekening Dan Persediaan Akun Akhir Untuk Tahun 1436-37".

Informasi tersebut diakhiri dengan penerangan kepada semua kementerian tentang cara-cara untuk setiap pihak terlibat untuk melakukan pembayaran akhir sebelum akun ditutup secara resmi pada 15 November.

Karena tahun fiskal pemerintah Arab Saudi berakhir pada 30 Desember 2015, kemungkinan besar PNS 1,3 juta orang diperkirakan bekerja tanpa gaji selama enam minggu.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: