Rambut Gaya Sanggul Siput Bikin Rambut Cepat Botak

Asalasah ~ Trend tata rias rambut jenis bentuk cepol atau sering disebut juga sebagai sanggul bentuk siput di bagian atas kepala atau sekarang juga dikenal top knot semakin digemari oleh banyak wanita era kontemporer.

Bahkan, mode rambut seperti inipun disukai oleh kebanyakan pria yang dikenal juga dengan istilah man bun, namun, bagi yang sering mencepol rambut harus berhati-hati, karena tatarias itu dapat menyebabkan kebotakan.



Sanggul bulat diyakini berpotensi menyebabkan kebotakan hanya di satu tempat saja, apalagi ketika wanita itu sering mengikat rambut terlalu ketat. Ketentuan untuk jenis kebotakan semacam ini adalah traction alopecia.

Menurut Dr. Doris Day, seorang ahli kulit atau dermatologi dari New York, Amerika Serikat (AS), situasi itu disebabkan kebiasaan menarik rambut terlalu kuat pada akar rambut yang akhirnya terjadi kerusakan permanen.

"Kondisi lazim ini zaman dahulu biasanya terjadi pada kaum wanita yang suka sangat mengikat rambut mereka sehingga menyebabkan terjadi keguguran dan kebotakan rambut dalam usia 30-an atau 40-an.

"Gaya rambut cornrow atau disebut juga kepang yaitu anyaman jalinan seperti pita ketupat akan terus menjadi risiko kebotakan dan gaya fashion rambut populer lain pun demikian bahaya," ujar dia dikutip portal berita AS.

Day menjelaskan, selain gaya rambut, beberapa proses penataan rambut lain pun dapat memicu terjadinya kebotakan pada satu bagian kepala saja, salah satunya adalah sambung rambut atau hair extension.

Awalnya ia dibuat konon ada pandangan bahwa wanita berambut tebal terlihat natural namun, perlu diperhatikan bahwa sambung rambut cenderung adiktif bahkan jika sering dilakukan akan terus menyebabkan kebotakan.

"Penari balerina juga alami traction alopecia. Menarik rambut terlalu kuat ketika diikat sebelum mengenakan penutup kepala untuk berenang juga menyebabkan hal yang sama kepada perenang," tutur Anabel Kingsley.

Dia yang juga ahli kulit rambut di Philip Kingsley Trichology Clinic di New York menyatakan, setiap orang dapat mengalami traction alopecia, khususnya bagi mereka yang memiliki rambut jenis yang tipis.

Ini karena ujar Kingsley, rambut yang agak tipis cenderung untuk menjadi lebih lemah sehingga tidak bisa menutup kemungkinan mudah terjadi kerusakan, keguguran atau langsung kebotakan pada akhirnya.

"Untuk cegah traction alopecia, sebaiknya sering ganti tatarias rambut selain kurang pemakaian ikat rambut atau menata dengan cara sanggul. Jika sakit kepala, barangkali rambut Anda ditarik terlalu kuat, "jelas dia.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: http://www.independent.co.uk/life-style/health-and-families/features/traction-alopecia-the-hairstyles-which-can-cause-hair-loss-10516418.html