Pendeta Ini Dipecat!!, Gara-Gara Pakai Roda Seluncuran Elektrik di Gereja

Asalasah ~ Penjualan "hands-free Segway" tiba-tiba mejadi populer dan mengalami peningkatan tajam pada tahun ini.

Alat peluncur beroda ini populer di kalangan anak muda yang menginginkan peluncur unik dan tidak membutuhkan banyak energi untuk digunakan.

Namun, sejak akhir-akhir ini timbul desas desus bahwa alat peluncur mudah meledak jika menggunakan baterai kualitas rendah.

Ini membuat beberapa perusahaan penerbangan mengharamkannya dibawa masuk ke dalam pesawat.

Kabar Terbaru, berita tentang alat ini menambahkan sensasi ketika seorang pendeta Katolik di Filipina digantung layanan karena menggunakan peluncur beroda ketika melakukan tugas di gereja.

Dia menggunakan perangkat tersebut ketika melakukan tugasnya akhir pekan lalu.

Lembaga manajemen Katolik Roma, Keuskupan San Pablo mengeluarkan pernyataan bahwa tindakan menggunakan peluncur ketika bertugas adalah tidak menghormati etika 'kesucian' gereja.


Seorang pendeta harus menjalankan tugas dengan ikhlas dan bukannya menggunakan papan apung yang dirasakan mengganggu fokus orang ketika beribadah, ujar dia.

Apa yang terjadi di Filipina ini kami rasakan menarik karena hukum penggunaannya di dalam acara agama berbeda dengan Islam.

Beberapa bulan yang lalu muncul video seorang pria melakukan tawaf menggunakan alat yang sama.

Para ulama tidak naik berang sebaliknya mengeluarkan fatwa itu harus digunakan jika individu tersebut cacat untuk melakukan tawaf dengan tenaga sendiri.

Baca Juga :

Asalasah | Sumber: http://www.mynewshub.cc/2015/12/31/paderi-digantung-kerja-pakai-peluncur-roda-di-gereja/