EH! Singapura Akan MENGUSIR Burung-Burung Di Kotanya!

Asalasah ~ SINGAPURA: Gara-gara setiap harinya terlalu bising sehingga mengganggu kualitas hidup rakyat, burung gembala kerbau akan dikendalikan populasinya dengan cara diusir dari negara tersebut.

Mengutip laporan Channel News Asia Menteri Makanan Pertanian dan Peternakan Singapura (AVA) akan melakukan penyemprotan kabut di beberapa pohon di Yishun dan Clementi untuk mengontrol reproduksi burung tiong.

http://www.asalasah.com/2016/03/eh-singapura-akan-mengusir-burung.html

Semprot kabut itu akan dilakukan dalam waktu satu tahun di mana ia telah dimulai di sekitar daerah Yishun sejak 25 Februari yang lalu.

Tindakan ini diambil oleh pemerintah setelah penduduk sekitar Yishun membuat pengaduan yang mengklaim burung-burung tersebut mengeluarkan suara bising yang mengganggu tugas-tugas harian mereka.

Sebelumnya, pihak AVA dan Dewan Kota Nee Soon telah memangkas pohon-pohon yang dijadikan tempat tidur burung gembala kerbau tersebut serta membatasi sumber makanan unggas tersebut tetapi tidak berhasil karena burung ini ternyata cerdas melihat situasi, bahkan burung ini tidak terpengaruh dengan perlakuan itu.

Menurut anggota parlemen Nee Soon GRC, Louis Ng mengatakan, langkah ini bukanlah satu penyelesian jangka panjang.

"Apa yang harus kita lakukan adalah menegakkan hukum agar penduduk tidak memberi burung ini makan.

"Karena peningkatan populasi burung-burung ini adalah karena penduduk yang memberi ia makan," katanya.

Berdasarkan laporan portal berita Singapura itu juga, bahan kimia yang digunakan untuk menghasilkan kabut berkenaan diharap dapat mengusir burung-burung tersebut dan mengekangnya dari pulang ke tempat itu kembali dalam waktu yang lama.

Jurubicara AVA bagaimanapun menjamin bahwa efek semprotan kabut tersebut sebenarnya tidak akan membahayakan nyawa burung itu sendiri yang banyak terdapat di kawasan Asia tenggara, India dan Cina.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: http://www.siakapkeli.my/2016/02/selalu-buat-bising-burung-gembala.html