Ini Tanda Cairan Wanita Berbau atau Tak Normal

Asalasah ~ Sbelum mulai ke topik, ada satu kisah keputihan atau cairan tak normal: Dulu wkt sy msh sekolah...mulai duduk di bangku smp.pernah mngalami kputihan,tapi baux tak mnyengat.tpi baunya tdk lama.mngkn krn masa prtumbuhan dmasa puber.stelah itu tdk ada bau lagi.vagina sy paling harum dulunya.pcr2 saya yg bilang.tapi smnjak aku bongkar prawan saat itu lulus kuliah...vaginaku gampang kotor ddlmnya alias kputihan.prnh satu kjdian vaginaku bau bgt.mnyengatt sprti bau ikan...sdh byk mnum obat dll tdk hilang juga baunya.setelah sy pakai betadin semprot....tdk prnh ada lagi bauu vagina sy.betadin smprot mmg mantap dah....

Ini Tanda Cairan Wanita Berbau atau Tak Normal 

http://www.asalasah.com/2016/03/ini-tanda-cairan-wanita-berbau-atau-tak.html

Cairan Wanita Berbau atau tak normal pada vagina kebanyakan wanita seringkali tidak menyadarinya. Kebanyakan karena sibuk dengan aktivitasnya sehingga tidak memperhatikan perubahan tak normal pada vaginanya. Selama kondisi vagina terlihat dan terasa normal, dalam artian muncul sesuatu yang lengket namun berwarna putih atau bening, Anda memang tak perlu khawatir. Tetapi, jika ada suatu cairan di pakaian dalam Anda yang terasa berbeda, jangan tunda untuk diperiksa. Pasalnya, hal tak biasa ini bisa jadi pertanda sesuatu yang salah terjadi pada tubuh Anda.

Kondisi cairan wanita berbau atau tak normal pada vagina itu bisa berupa cairan dengan jumlah yang lebih banyak dari biasanya, warna yang aneh, atau tercium bau tak sedap yang sangat mengganggu. Daripada panik lalu membeli obat atau krim di apotek terdekat, lebih baik ketahui lebih lanjut apa yang sebenarnya terjadi dan segera konsultasikan ke dokter bila diperlukan.

Nah, apa saja tanda cairan wanita berbau atau tak normal pada vagina dan kapan cairan tersebut dikategorikan tak normal sehingga harus ditangani serius? Simak penjelasan mengenai cairan wanita berbau atau tak normal pada vagina berikut ini seperti dilansir oleh WomensHealth.

Cairan Wanita atau Cairan Vagina Putih, Basah, dan Elastis
Kemungkinan: Ovulasi.

Cairan yang muncul selama pertengahan siklus menstruasi adalah cara tubuh mempermudah sperma untuk masuk ke dalam vagina dan membuahi sel telur.

“Cairan yang keluar pada saat ovulasi bisa berlebihan,” kata Alyssa Dweck, M.D., ahli kandungan di Westchester, New York dan penulis V is for Vagina. “Saya sering mendengar pasien yang khawatir akan sesuatu yang salah, tapi sebenarnya kondisi ini normal. Tak heran banyak wanita yang senang melakukan hubungan seksual ketika masa ovulasi,” jelas Dweck.

Cairan Wanita atau Cairan Vagina Putih, Menggumpal, dan Berbau
Kemungkinan: Infeksi Jamur

Salah satu penyebab cairan wanita berbau, putih, dan menggumpal adalah pertumbuhan jamur berlebih. Normalnya, jamur tersebut berperan untuk menyeimbangkan bakteri di vagina.

“Biasanya ini akan tampak seperti keju,” ujar Dweck. Meski tak selalu berbau, tapi umumnya akan menyebabkan rasa gatal yang sangat mengganggu di bagian luar maupun di bagian dalam labia.

Infeksi jamur adalah hal yang sangat umum terjadi dan bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti konsumsi antibiotik atau duduk dengan pakaian olahraga yang sangat lembap. Anda bisa meminta dokter untuk meresepkan obat antijamur yang akan membantu penyembuhan sebelum terasa semakin buruk.

Cairan Vagina Kuning Kehijauan dan Terasa Sedikit Pedih
Kemungkinan: Chlamydia atau gonorrhea.

Dua bakteri utama penyebab penyakit kelamin. Tanda lain dari infeksi ini adalah nyeri panggul dan terasa terbakar saat buang air kecil. Sayangnya, kebanyakan wanita tak merasakan gejala tersebut sejak awal. Padahal ketika dokter sudah mendiagnosis chlamydia atau gonorrhea, mereka akan mudah disembuhkan dengan antibiotik. Namun yang terpenting, Anda juga harus mengajak pasangan Anda menemui dokter. “Anda dan pasangan perlu disembuhkan atau Anda akan menularkan infeksi tersebut bolak-balik satu sama lain,” papar Dweck.

Cairan Wanita atau Cairan Vagina Keabuan, Tipis, dan Bau Amis
Kemungkinan: Bacterial Vaginosis (BV).

“Bau yang tidak sedap menjadi tanda ada yang salah pada vagina Anda, apalagi jika baunya amis seperti ikan,” kata Dweck. BV juga sangat umum terjadi. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, BV adalah infeksi vagina yang paling umum menyerang wanita berusia 15 sampai 44 tahun. Ini juga mudah disembuhkan, ketika dokter sudah memberikan diagnosisnya.

Kelainan ini masih menjadi sedikit misteri mengapa wanita mengalami BV, tapi secara umum ini disebabkan oleh adanya sesuatu yang mengganggu keseimbangan bakteri di vagina, meski para ahli tak yakin itu apa.

Cairan Wanita atau Cairan Vagina Berbusa, Bau Tak Sedap, dan Warna Keabuan atau Hijau
Kemungkinan: Trichomoniasis.

Ini adalah penyakit kelamin yang paling umum di perkotaan. “Trichomoniasis disebabkan oleh organisme yang hidup di handuk, vibrator, dan berbagai benda mati lainnya,” ungkap Dweck. Sama seperti penanda, kebanyakan pria dan wanita tidak merasakan berbagai gejala, tetapi jika tidak segera diobati dengan benar dapat membuat seorang wanita lebih mudah tertular HIV dan jika ia hamil akan sangat memengaruhi kesehatan janinnya.

Kabar baiknya adalah, penyakit ini dapat disembuhkan jika segera diobati dengan resep yang tepat. Lantas, bagaimana bila cairan vagina mengandung darah?

Cairan Wanita atau Cairan Vagina Berdarah
Kemungkinan: Pendarahan.

Kenapa cairan vagina atau keputihan mengandung darah? Ini sering terjadi selama beberapa bulan pertama setelah seorang wanita mengonsumsi pil KB, di mana tubuhnya menyesuaikan dengan hormon baru, ia biasanya mengalami masa di mana ada darah di cairan vaginanya.

Jika cairan yang keluar berwarna merah tua atau kecokelatan, bisa jadi itu hanya sisa darah dari periode Anda. Tapi, dalam beberapa kasus, cairan vagina yang mengandung darah bisa menjadi sinyal penyakit yang membutuhkan pengobatan serius. Misalnya, prakanker serviks.

“Segera periksakan ke dokter, sehingga dokter dapat mengetahui dan menghindari sesuatu yang lebih serius,”  kata Dweck.

Tanda-tanda Ketidaknormalan Cairan Vagina

Tanda-tanda Ketidaknormalan Cairan Vagina-Alodokter

Cairan vagina sebenarnya berperan penting dalam menjaga kebersihan organ intim dengan membawa keluar sel mati dan bakteri dari vagina dan leher rahim. Cairan ini bisa jadi meningkat dan mengeluarkan bau berbeda di masa menyusui, ovulasi, atau saat terangsang secara seksual.

Namun yang perlu diwaspadai adalah ketika terjadi perubahan warna, volume, serta aroma yang ditimbulkan. Lebih lanjut dari itu, patut juga diperhatikan jika diiringi oleh kondisi-kondisi lain, seperti rasa gatal, nyeri, dan pendarahan.

Mengenali Ciri-ciri dan Penyebabnya

Semua perubahan pada cairan vagina dapat mengindikasikan adanya infeksi vagina. Waspadai jika:
  • Terjadi perubahan pada warna cairan vagina misalnya dari yang biasanya putih menjadi kuning kehijauan.
  • Mendadak cairan vagina menjadi berbau tidak sedap atau tajam.
  • Volume cairan vagina mendadak meningkat.
  • Keluarnya cairan vagina diiringi gejala lain, seperti rasa gatal atau nyeri pada bagian kemaluan atau perut.
  • Terjadi pendarahan di luar masa menstruasi.
Infeksi yang menyebabkan perubahan cairan vagina umumnya terjadi akibat ketidakseimbangan bakteri pada vagina. Penyebab secara spesifik cairan vagina yang tidak wajar adalah:
  • Sariawan pada vagina akibat infeksi jamur.
  • Infeksi pada vagina akibat vaginosis bakteri.
  • Infeksi menular seksual (IMS) seperti trikomoniasis, klamidia atau gonorea.
Keputihan yang tidak normal juga dapat disebabkan oleh penggunaan benda tertentu atau komplikasi dari penyakit lain, seperti:
  • Konsumsi steroid.
  • Konsumsi antibiotik.
  • Konsumsi pil KB.
  • Penggunaan sabun atau losion beraroma.
  • Kanker serviks.
  • Diabetes.
  • Vaginal atrofi: pengeringan dan penipisan dinding vagina selama menopause.
  • Iritasi di sekitar vagina atau vaginitis.
Mengenali ciri-ciri dan penyebab cairan vagina yang abnormal dapat membuat Anda mengetahui apa saja hal yang perlu dilakukan selanjutnya.

Apa yang Harus Dilakukan?

Memeriksakan diri ke dokter adalah cara terbaik untuk mendiagnosis penyebab perubahan warna dan bau cairan vagina. Panduan berikut ini dapat menjadi informasi awal:

Cairan warna putih atau abu-abu dengan aroma amis.
 Jika cairan semacam ini muncul dari vagina, terutama setelah penetrasi seksual, Anda bisa jadi mengidap vaginosis bakteri atau bacterial vaginosis (BV). Infeksi yang tergolong umum dan tidak menular secara seksual ini tidak menyebabkan iritasi atau gatal. Kondisi ini biasanya dapat ditangani dengan antibiotik.
Cairan encer atau berwarna putih yang diiringi rasa gatal. Kondisi ini umumnya disebabkan infeksi jamur yang menyebabkan nyeri dan gatal di sekitar vagina. Cairan yang tidak menimbulkan bau tajam ini tidak menular dan pernah dialami hampir semua wanita. Kondisi ini dapat ditangani dengan obat antijamur yang dijual bebas.

Cairan warna kuning, hijau, atau bahkan berbusa. Cairan ini umumnya bervolume tinggi, beraroma tidak sedap, dan disebabkan oleh IMS trikomoniasis. Infeksi ini disebabkan oleh parasit. Gatal, nyeri, dan bengkak di sekitar vagina, serta nyeri saat buang air kecil adalah gejala lain yang mungkin terasa. Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan antibiotik metronidazole yang diresepkan.  

Cairan vagina yang menyebabkan area di sekitar organ kelamin melepuh. Kondisi ini disebabkan virus herpes yang menyebabkan nyeri dan kulit di sekitar vagina melepuh. Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan tablet antivirus.  

Cairan abnormal dengan rasa nyeri atau pendarahan. Kondisi yang umumnya disebabkan klamidia atau gonorea ini mengakibatkan nyeri pada kemaluan yang biasanya dirasakan saat buang air kecil. Pendarahan biasanya terjadi setelah melakukan hubungan seksual. IMS yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan infeksi pada ovarium, tuba falopi, dan rahim. Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan dengan antibiotik.

Semoga artikel Kenali Tanda Cairan Wanita Berbau atau Tak Normal Pada Vagina tersebut bermanfaat. Jaga selalu kesehatan organ wanita Anda. Bila memerlukan perawatan secara alami, silakan menggunakan sabun perawatan vagina secara alami dengan teratur.
Baca Juga :
Asalasah | Sumber: http://segar-rileks.blogspot.co.id/2016/01/cara-mengenali-tanda-cairan-wanita.html