WOW! Penduduk Semakin Kurang, Singapura Tutup Puluhan Sekolah

Asalasah ~ SINGAPURA - Sebanyak 22 sekolah menengah akan bergabung selama dua tahun mendatang akibat ukuran kuota siswa yang semakin kecil, menurut pernyataan dikeluarkan Kementerian Pendidikan Singapura (MOE).

Ini merupakan penggabungan sekolah yang terbesar dilakukan sejak lima tahun lalu dan MOE menyalahkan kondisi itu disebabkan tingkat kelahiran bayi baru yang kian memburuk di Singapura sejak dua dekade lalu.
http://www.asalasah.com/2016/03/wow-penduduk-semakin-kurang-singapura.html

Ini menyebabkan permintaan untuk tempat-tempat dalam sekolah turut berkurang sehingga mengakibatkan terjadi situasi "tempat-tempat untuk murid sekolah menengah yang sangat berlebihan di tingkat nasional".

Tujuh dari 22 sekolah itu tidak menerima seorang pun siswa Menengah 1 untuk 2016, menindaklanjuti pendaftaran berakhir. Hanya 38,600 siswa dimasukkan ke sekolah-sekolah menengah setelah pendaftaran Menengah 1 itu.

http://www.asalasah.com/2016/03/wow-penduduk-semakin-kurang-singapura.html

Sekolah menengah yang akan bergabung pada Januari 2017

  • Balestier Hill dan Beatty - sekolah yang terintegrasi akan berada di Sekolah Menengah Beatty
  • Henderson dan Bukit Merah (sekolah akan berlokasi di Sekolah Menengah Bukit Merah)
  • MacPherson dan Broadrick (sekolah akan berlokasi di SMA Broadrick)
  • North View dan Northland (sekolah akan berlokasi di SMA Northland)
  • Pioneer dan Boon Lay (sekolah akan berlokasi di SMA Boon Lay)
  • Siglap dan Coral (sekolah akan berlokasi di SMA Coral)
  • Si Ling dan Marsiling (sekolah akan berlokasi di SMA Marsiling)
Daftar yang akan bergabung pada Januari 2018
  • Bedok North dan Damai (sekolah akan berlokasi di SMA Damai)
  • Bishan Park dan Pierce (sekolah akan berlokasi di SMA Pierce)
  • Chong Boon dan Yio Chu Kang (sekolah akan berlokasi di SMA Yio Chu Kang)
  • Greenview dan Kuningan (sekolah akan berlokasi di SMA Kuningan).

"Jumlah siswa yang memadai diperlukan bagi sebuah sekolah untuk menawarkan berbagai pilihan program pendidikan dan kegiatan luar kelas bagi para siswanya," menurut MOE yang dikutip stasiun Channel NewsAsia.

"Sekolah menengah dengan jumlah kemasukan siswa yang sangat rendah akan merasa cukup menantang untuk menawarkan berbagai pilihan program pendidikan terbaik akibat jumlah siswa yang terlalu kecil tidak ekonomis.

"Ini akan mempengaruhi pengalaman proses pembelajaran siswa terlibat secara lebih praktis," menurut pernyataan dikeluarkan kementerian tersebut yang disiarkan kantor berita resmi lokal MediaCorp Singapura.

Nama sekolah yang terintegrasi itu bagaimanapun belum diputuskan dan MOE menyatakan bahwa sekolah-sekolah tersebut diidentifikasi untuk bergabung berdasarkan banyak faktor seperti ukuran masuknya siswa.

Pihak kementerian turut mempertimbangkan aspek fasilitas dan kemampuan untuk menampung siswa yang banyak serta lokasi sekolah pula dipilih karena dekat transportasi umum, mutu bangunan dan prasarananya.

MOE menambahkan ia akan bekerjasama dengan pihak sekolah itu untuk memastikan proses transisi berjalan lancar bahkan lokasi baru juga bakal menempatkan ruang warisan bagi memamerkan sejarah sekolah asal.

Sebelum ini, dua pasangan sekolah telah terintegrasi pada 2011, sementara empat pasangan sekolah yang bergabung sudah mulai beroperasi awal tahun ini akibat kasus kekurangan murid

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: http://www.mynewshub.cc/2016/03/06/rakyat-makin-kurang-singapura-tutup-sekola/