Apa Bedanya angin nitrogen dan angin biasa ? Ini Dia Penjelasannya

Asalasah ~ Saat mengisi angin untuk ban di bengkel, pom bensin, ataupun tukang ban di pinggir jalan, Anda pasti akan dijumpai oleh pilihan, angin nitrogen dan angin biasa? Apa yang membedakan kedua jenis angin tersebut pada penggunaan ban kendaraan?
http://1.bp.blogspot.com/-xcZ_APJ1sCw/UFl6KZ6I_dI/AAAAAAAAAMs/nemUzBagQk8/s1600/nitrogen.jpg

Angin ban kendaraan yang umum terbagi dua; angin biasa dan angin nitrogen. Bagi pengguna kendaraan bermotor, mungkin sudah memahami fungsi, beda, dan keuntungan dari masing-masing kedua angin tersebut. Namun ada beberapa poin yang membedakan cara kerja dan fungsi dari kedua jenis angin ban tersebut.

Bagi Anda pengguna sepeda motor, seperti skutik, ada beberapa hal yang harus dipahami. Dengan ukuran palang pelek ban lebih kecil--ukuran umum 14--dibandingkan dengan motor bebek atau sport--ukuran 17/18--membuat para pengguna skutik harus memerhatikan hal-hal dasar seperti penggunaan angin ban secara tepat.

Zulpata Zainal, Proving Ground Manager di salah satu jenama ban ternama Indonesia, melalui sambungan telepon dari Beritagar.id, memaparkan ada beberapa hal yang membedakan antara angin biasa dan nitrogen. Berikut penuturannya.

Peningkatan suhu nitrogen lebih lambat dari angin biasa
Dengan menggunakan nitrogen, tekanan angin ban cenderung lebih stabil ketimbang angin biasa. Hal ini disebabkan partikel molekul nitrogen lebih besar dari molekul angin biasa, sehingga angin sulit untuk keluar dari pori-pori ban.

Efisien
Dengan butiran nitrogen lebih besar dari angin biasa, angin nitrogen tak cepat berkurang. Hal ini memengaruhi laju kendaraan yang membuat kendaraan apapun lebih hemat bahan bakar. Sebab tekanan angin yang kurang dapat menghambat laju kendaraan sehingga membutuhkan tenaga mesin lebih besar dan berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar.

Jika tekanan angin pada ban optimal, maka tapak ban akan menempel lebih sempurna di permukaan jalan sehingga membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit sekitar 3,3 persen.

Tekanan angin baisa cepat berkurang
Nilai lebih lainnya adalah suhu nitrogen lebih rendah dibandingkan oksigen. Dengan menggunakan nitrogen maka suhu udara dalam ban akan lebih stabil, tidak naik turun, sehingga ban juga terhindar dari risiko meletus akibat kepanasan. Bagi kendaraan yang disimpan dalam jangka waktu cukup lama, udara nitrogen dapat bertahan selama satu hingga tiga minggu lebih lama dibanding angin biasa

Lebih tahan Lama
Penggunaan angin biasa dapat menyebabkan karet ban menjadi cepat uzur dan keras karena proses oksidasi. Bagi Anda yang ingin mudik menggunakan skutik, penerapan nitrogen pada ban skutik patut dicoba. "Intinya baik angin biasa dan nitrogen isi dengan tekanan yang sesuai dengan rekomendasi kendaraan," tutur pria yang akrab disapa Pak Zul.

Dengan usia angin nitrogen yang lebih baik, penggunaan ini lebih cocok untuk menemani perjalanan jauh Anda, seperti mudik Lebaran yang akan tiba. Tekanan angin nitrogen yang lebih tahan lama di dalam ban menjadi rekomendasi untuk ban skutik Anda ketika mudik lebaran.

Salah satu skutik yang dapat menemani perjalanan Anda mudik adalah skutik terbaru dari Yamaha, yaitu Yamaha Mio Z. Skutik ini sudah menggunakan ban berukuran lebar--depan 80/80, belakang 100/70--yang memberikan rasa aman saat berakselerasi di berbagai kondisi medan jalan.

Dibekali mesin berkapasitas 125 cc berteknologi Blue Core, Mio Z memiliki performa yang baik untuk menemani mudik Lebaran. Hadirnya teknologi Blue Core membuat konsumsi bahan bakar lebih irit tanpa harus mengorbankan performanya. Blue Core merupakan inovasi mesin terbaru yang dapat menyempurnakan proses pembakaran sehingga dapat membuat penggunaan bahan bakar lebih efisien.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: https://beritagar.id/artikel/otogen/penjelasan-perbedaan-angin-nitrogen-dan-angin-biasa