Ilmu Untuk Menderaskan rezeki

Asalasah ~ Hampir semua orang mengharapkan kualitas ekonomi dan finansial yang memadai. Tujuannya agar kesejahteraan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari mereka (selain pokok, sampingan, dan barang mewah), tercukupi dengan baik. Namun, setelah bekerja keras siang malam, hanya saja sering mendapatkan hasil yang kurang memuaskan. Atau anda kadang iri melihat orang lain, yang hanya bekerja sekian jam saja, sudah bisa mendapatkan uang yang mencengangkan jumlahnya.

Untuk itu, saya kali ini akan memberi tahu anda, bagaimana rahasianya orang-orang seperti itu bekerja. Insya Allah, jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dan punya keyakinan, apapun yang anda usahakan akan lancar.
https://3.bp.blogspot.com/-V3HtEipdq5o/U-rT0ATQSbI/AAAAAAAAC2o/0CSWmuXcRhM/s1600/rezeki1.jpg

1. LUNASI HUTANG-HUTANG ANDA.

Jangan pernah berharap bisa mendapatkan penghasilan atau rezeki yang melimpah, tetapi gemar berhutang dan enggan melunasi. Sebab tersendatnya rezeki anda, salah satunya adalah; mempunyai hutang tapi tidak ada upaya untuk melunasinya.

Ketika anda berhutang, pihak yang anda hutangi telah anda persulit. Walau di dalam Islam si pemberi hutang ditekan untuk mempermudah orang yang berhutang, tetap saja harus ada usaha nyata agar hutang anda terlunasi segera. Jika ada kesengajaan memperlambat bayaran hutang, anda telah mempersulit si pemberi hutang. Kita tidak pernah tahu kesulitan mereka, apakah mereka juga sedang butuh uang untuk keperluan lain, atau tidak. Kecuali mereka yang mengabari.

"Jika engkau mempersulit urusan orang, maka Allah akan mempersempit urusan mu."

Rezeki yang tersumbat dan tidak lancar, bisa karena anda mempunyai hutang-hutang yang belum anda lunasi. Segera niatkan untuk melunasinya, dan Insya Allah, niat itu akan dimudahkan oleh Allah.

Berikut paparan tentang bahaya hutang untuk anda dalam Islam ::

1. Akan menyusahkan dirinya di akhirat kelak. Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِىَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ

“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

2. Jiwanya masih menggantung hingga hutangnya lunas. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ

“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi no. 1078 dan Ibnu Majah no. 2413. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Al ‘Iroqiy mengatakan, “Urusannya masih menggantung, artinya tidak bisa kita katakan ia selamat ataukah sengsara sampai dilihat uhtangnya tersebut lunas ataukah tidak.” (Tuhfatul Ahwadzi, 3/142). Asy Syaukani berkata, “Hadits ini adalah dorongan agar ahli waris segera melunasi hutang si mayit. Hadits ini sebagai berita bagi mereka bahwa status orang yang berhutang masih menggantung disebabkan oleh hutangnya sampai hutang tersebut lunas.

Ancaman dalam hadits ini ditujukan bagi orang yang memiliki harta untuk melunasi hutangnya lantas ia tidak lunasi. Sedangkan orang yang tidak memiliki harta dan sudah bertekad ingin melunasi hutangnya, maka ia akan mendapat pertolongan Allah untuk memutihkan hutangnya tadi sebagaimana hal ini diterangkan dalam beberapa hadits.” (Nailul Author, 6/114).

Penjelasan Asy Syaukani menunjukkan ancaman bagi orang yang mampu melunasi hutang lantas ia tidak amanat. Ia mampu melunasinya tepat waktu, namun tidak juga dilunasi. Bahkan seringkali menyusahkan si pemberi hutang. Padahal si kreditur sudah berbaik hati meminjamkan uang tanpa adanya bunga dan mungkin saja si kreditur butuh jika hutang tersebut lunas.

3. Diberi status sebagai pencuri jika berniat tidak ingin mengembalikan hutang. Dari Shuhaib Al Khoir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِىَ اللَّهَ سَارِقًا

“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah no. 2410. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih). Al

Munawi mengatakan, “Orang seperti ini akan dikumpulkan bersama golongan pencuri dan akan diberi balasan sebagaimana mereka.” (Faidul Qodir, 3/181)

4. Berhutang sering mengantarkan pada banyak dusta. Dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَانَ يَدْعُو فِى الصَّلاَةِ وَيَقُولُ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ » . فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مِنَ الْمَغْرَمِ قَالَ « إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ  .

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdo’a di dalam shalat: Allahumma inni a’udzu bika minal ma’tsami wal maghrom (Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan banyak hutang).” Lalu ada yang berkata kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kenapa engkau sering meminta perlindungan dari hutang?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Jika orang yang berhutang berkata, dia akan sering berdusta. Jika dia berjanji, dia akan mengingkari.” (HR. Bukhari no. 2397 dan Muslim no. 589).

Al Muhallab mengatakan, “Dalam hadits ini terdapat dalil tentang wajibnya memotong segala perantara yang menuju pada kemungkaran. Yang menunjukkan hal ini adalah do’a Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berlindung dari hutang dan hutang sendiri dapat mengantarkan pada dusta.” (Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 12/37). Realita yang ada itulah sebagai bukti. Orang yang berutang seringkali berdusta ketika pihak kreditur datang menagih, “Kapan akan kembalikan utang?” “Besok, bulan depan”, sebagai jawaban. Padahal itu hanyalah dusta dan ia sendiri enggan melunasinya.
 -----------------------------------------------------------------------
2. JANGAN PELIT BERSEDEKAH.

Allah Tabaraka wata’ala berfirman (di dalam hadits Qudsi): “Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.” (HR. Muslim)
------------
Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad)
---------
Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi)
---------
Satu dirham memacu dan mendahului seratus ribu dirham. Para sahabat bertanya, “Bagaimana itu?” Nabi Saw menjawab, “Seorang memiliki (hanya) dua dirham. Dia mengambil satu dirham dan bersodaqoh dengannya, dan seorang lagi memiliki harta-benda yang banyak, dia mengambil seratus ribu dirham untuk disodaqohkannya. (HR. An-Nasaa’i)
-----------

Keempat Hadits di atas rasanya cukup untuk menjadi motivasi, "mengapa harus sedekah?"

Imam 'Ali bin Abi Thalib termasuk salah satu sahabat Rasulullah yang ekonominya lemah. Beliau sekeluarga sering tak makan dalam waktu 2 atau 3 hari berturut-turut. Tetapi, satu hal utama yang membuatnya mulia adalah; BELIAU TIDAK PERNAH PELIT BERSEDEKAH!"

Jika ia punya uang 6 dirham di tangan, jika 6 dirham itu menjadi bentengnya dari api neraka di akhirat kelak, ia lebih memilih mensedekahkan kesemuanya daripada sebagian. Demikian juga dengan Sayyidah Fatimah Az-Zahra, istri beliau. Putri Rasulullah ini bahkan saking tak punya apa-apanya suatu waktu, namun masih ingin bersedekah, memberikan kalung perak pemberian Ayahnya sebagai hadiah pernikahannya dengan 'Ali untuk seorang pengemis. Padahal kalung itu sangat berarti dan berharga oleh beliau.

Namun, adakah kita mendengar berita kematian mereka karena lapar ? adakah kita mendapati mereka diberitakan orang, "Hei, Imam 'Ali mati kelaparan karena kebanyakan sedekah!"..

Justru mereka sering mendapatkan rezeki yang tak disangka-sangka setelah bersedekah. 'Ali pernah mendapat uang 300 dirham setelah bersedekah 6 dirham, melalui perantara seorang penjual dan pembeli unta, yang ternyata adalah perwujudan manusianya Malaikat Jibril dan Mikail.

Dan masih banyak lagi kisah-kisah mencengangkan tentang sedekah yang tidak mungkin dituliskan pada catatan ini saking banyaknya. Namun, jika anda mengimani Allah, maka anda tidak punya alasan untuk tidak yakin dengan janji-Nya. Jika Dia menjanjikan ini dan ini, maka percayalah, Allah akan membuktikannya.

MENGAKU IMAN KEPADA ALLAH DAN KEKUASAANNYA ? SILAHKAN SEDEKAH DAN YAKIN! TANPA, "TAPI..." ATAU PUN KOMA.
  -----------------------------------------------------------------------

3. PERHATIKAN IBADAH & AMALIYAH LAINNYA.


Jika suatu waktu anda merasa tidak diperlakukan adil dibanding dengan orang-orang lainnya, coba tanya pada diri anda, "Sudahkah saya 'memperlakukan' Allah dengan baik?"

Undang Allah dalam jamuan anda dengan berpuasa, dan berbuka di waktu maghribnya. Undang Allah dalam pertemuan mesra dengan qiyamul lail / ibadah malam pada bagian sepertiganya. Jangan melawan perintahnya dan jadi pembangkang.

Selama ini anda bekerja keras siang malam ? Aduuuuhhh! Itu Anda sudah melalaikan Allah banget! Bekerja keraslah dengan cerdas. Tanpa melalaikan tubuh anda, keluarga anda, dan Tuhan anda. Jika dipagi hari, sebelum berangkat kerja atau di tempat kerja, sempatkanlah shalat dhuha. Khalifah Umar bin Khattab adalah manusia yang memiliki wibawa tinggi, kemuliaan dimata manusia, wajahnya bercahaya walau kulitnya (maaf) menghitam sejak jadi khalifah, dan rezekinya selalu tercukupi yang tidak seret. Rahasianya cuma satu; Beliau tidak pernah meninggalkan shalat dhuha setiap waktu dhuha masuk.

Jika sehabis shalat fardhu, sempatkanlah untuk dzikir dan berdo'a yang banyak. Di saat seperti tiga malam, dirikanlah tahajjud walau hanya sebentar, 2 raka'at saja.

Justru orang yang seperti ini, tidak pernah terlihat kelelahan dan murung karena terlalu bekerja keras. Karena ia menyempatkan waktunya untuk Allah, maka Allah 'mengupah' waktunya yang terpakai untuk Nya itu dengan nikmat yang tidak akan kita sangka.

Jika anda sudah memperlakukan Allah dengan baik, maka Allah akan memperlakukan anda lebih baik dengan layanan yang terbaik.
 -----------------------------------------------------------------------
4. SUDAH KAH ANDA BERDO'A BERSUNGGUH-SUNGGUH ?

Hal penting yang paling sering di abaikan oleh orang-orang adalah; Berdo'a!

Mintalah dengan sungguh-sungguh dan penuh pengharapan. Yakin bahwa Allah akan mengabulkan do'a anda. Karena itu adalah janji-Nya kepada hamba-hamba yang menggantungkan keputusan urusannya kepada Nya.

Dalam Al Qur'an, Allah SWT berfirman: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al Baqarah : 186)

jika seorang hamba bertaubat dengan taubatan nashuha (yang tulus), maka Allah akan menerima taubatnya. Jika dia yakin do’anya akan dikabulkan, maka Allah akan mudah mengabulkan. Berbeda jika kondisinya sudah putus asa dan sudah berburuk sangka pada Allah sejak awal.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman,

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى

“Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih).

Mengenai makna hadits di atas, Al Qodhi ‘Iyadh berkata, “Sebagian ulama mengatakan bahwa maknanya adalah Allah akan memberi ampunan jika hamba meminta ampunan. Allah akan menerima taubat jika hamba bertaubat. Allah akan mengabulkan do’a jika hamba meminta. Allah akan beri kecukupan jika hamba meminta kecukupan. Ulama lainnya berkata maknanya adalah berharap pada Allah (roja’) dan meminta ampunannya” (Syarh Muslim, 17: 2).
Dari artikel Sesuai Persangkaan Hamba pada Allah — Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah by null

Nah, jika Allah sudah berjanji, kenapa anda masih ragu untuk berdo'a? Jika anda ragu dan kurang yakin, kenapa anda mengimani Allah ?Anda beriman ? Anda yakin ? Jika ya, cukup "YA" saja. Tanpa koma. Hanya titik. Dan tidak menambahkan kata "tapi!".Anda hanya perlu bersabar dan tetap berikhtiar. Karena apapun yang anda minta akan sampai ketangan anda.
 -----------------------------------------------------------------------
5. SABAR, DAN JANGAN BERHENTI BERGERAK.


Berkesinambungan dengan poin yang nomor 4, sabar itu bagian terpenting dalam hidup. Jika bersabar, anda akan melihat banyak hal. Jika bersabar, anda akan mempelajari banyak hal. Jika bersabar, anda akan mendapatkan lebih banyak daripada orang yang tak bersabar.
 -----------------------------------------------------------------------
6. LAKUKAN SESUATU YANG BERMANFAAT UNTUK ORANG LAIN.

Maka Allah akan melakukan sesuatu yang lebih baik untuk anda. Saya sendiri merasakannya. Ketika atasan di kantor meminta tolong untuk di beli kan gorengan karena terlalu sibuk, saya mengiyakan walau ada rasa berat karena saya akan berangkat menuju tempat lain karena ada urusan juga. Saya sebenarnya juga kasihan karena dia lembur waktu itu dan hanya sendirian di kantor. Dia menitipkan uang Rp 20.000, dan bergegaslah saya mencari tukang gorengan senja itu.

Untuk uang sebesar itu, di kota saya termasuk kecil nilainya. Di karenakan harga barang-barang disini lumayan mahal dan tinggi. termasuk gorengan! Bahkan ada yang menjual 3-4 potong per lima ribu rupiah. Entah kenapa, waktu itu mata saya tertuju kepada sebuah gerobak yang memajang tulisan, "TAHU, PISANG, BAKWAN, GORENG". Saya mengarahkan kendaraan ke sana. Dan langsung menyebutkan jumlah uangnya sambil memesan, "Bang, campur ya.. 20.000!"

Dengan cekatan ia membungkus gorengan yang saya pesan. Satu, dua, tiga... dan tiba-tiba saja dalam satu bungkus itu ada gorengan yang jumlahnya 20 potong. Masya Allah! seumur-umur saya beli gorengan di kota ini, baru kali ini dapat sebanyak itu dengan jumlah uang segitu. Dan itu baru bungkus yang pertama! Pada bungkus yang kedua, ia mengisi sekitar 12 apa 15 potong gitu karena di bungkusan yang pertama sudah tidak muat.

Sampai di kantor mengantarkan pesanan beliau, dia ternyata juga kaget. Setelah bungkus pertama yang 20 potong di salin ke piring, ia lantas mengatakan, "Yang satu, ambil saja.. kebanyakan ini..".

Alhamdulillah, malam itu, saya dapat gorengan tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Saya yakin ini cara Allah bekerja, pada awalnya saya memang ingin beli gorengan pada senja itu dengan uang sendiri sebelum ia meminta tolong pada saya. Tetapi berhubung atasan itu sudah memberikan satu bungkus itu pada saya, ya sudah, saya urungkan niat saya.

Itu baru contoh dan efek kecil dari sebuah perbuatan kecil. Bagaimana jika sebuah perbuatan besar untuk orang-orang disekitar anda? Tentu balasannya akan jadi lebih besar. Kenapa harus ragu dan pelit untuk membantu orang lain sebisa kita, jika Allah telah menjanjikan balasan untuk anda? Kan ?
  -----------------------------------------------------------------------
7. ANDA BOLEH KESAL, TAPI TIDAK UNTUK MENGELUH.

Anda pun boleh menyalahkan orang lain, tetapi seperlunya saja. Jadikanlah kekesalan anda itu daya untuk kemajuan anda. Lampiaskan energi keluhan itu untuk bergerak lebih banyak. Memang, di waktu-waktu tertentu, orang lain berpengaruh dalam kegagalan anda. Tapi harus yakin lagi; Allah menurunkan ujian dan teguran itu melalui perantara orang tersebut. Jadi, tidak ada alasan untuk membenci-mati kesalahan orang lain yang berakibat buruk bagi diri anda. Karena semua hal buruk yang terjadi kepada anda, asalnya dari anda sendiri.

Jadi, tetap berupaya. Jaga semangat kerja anda!
  -----------------------------------------------------------------------
8. JANGAN PERNAH MENCELA NIKMAT DAN REZEKI SEKECIL APAPUN.

Jika di hari ini cuma mendapat penghasilan Rp. 1000, janganlah berkecil hati dan mencelanya. Jika di hari ini cuma dapat makan ikan kering dan sambal giling tanpa ditumis, janganlah mencela makanan yang rupanya mungkin buruk itu. Pikirkan skenario terburuk dari sebuah nikmat yang anda dapatkan.

Hari itu anda pulang membawa uang 10 juta rupiah, hasil dari bekerja dihari ini. Di tengah jalan, anda ditodong rampok dan uang anda dirampas. 10 juta rupiah hilang, dan itu bisa dibilang kehilangan yang cukup besar. Coba bandingkan kalau seandainya hari itu anda hanya membawa uang Rp. 1000. Rampok rasanya tidak akan berselera mengintai anda.

Atau di hari ini anda hanya makan ikan kering saja. Tiba-tiba seekor kucing pencuri datang, dan mencuri ikan anda. Coba bandingkan kalau seandainya hari itu anda dapat satu kilo daging ayam goreng. Kucing mencuri dan membawanya lari. Kekesalan anda tentu akan memuncak karena makanan enak seperti itu yang dicurinya.

Cobalah untuk yakin bahwa, "setiap jumlah dan apa-apa hasil usaha anda di hari ini, pasti punya rahasia kenapa segini jumlahnya!"

Cobalah fikirkan skenario terburuk dalam setiap kejadian dari nikmat yang kita dapat di hari ini. Lalu, jadilah orang yang bersyukur walau cuma dapat sebanyak itu di hari ini.

Cobalah untuk yakin bahwa, Hikmah dari setiap keputusan dan ketetapan Allah itu ada. Karena Allah pula lah yang menjadi Raja Hikmah-nya.

Cobalah untuk tidak mencela makanan yang mungkin buruk rupanya di mata anda. Bahkan seekor kucing pun tidak pernah mengumpat karena sedikitnya nikmat yang ia dapatkan.Ketika anda mencela apa-apa yang anda dapat, malaikat anda tersinggung dengan ulah anda. Allah akan mengabaikan anda.

Terkadang yang sedikit itu untuk menguji kadar kesabaran dan keimanan kita. Kadang yang sedikit itu sebagai teguran untuk kita karena malas atau lalai. Kadang yang sedikit itu didapat sebagai jalan untuk bersyukur.Ketika sebuah nikmat kecil anda syukuri dengan rasa syukur yang besar, apakah itu lebih baik daripada mensyukuri nikmat yang besar-besar saja?Mensyukuri nikmat daging ayam panggang, atau mensyukuri nikmat rumah mewah, itu biasa dan wajar harus bersyukur. Tetapi, orang yang bisa bersyukur dengan rasa syukur yang luar biasa untuk nikmat sepotong ikan kering ? Itu baru mantaf!

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: http://wardahart.blogspot.co.id/2012/05/ilmu-penderas-rezeki-p.html