Review Taman Hutan Mangrove PIK Tempat Asik Liburan Jakarta

Asalasah ~ Bagi kamu yang di jakarta, berwisata yang menyenangkan tak harus jauh-jauh bukan? Kita bisa mengunjungi hutan mangrove tanpa perlu menempuh perjalanan yang jauh misalnya ke Jawa Timur. Taman Wisata Mangrove Angke Kapuk bisa dijadikan salah satu destinasi piknik di Jakarta. Lokasinya pun mudah dijangkau dengan transportasi umum. Meskipun saya tinggal di Selatan sedangkan kawasan mangrove ini ada di Jakarta Utara, saya tidak kesulitan untuk mencapainya. Dengan naik Comuter Line dari Stasiun Pondok Ranji turun di Stasiun Palmerah lalu berjalan kaki ke halte busway transjakarta Grogol Petamburan (cukup jauh bagi yang tidak terbiasa berjalan kaki), kemudian turun di halte Semanggi untuk berganti bus transjakarta Blok M-Kota, lalu turun di halte Monas.

Di sana kita tinggal menunggu BKTB (Bus Kota Terintegrasi Busway) Jurusan PIK. Untuk menuju hutan mangrove maka kita turun di depan yayasan Buda Tzu Chi lalu tinggal berjalan ke arah belakang maka sampailah kita di hutan wisata alam mangrove ini. Tiket masuknya Rp 25.000. Ada baiknya jangan ke sana di siang hari karena area yang tidak dinaungi pepohonan sangat panas, apalagi area pantai. Untuk pulangnya kita bisa menunggu bus trans jakarta busway lagi di depan yayasan Budha Tzu Chi atau menunggu di area bertanda BKTB.
gerbang masuk
Sesampainya di sana kemarin, kami melihat ada beberapa rombongan yang sedang berfoto-foto dalam rangka pre wedding maupun untuk buku tahunan angkatan. Herannya nih yang foto buku tahunan banyak yang memakai heels di jalanan sepanjang mangrove yang terbuat dari kayu gelondongan. Barangkali bisa menjadi tips bagi yang ingin berfoto di sana bisa membawa sandal atau sepatu yang lebih nyaman di kaki, heels dipakai saat foto saja jangan untuk jalan-jalan karena sepertinya akan sakit sekali dan kelihatannya rawan keseleo atau terpeleset.
Selain foto, di sana kita bisa camping. Jangan khawatir hujan atau binatang melata dari rawa mangrove, camping di sini sudah diakomodasi dengan fasilitas yang memadai dengan pilihan camp ground ataupun villa.
Bagi yang ingin berwisata singkat seperti saya bisa berjalan-jalan mengenali tanaman mangrove ke seluruh area dan melihat burung dari menara. Banyak sekali burung putih yang sepertinya sejenis belibis. Ternyata taman wisata mangrove ini dekat sekali dengan bandara karena ketika di sana beberapa kali kami melihat pesawat terbang dalam jarak yang cukup rendah. Di sana juga menyediakan aneka wisata air, bisa canoeing maupun sepeda air yang berupa bebek besar, pas banget bagi yang mendambakan kesejukan setelah tersengat matahari saat mengelilingi area mangrove ^^
menara pengamatan burung
pemandangan dari menara
Selain itu disediakan juga wisata penanaman mangrove. Di sana banyak tanaman mangrove dengan label instansi atau perusahaan tertentu yang telah melaksanakan CSR dengan menanam mangrove.

Karena sudah menempuh perjalanan jauh dari selatan ke utara, kami benar-benar berusaha mengunjungi semua lokasi di area hutan mangrove ini termasuk ke area pantai, di sana panas sekali.
Sejauh ini saya sangat puas berkunjung ke hutan mangrove karena ini kali pertama bagi saya. Lokasi hutan mangrove ini cukup terawat, semoga dengan naiknya tiket masuk seharga sekarang perawatan taman wisata dapat berjalan dengan lebih maksimal. Toilet di sana bersih semua, airnya lancar. Musholanya juga besar dan gerbang ke mushola sangat cantik seperti pada foto pertama di atas. Lucunya, ketika akan sholat dzuhur di sana, seusai melepas sepatu kita akan berjalan menuju bangunan utama mushola dengan tiba-tiba otomatis lari sprint seolah dikejar sesuatu yang mengerikan karena lantai kayunya sangat panas di kaki. Ini menjadi pemandangan yang lucu bagi siapa saja yang sudah di mushola duluan, semua pasti tertawa melihat wisatawan lain  yang baru datang berlari-lari dengan wajah menyeringai menuju mushola.
Sayangnya untuk area dekat pantai mulai ada sampah dan beberapa pos kecil yang tidak terurus dan pembangunan entah apa seperti jembatan yang ditinggalkan begitu saja. Ke depannya semoga wisata ini semakin terkenal dan banyak dikunjungi karena jarang sekali ada hutan mangrove di kota besar bukan? Ada potensi wisata atas keunikan dan kelangkaannya. Namun semoga pengunjung turut menjaga taman wisata ini dan membuang sampah pada tempatnya, banyak disediakan tempat sampah di sana.  
ps. saya ketemu biawak dua kali >.<
Informasi tambahan:
 
Transportasi
Menuju Halte Transjakarta Monas bisa via Transjakarta Blok M-Kota (Koridor 1) dan Pluit-Tanjung Priok (Koridor 2)
Tarif tambahan untuk BKTB Rp 3500 (jika turun di PIK), R 2500 (Jika turun sebelum PIK), Rp 6000 (jika naik dari PIK di luar halte Transjakarta). Biasanya ongkos tambahan diminta selepas Halte Transjakarta Bandengan
Parkir
-Sepeda motor: Rp 5000
-Mobil: Rp 10.000
-Bus: Rp 50.000
 
Biaya Akomodasi
Tiket masuk
-WNI: Rp 25.000
-WNA: Rp 125.000
 
Perizinan mengambil foto dengan kamera selain kamera ponsel/HP Rp 1.000.000 (bisa untuk 7 orang)
Paket wisata menanam mangrove Rp 150.000
Paket menanam mangrove dengan papan nama instansi/ pribadi Rp 500.000
 
Sewa perahu
-6 orang: Rp 250.000 per perahu
-8 orang: Rp 350.000 per perahu
Sewa canoe/perahu dayung Rp 100.000 per 45 menit
 
Penginapan
Camping ground/rumah tenda seperti foto di atas Rp 300rb/malam max 2 org, kamar mandi luar
Rumah tenda di atas air Rp 450rb/malam max 2 org, kamar mandi luar
Villa mulai Rp 1.600.000 s.d. Rp 6.000.000
 
*Note: harga bisa berubah sewaktu-waktu

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: http://www.nianastiti.com/2015/01/referensi-liburan-jakartataman-hutan.html