WOW! Jutaan pemilik kendaraan bermotor di Jakarta menunggak pajak

Asalasah ~ Jutaan pemilik kendaraan bermotor di Jakarta menunggak pajak. Menurut data dari Dinas Pelayanan Pajak DKI tahun ini total tunggakan sudah mencapai Rp1,1 triliun. "Tunggakan ini berasal dari 450 ribu unit mobil dan 3,2 juta unit sepeda motor," ujar Wakil Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta, Edi Sumantri, seperti dipetik dari Beritajakarta.com. Tahun lalu, nilai tunggakan lebih besar, Rp1,2 triliun. Tunggakan ini dan berasal dari 3 juta sepeda motor dan 452 ribu mobil.


Jika mengacu pada data transportasi Jakarta 2014, jumlah penunggak pajak kendaraan itu besar. Data itu memuat, jumlah kendaraan mencapai 17,5 juta kendaraan. Terdiri dari sepeda motor 13 juta unit, 3,2 juta mobil penumpang, 673 ribu mobil barang, serta 362 ribu bus. Penunggak pajak sepeda motor mencapai 23 persen, sedangkan mobil mencapai 10 persen.

Namun Edi belum bisa memastikan data jumlah kendaraan yang menunggak pajak. Sebab masih perlu diverifikasi, karena diduga ada kendaraan yang hilang atau ditarik oleh leasing karena tidak mampu menbayar cicilan. "Kasus-kasus seperti itu tidak terlacak karena warga kerap tidak melapor," ujarnya.

Untuk mengoptimalkan penerimaan pajak, pemerintah Jakarta kembali menggelar penghapusan sanksi administrasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) tahun ini. Kesempatan penghapusan denda ini dibuka dari 2 Juli hingga 2 Agustus 2016. Edi berharap, kebijakan ini dapat menggenjot realisasi penerimaan pajak tahun ini.

Tahun lalu, kebijakan penghapusan denda pajak itu diterapkan pada Juli-Agustus dan November-Desember 2015. Realisasi penerimaan PKB tahun lalu, hanya mencapai Rp4,6 triliun dari target Rp6 triliun.

Jakarta menargetkan penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahun ini mencapai Rp 7,5 triliun. Target ini naik Rp500 miliar dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp7 triliun. Hingga medio Juli ini, realisasi penerimaan PKB mencapai Rp3,675 triliun atau baru 52 persen dari target.

Sedangkan BBNKB, ditargetkan Rp 4,8 triliun. Namun kini baru mencapai Rp2,522 triliun. Ia memprediksi penerimaan akan meningkat akhir tahun atau saat ramai pameran kendaraan bermotor di Jakarta. "Realisasi BBNKB sangat dipengaruhi faktor transaksi pembelian kendaraan bermotor," kata Edi seperti dikutip dari Kompas.com.

Pemerintah Jakarta berencana menaikkan pajak BBNKB guna menekan pertumbuhan kendaraan bermotor. Dinas Pelayanan Pajak (DPP) DKI Jakarta tengah menyiapkan revisi Perda No 2 tahun 2015 tentang Pajak Kendaraan Bermotor. Dalam revisi yang diajukan rencananya pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) akan dinaikkan menjadi 15 persen.

Selain itu, pemerintah juga akan memberlakukan pajak progresif. Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat menyatakan, pajak progresif akan berlaku buat satu keluarga yang tertera di Kartu Keluarga (KK). Setiap anggota keluarga harus membayar pajak progresif dari masing-masing kendaraan yang mereka beli. "Anaknya, bapaknya, istrinya (ibu) itu kena semua," ujarnya.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: https://beritagar.id/artikel/berita/jutaan-warga-jakarta-menunggak-pajak-kendaraan