Banyaknya Kasus Galaxy Note 7 Meledak, Saham Samsung Anjlok

Asalasah ~ Saham raksasa teknologi Samsung anjlok pada perdagangan Senin (12/9/2016) waktu setempat ke level terendah dalam dua bulan.

Anjloknya saham Samsung ini setelah perseroan meminta konsumen tidak menggunakan smartphone Galaxy Note 7 dan mengembalikan perangkat karena dikhawatirkan terbakar.

Saham Samsung tercatat turun 6 persen pada perdagangan di bursa saham Seoul, Senin.

Pekan lalu, Samsung menarik 2,5 juta unit ponsel Galaxy Note 7 setelah menerima laporan ponsel baru itu meledak saat atau setelah diisi dayanya.

Otoritas penerbangan AS dan global pun memperingatkan penumpang pesawat terbang untuk tidak menggunakan atau mengisi daya ponsel Galaxy Note 7 di dalam penerbangan.

Otoritas penerbangan di beberapa negara dan maskapai penerbangan pun melarang penggunaan Galaxy Note 7 di dalam penerbangan mereka.

Mengutip BBC, Senin, pihak Samsung sendiri sudah menyatakan akan mengganti semua perangkat ponsel tersebut yang sudah dimiliki konsumen.

Menurut Samsung, permasalahan pada baterai adalah biang keladi terbakarnya ponsel terbaru tersebut.
Namun, Samsung mengaku kesulitan melacak unit ponsel Galaxy Note 7 mana yang mengalami masalah pada sel baterai.

Galaxy Note 7 diluncurkan pada Agustus 2016 lalu dan memperoleh beragam tanggapan positif dari konsumen maupun kritikus.

Di Indonesia, maskapai penerbangan Garuda Indonesia sudah menerbitkan larangan penggunaan dan pengisian baterai Galaxy Note 7 di dalam penerbangan.

Selain itu, maskapai penerbangan Lion Air Group dan Sriwijaya Air juga menerbitkan larangan yang sama.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/09/12/204026626/gara-gara.galaxy.note.7.saham.samsung.anjlok