Jika Hujan Petir Hindari Berlindung di Bawah Pohon

Asalasah ~ Umumnya lketika hujan, kita mencari tempat berteduh, seringnya jika dalam keadaan darurat kebanyakan yang terpaksa berlindung dari hujan di bawah pohon.

Apalagi saat ini warga Kabupaten Bogor sedang hujan deras dan banyak petir, sehingga diminta waspada terhadap tingginya intensitas petir di tengah hujan deras yang hampir setiap hari mengguyur wilayah tersebut. Beberapa pekan terakhir, wilayah Kabupaten Bogor memang hampir setiap hari diguyur hujan deras yang disertai petir.

Seperti diketahui, saat ini tengah berlangsung musim la nina, atau musim kemarau basah. Artinya, musim kemarau yang tetap memiliki intensitas hujan tinggi. Terkait kondisi tersebut, Badan Meterorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun sudah mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Setidaknya dalam beberapa hari ini, wilayah-wilayah itu akan diguyur hujan deras yang disertai petir. Hujan dengan intensitas sedang sampai lebat, rata-rata diperkirakan terjadi pada sore sampai malam hari.

“Waspada potensi hujan sedang-lebat yang disertai angin kencang, kilat, dan petir di wilayah Jabodetabek bagian selatan,” demikian bunyi peringatan dini di laman resmi BMKG terkait prakiraan cuaca wilayah Jabodetabek untuk Rabu hari ini sampai Kamis besok.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Budi Aksomo mengimbau warga tidak menganggap sepele kondisi ini, termasuk peringatan dini dari BMKG. Jika terjebak hujan disertai petir, terutama bagi para pengendara sepeda motor dan pejalan kaki, warga diminta segera mencari termpat perlindungan berupa gedung yang kokoh. Hindari berada di ruang terbuka seperti lapangan atau hamparan.

Jika Hujan Petir Hindari Berlindung di Bawah Pohon

“Saat hujan apalagi disertai petir, sebaiknya menghindar. Segera menepi cari tempat perlindungan yang aman, apakah itu mall, ruko, atau bangunan kokoh lainnya. Hindari berlindung di bawah pohon karena pohon justru merupakan pengantar listrik yang baik, sehingga potensinya tinggi tersambar petir,” ujarnya kepada “PR” Selasa, 30 Agustus 2016.

Dia memaparkan, meski tak selalu terjadi di setiap musim, namun kasus warga tersambar petir kerap muncul di Kabupaten Bogor. Kasus terakhir terjadi sekitar tiga bulan lalu yang menimpa dua petani di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakanmadang. Keduanya tersambar petir saat beraktivitas di hamparan area persawahan.

Musim la nina, ujar Budi, menuntut kewaspadaan lebih tinggi, baik dari kalangan yang terkait penanganan kebencanaan maupun masyarakat umum. Selain intensitas petir yang tinggi, butuh pula kewaspadaan terhadap beragam bencana terkait curah hujan, semisal banjir dan longsor. Hal itu mengingat munculnya fenomena la nina, atau yang juga disebut musim kemarau basah ini, membuat cuaca justru lebih sulit diprediksi. Kalaupun pagi sampai siang hari cuaca cerah bahkan panas, sore sampai malam hari bisa saja turun hujan sangat lebat disertai petir.

“Ini musim kemarau basah. Disebut kemarau tapi masih ada hujan, disebut musim hujan juga tidak karena memang kemarau. Jadi memang lebih tidak terduga dan menuntut kewaspadaan lebih tinggi terhadap cuaca yang sulit diprediksi, baik itu dari masyarakat maupun kesiapsiagaan dari para petugas kami,” kata Budi.***

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2016/08/31/waspada-hujan-petir-jangan-berlindung-di-bawah-pohon-378772