4 Perbedaan Gamer Indonesia dengan Jepang

Asalasah ~ Karakter orang Inonesia dan jepang jelas sangat berbeda. hal itu dipengarui oleh banyak hal. berikut kami sajikan 4 Perbedaan Gamer Indonesia dengan Jepang.

Inilah 4 Perbedaan Gamer Indonesia dengan Jepang:

  1. Gamer Indonesia lebih menyukai game dengan gameplay yang lebih simpel daripada gamer Jepang.
  2. Gamer Indonesia cenderung untuk tidak membagikan tips dan trik game yang mereka mainkan, sedangkan gamer Jepang sering membuat Wiki (kumpulan fakta dan tips untuk sebuah game, film, dan lainnya).
  3. Gamer Indonesia menikmati bermain bersama teman dengan komunikasi langsung, sedangkan gamer Jepang lebih senang bermain dengan keadaan tenang dan mengusahakan untuk menguasai game tanpa komunikasi langsung.
  4. Gamer Indonesia cenderung mencari cara untuk menghindari pembayaran untuk konten-konten, sedangkan gamer Jepang cenderung royal dalam membeli konten berbayar.
Tentunya 4 hal di atas bukanlah sesuatu yang mutlak dimiliki oleh gamer dari masing-masing negara, namun adalah pengamatan secara umum olehnya (Ryo). Akan tetapi, secara general itulah 4 perbedaan gamer Indonesia dan Jepang yang telah ia amati.

Square Enix sejak dulu telah menelurkan berbagai game, khususnya RPG, yang berkualitas. Sebut saja seri Final Fantasy, Front Mission, Kingdom Hearts, Xenogears, dan lain sebagainya. Kini, Square Enix pun hadir di platform mobile dengan berbagai franchise andalan mereka.

Tak hanya di Jepang, Square Enix juga pernah mencoba untuk membuka cabang di Indonesia. Pada tahun 2013 lalu, didirikanlah Square Enix Smileworks dengan CEO bernama Ryo Teruya, seorang Jepang yang jatuh cinta dengan Indonesia. Sayang, perjalanan Square Enix Smileworks tak dapat dilanjutkan karena harus tutup pada awal 2015 lalu. Walaupun begitu, ia tetap tinggal di Indonesia dan melanjutkan usahanya di sini.

Sebelum menjadi CEO di Square Enix Smileworks, petualangannya di Indonesia dimulai ketika ia bekerja pada sebuah perusahaan game online di Jepang tahun 2011, yaitu One-Up, yang membuat Browser Three Kingdoms. Ryo berperan sebagai business development untuk region Asia Tenggara dan kepala kantor cabangnya di Jakarta.
duniaku-ryoteruya3k-1
Setelah keluar dari One-Up, ia memutuskan untuk tetap tinggal di Indonesia karena sangat senang tinggal di sini dan juga tertarik akan pasar negara ini yang potensial. Ia lalu membantu membangun kembali klikgame.com dan bekerja sebagai COO di Prodigy Infinitech, penerbit online game terbesar keempat di Indonesia, di mana ia mampu melipatgandakan pemasukan perusahaan tersebut.

Setelah itu Ryo didapuk menjadi CEO dari Square Enix Indonesia, yang sayangnya tak berumur lama. Dengan pengalaman yang ia miliki, saat ini ia menjadi konsultan untuk beberapa developer ternama di Indonesia. “Membuat game yang sukses tidaklah mudah, sangat sulit dibandingkan yang orang kira. Membutuhkan komitmen sangat tinggi, kerja keras secara intelektual, dan pengetahuan. Tapi saya melihat peningkatan di komunitas lokal dan mencoba untuk berkontribusi sebisa mungkin,” ujarnya

Asalasah | Sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/581956409a095120738b4574/menurut-mantan-ceo-square-enix-ini-4-perbedaan-gamer-jepang-sama-indonesia-gan/?ref=homelanding&med=hot_thread