Bahaya Riba dan Ancaman Serius Bagi Pelaku Riba

AsalasahDebu riba ada disekitar kita bahkan orang yang sudah berhati-hatipun masih terkena sambaran debunya...

Riba ada banyak jenisnya, bukan sekedar rentenir, bunga bank atau asuransi konvesional belaka...
Salah satu kaidah dari berbagai kaidah riba adalah “Semua hutang yang menghasilkan manfaat (apapun bentuknya), statusnya adalah riba.”

Contoh: Orang beda kantor hutang sama kita, akibat bantuan yang kita berikan itu tiap berangkat kita diantarkan pakai mobilnya sampai kekantor, maka jalan yang lebih selamat adalah menolaknya. Karena ini mirip manfaat yang didapat akibat kita menghutangi orang itu.


Ancaman Serius Bagi Pelaku Riba

Orang boleh saja mengabaikan bahaya riba namun orang itu sebenarnya tak memahami bahwa bumi dan akherat itu milik Allah SWT jadi hukum-Nyalah yang akan berlaku didunia dan akherat walaupun hukum buatan manusia membolehkannya (hukum jahiliyah).

Kalau ada anak berzina dengan ibunya sendiri pasti geger luarbiasa namun tidak bagi pelaku riba padahal dosa riba yang paling ringan adalah berzina dengan ibu kandungnya sendiri....
“Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman)

Dosa riba lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 X...
“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman)

Pegawai riba, pemilik usaha maupun konsumennya... Mereka dicap sama saja yaitu dilaknat oleh Nabi Muhammad SAW, masa mau hidupnya dilaknat oleh Sang Nabi? Ada 1001 pintu rizqi didunia ini, kenapa memilih 1 pintu kegelapan? Sayang kalau hidup cuma sekali tapi dilaknat sama Nabi sendiri. Segera berhijrahlah!

“Dari jabir radhiallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat pemakan riba, pemberi riba, penulis dan kedua orang yang menjadi saksi atasnya” Ia berkata: “Mereka itu sama (saja).” (Hadits riwayat Muslim, 3/1219.)

Azab Pelaku Riba I
Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan. (QS. Al-Baqarah: 275)
Menurut para ahli tafsir, maksudnya ialah mereka akan bangkit dari kubur kelak pada hari kiamat seperti orang yang kesurupan dan kerasukan setan. Setiap kali hendak berdiri, mereka mendadak pingsan. Dan setiap kali hendak bangkit, mereka mendadak jatuh tersungkur. Mereka seperti orang yang kerasukan setan. Wal iyadzubillah!

Azab Pelaku Riba II
“Pada malam Isra’ aku mendatangi kaum yang perutnya seperti rumah. Di dalamnya terdapat banyak ular yang bisa dilihat dari luar perut mereka. Lalu aku bertanya, ‘Siapakah mereka itu, Jibril?’ Jibril menjawab, ‘Mereka adalah para pemakan harta riba.’” (Al-Musnad, 2/363 dan Ibnu Majah, 2273)

Azab Pelaku Riba III - Halal Untuk Diazab Di Dunia
“Apabila telah marak perzinaan dan praktek ribawi di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri tersebut telah menghalalkan diri mereka untuk diadzab oleh Allah.” (HR. Al Hakim)

Azab Pelaku Riba IV - Berakhir Dengan Kebangkrutan dan Melarat
Salah satu bentuk rasa sayang Allah SWT adalah dengan membangkrutkan usaha dengan modal riba sebagai hasil akhirnya agar cepat tobat walau saat awalnya kaya luar biasa, cepat atau lambat pasti akan seperti itu kecuali istidraj untuk menyempurnakan dosa dan murka-Nya...
"Tidaklah seseorang memperbanyak harta kekayaan dari hasil riba, melainkan berakibat pada kebangkrutan dan melarat." (HR.Ibnu Majah).

Azab Pelaku Riba V - Allah dan Rasul-Nya Sendiri Yang Akan Memerangimu
“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS. Al-Baqarah: 279)
=======================
Ya Allah, anugerahkanlah padaku yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu. (HR. Tirmidzi no. 3563, hasan)
=======================
-
# Jangan malu terlihat miskin tapi malulah ketika kita pura-pura kaya dengan riba
# Dunia hanya sementara namun akherat kekal selamanya 

Asalasah | Sumber: dianumbara