Dampak Suka Film P0rno : Otak Depan Rusak, Kontrol Emosi Remuk, Ini solusinya

AsalasahPsikolog Spesialis parenting, Elly Risman, dari Yayasan Kita dan Buah Hati, menuturkan, anak-anak atau orang dewasa yang kecanduan pornografi (juga narkoba) berpotensi menjadi pelaku kekerasan. ”Tidak hanya kekerasan seksual, tetapi kekerasan secara umum,” ujar Elly, Kamis (7/2).

Konten pornografi yang ditangkap oleh mata, kata Elly, langsung masuk ke sistem lindik di otak kecil, yang kemudian merangsang hormon dopamine, seperti ketika orang mengonsumsi narkoba. Efeknya menimbulkan kecanduan. Pada saat bersamaan, tubuh mengeluarkan hormon kenikmatan seperti hormon yang muncul ketika orang sedang bersetubuh.
Meski proses itu terjadi di otak kecil, kerusakan terjadi di otak bagian depan (prefrontal cortex/PFC). Tepatnya, di atas alis mata ke arah kanan yang fungsinya membuat perencanaan, kontrol diri, mengatur emosi hingga mengambil keputusan.

”Gambarannya, ibarat lengan yang selalu dilatih untuk mengangkat barbel dia akan menjadi besar, sementara bagian yang lain, kaki misalnya, tidak dilatih, akan mengecil. Demikian juga dengan otak di bagian depan tersebut,” kata Elly.

Kerusakan otak bagian depan ini, dikatakan Elly, sangat berbahaya. Sebab, fungsi-fungsi otak sebagai pembuat perencanaan, kontrol diri, pengatur emosi, dan mengambil keputusan tidak dapat dilakukan dengan baik. Padahal, fungsi-fungsi inilah yang membedakan manusia dengan binatang.

”Kalau sudah rusak, manusia tidak ada bedanya dengan binatang. Itulah mengapa dia berpotensi melakukan kekerasan, termasuk kekerasan seksual,” kata Elly.

Melihat dampak yang demikian luar biasa sudah sepantasnya apabila hal ini menjadi perhatian berbagai pihak. Apalagi berdasarkan penelitian yang tengah dikerjakan Elly, hasilnya sangat mengejutkan. ”Pemerkosaan dan inses meningkat di seluruh provinsi di Indonesia. Yang paling tinggi angkanya justru di kota-kota kecil,” katanya.

Elly belum dapat membeberkan hasil penelitian tersebut karena penelitian masih berjalan. (fit/DOE/mh)

Berdasarkan FAKTA PARA AHLI

Dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Yayasan Kita & Buah Hati! yang menghadirkan dua pembicara senior dalam ilmu psikologi dan parenting, yakni Ibu Elly Risman,Psi seorang pakar parenting di Indonesia, dan Dr. Randall F. Hyde,Ph.D seorang psikolog senior di negara Amerika,  Randall F mengatakan bahwa:

"Percayalah pornografi adalah suatu bencana yang kami sendiri ( maksudnya negara Amerika sendiri ) keteteran. Negara kami dapat mempersiapkan perang, dengan senjata dan tentara. Negara kami bisa menghadapi penyakit dengan temuan obat – obat dengan penelitian ilmuwan kami. Tapi untuk pornografi…percayalah…. pada awalnya kami tidak siap dan tidak tahu cara apa yang harus dilakukan untuk melawannya. Maka dari itu saya (Dr. Randall F. Hyde,Ph.D) datang kesini, karena saya ingin ikut dalam upaya pembersihan pornografi di negara kita ini. Karena negara kamipun pernah dilanda bencana ini. Dan itu sangat mengganggu. Dan syukurnya kami sudah melewati itu sekarang. “

Berdasarkan DALIL NAQLI


قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ (30) وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

 “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat".  Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung’’(QS. An-Nur: 30-31)
 Dan,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا       “Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al-Isro’: 32)

Apa Solusinya?


Menurut pengalaman yang telah saya rasakan, beberapa tips dibawah ini akan sangat membantu kita dalam memperbaiki diri:

1. Mendekat kepada Tuhan YME
Percayalah, kegiatan satu ini akan sangat membantu sobat untuk lebih menjauhkan kegiatan negatif itu dari diri sobat, karna saya percaya semua agama mengajarkan yang baik, dan menjauhkan yang buruk

2. Hapus segala potensi "godaan"
Bagaimana kita mau lepas dari kebiasaan ini, jika ibadah sudah, motivasi diri sudah tetapi masih menyimpan file haram itu di komputer?

Yang pasti sobat akan "tergoda" lagi untuk membukanya :D

Makanya mulai dari sekarang, BERSIHKAN file haram itu!

3. Komitmen, Konsisten pada Prinsip!
Setelah menghapus "Godaan" dan telah berusaha mendekat pada Tuhan YME, maka inilah saatnya bagi sobat untuk "Membuktikan" bahwa sobat tidak rusak akibat pornografi itu.

Tunjukan bahwa sobat bisa menjaga Komitmen, Konsisten dan Prinsip sobat untuk menjauhkan kegiatan terlarang itu.



Apabila terlanggar? Ya, maka sobat berarti "Belum Sempurna" dalam memiliki Prinsip untuk berubah.

Semakin  sering sobat mengulang, semakin sering sobat tidak Konsisten, maka akan semakin sulitlah sobat untuk sembuh dari kebiasaan buruk itu.

Asalasah | Sumber: http://internasional.kompas.com/read/2013/02/08/03123228/otak.depan.rusak.kontrol.emosi.remuk
http://pemudateknologi.blogspot.co.id/2016/04/cara-memperbaiki-otak-yang-rusak-akibat.html