Bagaimana ciri-ciri dan cara mengatasi trauma (post traumatic stress disorder)?

Asalasah ~ Berikut ini ada pertanyaan dan cerita seru mengenai masalah trauma. Yuk kita simak.

Hallo Dok, Nama Saya Putri. Umur 17 tahun. Saya ingin bercerita sekaligus bertanya Dok. Orang tua saya bercerai sejak saya kecil dan dulu saya pikir itu bukanlah hal yang besar. Tetapi semakin saya besar saya merasa tertekan Dok. Saya merasa orang-orang terutama keluarga saya menghianati saya. Ibu saya terkena masalah lalu ditahan dan saat Ayah saya menikah lagi, disitu saya merasa saya benar-benar dikhianati. Saya merasa kesal jika ada seseorang yang menanyakan dimana Ayah dan Ibu saya. Saya pikir karena itu, saya menjauh dari keluarga saya. Saat dirumah saya hanya dikamar dan keluar saat ada perlu saja. Saat melihat wajah Ayah saya, saya akan merasa kesal tanpa sebab. Saya juga terkadang marah-marah karena hal sepele. Saya mencoba untuk terus berhubungan dengan teman-teman tapi pada akhirnya saya merasa saya terlalu memaksakan diri dan itu benar-benar tidak nyaman. Kenyataannya daripada dengan teman, saya lebih suka melakukan apapun sendiri dan pergi kemanapun sendirian. Saya merasa selain diri saya sendiri tidak ada satupun orang yang akan mengerti saya dan itu membuat saya terkadang berbicara dengan diri saya sendiri. Saat saya tidak ada jadwal saya hanya akan dirumah, berkhayal dan bisa saja berbicara dengan diri saya selama berjam-jam, jika keluar pun saya hanya akan pergi sendiri. Teman-teman saya bilang saya tidak normal karena tidak pernah berpacaran, saya tidak mendengarkan mereka dan berpikir itu wajar-wajar saja. Tetapi lama kelamaan saya merasa aneh, saat saya tau ada seseorang yang menyukai saya, saya akan spontan merasa tidak nyaman seperti muak dan benci. Saya akan langsung menajuhinya. Saya berpikir yang terpenting itu adalah masa depan saya sendiri, terkadang saya juga berpikir untuk balas dendam dan karena terlalu serius memikirkan itu, saya menjadi tertekan sendiri. Dok, apakah kasus saya ini bisa dibilang gangguan? trauma? Atau ini hanya sekedar sifat introvert saja?

jawaban Dokter Mengenai Masalah Trauma dan gangguan

Salam,

Keluhan yang Anda sampakan,kemungkinan merupakan suatu kondisi penyesuaian diri yang kurang sesuai terhadap beban, atau masalah yang pernah dihadapi. Hal ini kita kenal dengan post traumatic stress disorder, atau gangguan stres paska trauma.

Titik kejadian emosional untuk Anda kemungkinan adalah kejadian perceraian orang tua Anda. Dimana hal ini semakin hari, semakin mempengaruhi pola pikir dan pola penyesuaian Anda. Kejadian traumatik secara emosional ini, membuat Anda belum dapat mengikhlaskan semua hal yang berkaitan dengan orang tua Anda ataupun diri Anda sendiri, selain itu, bagaimana Anda menerima dan menyesuaikan diri dengan kejadian ini, membuat Anda memilih untuk sendiri dan menutup diri. Hal ini Anda lakukan mungkin untuk melindungi diri Anda, ataubahkan melindungi orang tua Anda secara tidak langsung.

Yang perlu Anda sadari danikhlaskan adalah bahwa Anda harus mampu tegar dengan kondisi ini, dimana Anda sudah melakukannya sejak kecil, sejak orang tua berpisah. Dan tidak ada salahnya untuk lebih tegar pada langkah selanjutnya, yaitu menyadari kejadian itu, menjawab dengan tegas pertanyaan orang lain bahwa orang tua berpisah, atau kenyataan lainnya tentang orang tua Anda pada batas yang wajar.

Anda tidak akan bisa menutupi hal ini dari kehidupan Anda, karena kondisi ini akan mengekang Anda dari dunia luar. Lepaskan kekangan ini, dengan aktivitas sosial, beribadah, bersosialisasi yang positif, mempunyai teman yang baik, menghindari aktivitas dan hubungan sosial remaja yang negatif, mencari ilmu, dan menjadikan masa lalu Anda pelajaran untuk Anda, bahkan orang lain, sehingga semua hal itu dapat Anda gunakan secara positif kelak saat berkeluarga dan mempunyai Anak.

Bentuklah hidup Anda, jauhkan dari bayang-bayang masa lalu, dan tataplah semua didepan Anda dengan pandangan tegap dan tegas. Karena Anda sudah dapat menyesuaikan diri dan mampu menerima kenyataan hidup kita. Serahkan semuanya kepada Tuhan, karena keterbatasan kita sebagai manusia.

Bila Anda merasa khawatir dan masih ragu, Anda dapat meminta bantuan tenaga ahli seperti psikolog untuk membantu anda mencapai target hidup yang lebih baik, dan menata emosinal Anda.

Jangan lupa untuk beribadah, berolah raga, dan beraktivitas posistif, serta menghindari tidur larut malam, karena tidur yang kurang akan melemahkan emosi kita. 

Asalasah | Sumber: http://www.alodokter.com/komunitas/topic/bagaimana-ciri-ciri-dan-cara-mengatasi-trauma