Masalah Psikologi dan Anak Kecil Yang Sering Marah Juga Mengantukkan Kepala

Asalasah ~ Pertanyaan seorang pasien berkenaan dengan psikologi seorang anak yang sering emosi dan mengantukkan kepalanya ke dinding.

Selamat malam, Dok ... Saya mau tanya, saya mempunyai adik , dia sampai sekarang usianya hampir mencapai 4.5 tahun mempunyai kebiasaan sering emosional dan seringkali membenturkan kepalanya jika emosi nya sedang naik..juga dia seakan tidak mendengar apabila sedang ada orang yang mengajak nya bicara (asik sendiri)...namun apabila dia ditawari dengan sesuatu yang dia suka, dia menjadi antusias dan menyahut. Untuk seusianya sekarang pun dia masih belum bisa berbicara... Pada waktu bayi dlu dia pernah mengalami benturan karena terjatuh dan terbentur kepalanya.. dan pernah kehujanan juga sampai demam tinggi ... Apakah 2 hal tersebut berpengaruh terhadap psikologis asik saya dok. Terimakasih sebelumnya


Jawaban Dokter Mengenai Masalah Psikologi anak

Setiap anak memiliki keunikan masing - masing dalam tiap tahap tumbuh kembangnya. Seperti pada kemampuan berbicara atau berjalan, ada anak yang mungkin dapat berbica terlebih dahulu namun berjalan belakangan dan begitu pula sebaliknya. Yang jadi pertanyaan saya belum bisa berbicara seperti apakah yang dimaksud ? apakah bahkan belum bisa menyebutkan 1 kata dengan baik ? ataukah belum jelas dalam mengeja kata ? atau belum dapat berbicara dengan jelas dan mudah dimengerti atau bagaimana ? Kadang penilaian kemampuan berbicara seorang anak dinilai dengan sangat subyektif oleh orang dewasa, oleh karena itu untuk menilai apakah terdapat keterlambatan dalam kemampuan berbicara (delayed speech) perlu dilakukan pemeriksaan secara langsung terlebih dahulu oleh dokter anak ahli tumbuh kembang.

Kemudian sering emosional yang anda maksudkan itu seperti apa ? apakah selalu marah - marah tanpa sebab yang jelas ? ataukan marah jika ada hal tertentu yang mencetuskan ? atau seperti apa? apakah pula suka memukul orang lain ? berkata - kata kasar atau membentak atau seperti apa? karena emosional pada orang dewasa dengan emosional pada anak - anak dapat didefinisikan sebagai hal yang berbeda.

Diusia balita seperti saat ini, anak memang sudah bisa untuk mengungkapkan apa yang dia rasakan baik secara verbal maupun dengan gestur tubuh. Jika ada suatu hal yang tidak disukainya, mungkin saja dia mengutarakannya dengan cara marah atau mengambek. Gesture tubuh untuk menggambarkan emosinya saat marah dapat saja berupa menangis ataupun mengumpat. Membenturkan kepalanya sendiri juga merupakan suatu ungkapan gesture tubuhnya ketika dia merasa ada hal yang tidak disukainya. Namun ungkapan gesture tubuh seperti inilah yang kurang tepat, karena dapat melukai diri sendiri.

Sikapnya yang sering tidak peduli dengan lingkungan sekitar (asik sendiri saat diajak berkomunikasi) merupakan suatu keadaan yang sering disebabkan karena anak memiliki dunia sendiri yang tidak ingin di ganggu oleh orang lain. Hal ini biasanya terjadi jika sejak bayi anak sudah sering terpapar dengan TV, atau gadget, atau games permainan. Paparan terhadap layar yang berisi tayangan memiliki alur cerita akan membuat anak merasa berada didalam dunianya sendiri sehingga anak tidak peduli dengan lingkungan sekitar.

Yang kemudian jadi pertanyaan saya kembali, apakah setelah mengalami benturan anak mengalami muntah? kejang ? demam tinggi ? tidak sadarkan diri ?

Saat sakit, anak memiliki kemungkinan yang besar sekali untuk mengalami demam tinggi apapun penyebabnya karena daya tahan tubuh anak yang masih rentan. Yang jadi pertanyaan apakah saat demam tinggi anak menjadi kejang (kejang demam)?

Keluhan - keluhan yang adik anda alami "bisa saja disebabkan" karena trauma dan demam tinggi yang pernah dialami dan "bisa saja bukan disebabkan" oleh trauma dan demam tersebut atau dengan kata lain tidak ada hubungannya antara trauma dan demam yang pernah dialami dengan keluhannya saat ini. Jika terdapat gejala - gejala yang saya tanyakan diatas saat trauma maupun saat demam tinggi, YA mungkin saja keluhan yang dialami adik anda disebabkan oleh trauma atau demam tinggi dimasa lampau. Namun jika tidak terdapat gejala - gejala diatas, kemungkinan keluhan yang dialami sekarang tidak ada hubungannya dengan kejadian dimasa lampau.

Sebaiknya periksakan adik anda ke dokter anak ahli tumbuh kembang, agar dapat dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh kepada adik anda. Karena penegakkan diagnosis pasti suatu penyakit tidak dapat dilakukan berdasarkan perkiraan saja, harus berdasarkan pemeriksaan fisik secara langsung dan juga pemeriksaan penunjang jika diperlukan.

Asalasah | Sumber: http://www.alodokter.com/komunitas/topic/psikologi-balita