6 Sifat Ini Bisa 'Membunuh' Pengusaha

Asalasah ~  Memberi komitmen yang sebaiknya terhadap bidang apapun yang kita lakukan seharusnya diambil serius sepanjang masa, seperti dalam memastikan kita tidak terlalu nyaman, dan membuat tugas yang dilakukan dengan acuh tak acuh saja.

Begitulah dalam dunia pengusaha, atau bisnis, yang mana akan mempunyai persaingan dalam bidang yang dijalankan.
Sikap pengusaha itu seharusnya selalu positif, dan maju kedepan demi menjaga bisnis, dan pelanggan yang ada. Melalui kerjasama dari seorang pengusaha, yaitu saudara Ikram Al-Banjari , enam sikap ini jika ada pada setiap pengusaha, bakal menyebabkan bisnis tersebut jatuh.

Sikap yang bagaimanakah itu? Mari kita ikuti sharingnya.

6 SIKAP Yang Dapat MEMBUNUH PENGUSAHA


Kadang-kadang yang membunuh kita sebagai pengusaha bukan orang lain, tapi diri sendiri. Mungkin kita tidak sadar, dalam diam kita mematikan karakter bisnis sendiri.

1. Terlalu banyak cakap

Kita berbicara bila perlu, pelanggan bosan mendengar bebelan kita terlalu panjang. Kadang-kadang karena kita terlalu "syoq" berbicara, kita mengabaikan untuk bertanya apakah sebenarnya yang pelanggan inginkan, apakah kebutuhan mereka.

Belajar cara komunikasi efektif. Belajar bagaimana cara pijat ego pelanggan dengan perkataan.

2. Tidak mengenal produk atau servis

Sangat disayangkan sekali jika kita pemilik bisnis tidak memahami secara menyeluruh apa yang kita tawarkan kepada pelanggan. Gunakan tahu apa yang kita jual dan offer kepada pelanggan.

Kebanyakan pengusaha sejati yang saya pernah jumpa, mereka sangat identik dengan bisnis yang dilakukan. Mereka tahu dengan terang dan jelas dalam setiap sudut produk dan servis yang ditawarkan. Kredibilitas mereka yang menguasai ilmu di bidang masing-masing begitu baik sekali.

3. Malas melakukan prospecting

Propecting adalah skill penting dalam pemasaran. Sikap malas melakukan prospecting akan membunuh kita perlahan-lahan. Rancang sendiri proses prospecting menurut cara dan waktu yang kita nyaman.

Proses ini menjamin bisnis kita akan terus berkembang. Sekarang prospecting dapat dilakukan dengan lebih mudah, baik secara online maupun offline. Pilih saja yang mana kita lebih suka, yang penting jangan Pernas berhenti untuk melakukan prospecting.

4. Memperburuk bisnis orang lain

Inilah yang sering terjadi, seronoknya bila berbicara pasal orang lain sehingga kadang termengumpat dan terkutuk di sana sini.

Sebenarnya orang yang suka bercerita tentang keburukan orang lain sedang membuka aib diri sendiri, mereka perlahan-lahan menunjukkan sikap nyata dan menjatuhkan kredibilitas diri.

Fokus saja ke bisnis sendiri, masih banyak yang perlu diperbaiki dan dikembangkan.

5. Kurang keterampilan berkomunikasi

Berbicara dengan jelas, berbicara dengan yakin, berbicara bila perlu. Komunikasi yang baik dan efektif adalah dasar penting untuk perkembangan setiap pengusaha.

Saat kita melakukan 'presentation' tentang produk atau layanan yang ditawarkan, pelanggan mendengarkan dan mengamati dengan seksama apa saja yang kita lontarkan. Jika kita gagal menguasai komunikasi efektif, kita mungkin gagal mempengaruhi dan memikat pelanggan.

Belajar memperbaiki komunikasi setiap hari. Praktis selalu untuk berbicara tenang, yakin dan menarik perhatian.

6. Cepat merasa puas dan nyaman

Ada satu cerita, seekor katak melompat-lompat di dalam rumah mencari air karena ingin dingin berendam. Akhirnya puas riang karena dapat melompat masuk ke dalam wadah berisi air.

Karena terlalu nyaman dan senang, si katak tidak sadar sedang berendam di dalam panci air yang sedang dimasak. Kasihan, terus mati perlahan-lahan.

Sehebat mana pun prestasi kita, lupakan saja kisah semalam. Setiap hari adalah tantangan baru dan rekor baru. Tantang diri untuk buat lebih baik setiap hari.

Semoga bermanfaat ya. Kalau suka bisa share.

Salam Sukses.
Ikram Al-Banjari.
Saudagar Jalanan. 

Asalasah | Sumber: http://www.siakapkeli.my/2017/06/terlalu-banyak-cakap-juga-boleh.html