Apabila Anak Orang Lain Mengamuk, Menangis, Coba Lakukan INI!!!

AsalasahAnak-anak biasanya punya dua waktu yang berbeda, yaitu masa senang dan juga waktu buat tingkah. Ini yang sering harus dihadapi oleh orang tua setiap hari, di mana saja berada.

Jika anak kita yang buat tingkah, seperti meronta-ronta atau menangis, kita pasti tahu apa yang mereka inginkan, dan ada acara sendiri dalam menyelesaikannya.

Tapi, jika kita melihat anak orang lain yang menangis dan mengamuk, apakah kita dapat memberi nasihat kepada orang tua tersebut, dalam cara mengontrol anak-anak itu?
anak Mengamuk
Sebenarnya, itu tidak banyak membantu, mengapa?

Yuk kita lanjutkan bacaan.

Umumnya ada dua jenis amukan anak-anak yang biasa kita lihat di tempat umum atau pun ketika berkunjung ke rumah teman dan kerabat

1. Amukan karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan. Ini adalah 'tantrum' yang sering kita alami dan lihat terjadi pada anak orang lain juga.

2. Amukan karena anak terlalu terbebani dengan berbagai stimulasi di lingkungan seperti terlalu banyak orang, terlalu berisik, terlalu berwarna-warni atau suhu tempat yang tidak sesuai.

Ini dikenal sebagai 'sensory melthdown' yang terjadi ketika sensori atau sensorik anak terlalu terbebani dengan stimulasi berlebihan.

Pernahkah Anda menghadapi situasi di mana Anda melihat anak orang lain mengamuk di depan mata Anda.

Apa yang Anda lakukan? Apakah Anda hanya berlalu seolah-olah tidak nampak? Apakah Anda memberi saran? Apakah Anda membantu? Apakah Anda senyum? Atau apakah Anda bersyukur itu bukan anak Anda yang mengamuk?

APABILA ANAK ORANG LAIN MENGAMUK! Lakukan Ini

1) Tidak perlulah memberi nasihat kepada ayah atau ibu anak tersebut jika Anda tidak tahupun sebab anak itu mengamuk.

Jangan membuat asumsi. 

Jika anak kita sering mengamuk karena inginkan sesuatu, anak orang lain mungkin mengamuk karena stimulasi yang berlebihan.

Memberi nasihat seperti "Jangan beri muka sangat pada anak tu!" Mungkin tidak berhubungan langsung dengan asbab amukan anak tersebut.

Nasihat seperti "Anak ini mengantuk ni. Tidurkanlah dia." Adalah sama sekali tidak relevan kiranya anak tersebut cukup tidurnya tetapi amukannya karena lapar.

Asumsi Anda mungkin tidak benar.

BAGAIMANA ANDA BISA MEMBANTU? 

Berilah nasihat hanya bila diperlukan.

Jangan menambah tekanan yang tersedia ada dengan nasihat berbau kritik, sindiran atau 'holier-than-thou'.

Amukan anak bukanlah disebabkan kegagalan 'parenting' semata-mata, itu terjadi karena anak belum atau tidak pendai mengekspresikan kekecewaan dengan cara yang benar.

2) tidak perlulah merenung (stare ) anak beranak tersebut sehingga menciptakan perasaan tidak nyaman mereka

Cukuplah sekadar memandang sekali lalu. Jika bertentang mata secara tidak sengaja, senyumlah kepada ayah atau ibu yang sedang berhempas pulas itu dengan senyuman memahami bukannya dengan senyuman sinis atau senyum lega "Alhamdulillah itu bukan anak saya! "

Tidak perlu juga memandang dengan pandangan" Oh comelnya anak itu mengamuk "karena T uhan saja yang tahu lucu atau tidak situasi ini kepada kedua ayah dan ibu anak tersebut.

BAGAIMANA ANDA BISA MEMBANTU?

Jika ayah atau ibu tersebut membutuhkan bantuan bersifat fisik misalnya karena air tumpah, atau barang terlalu banyak untuk dibawa atau perlu bantuan menolak stroller atau perlu bantuan membuka pintu dan sebagainya, Menjangkau bantuan tersebut.

Atau mungkin ketika di rumah teman atau kerabat ayah atau ibu tersebut membutuhkan seseorang untuk tengok-tengokkan anak yang tidak mengamuk sementara mengelola anak yang mengamuk, Anda mungkin dapat membantu.

Noor Afidah Abu Bakar
Certified Positive Parenting Educator (Parent Practice UK)

Asalasah | Sumber:  http://www.sentiasapanas.com/2017/06/apabila-anak-orang-lain-menangis-dan-mengamuk.html