Gejala Infeksi Cacing Pada Anak Yang Disangka Sakit Biasa

Asalasah ~ Infeksi Cacing dan anak-anak tidak dapat dipisahkan. Betul tak? Masalah cacing pada anak-anak di Malaysia dan Indonesia sebenarnya berada di tingkat rendah. Meskipun hal ini masih di tingkat rendah hal ini masih perlu disosialisasikan.

Banyak di antara orang tua gagal atau tidak tahu mendeteksi tanda-tanda infeksi cacing ini apabila terjadi pada anak masing-masing. Bahkan, ada cacing yang dah berumah dalam perut anak. Ada berbagai jenis cacing lain yang dapat hidup dalam tubuh manusia seperti cacing gelang, cacing jarum, dan cacing kerawit.

Tidak kiralah apa jenis cacing pun, ia harus terdeteksi dan diobati segera karena dikhawatirkan dapat menyebabkan masalah lain yang lebih serius seperti seperti kekurangan mineral, vitamin, keterlambatan pertumbuhan, anemia dan kerusakan usus.

Ini antara tanda-tanda infeksi cacing pada anak-anak yang harus diperhatikan oleh orang tua. Meskipun nampak seperti sakit biasa sebenarnya anak Anda sedang diserang infeksi cacing.

Pertama, iritasi pada anus. Anak yang terkena cacing pada awalnya akan merasa gatal dan tidak nyaman pada bagian dubur. Pada malam hari terutama, iritasi ini akan lebih menjadi-jadi. Jika ada perubahan pada pola tidur atau anak yang terlihat tergaru-garu, coba periksa bagian tersebut dengan teliti.

Kedua, diare atau tinja tidak normal. Cacing juga dapat dilihat melalui tinja anak. Jika Anda mencurigai apa-apa, teruslah membawa anak ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kehadiran beberapa telur cacing seperti cacing jarum hanya dapat dilihat di bawah mikroskop. Jika anak mengeluarkan bau busuk yang sangat menusuk, itu bisa menjadi pertanda infeksi di dalam perutnya. Tinja yang terinfeksi cacing.

Ketiga, kelelahan yang luar biasa. Beberapa bayi dan anak kecil akan menunjukkan gejala kelelahan yang luar biasa. Mereka mungkin menjadi kurang aktif untuk bermain, tidak bersemangat, atau ada juga yang menampakkan kerutan dan lingkaran pada kelopak mata.

Keempat, mudah jatuh sakit. Bila terinfeksi cacing, anak lebih mudah sakit. Ini karena, cacing yang berada di dalam tubuh telah mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Anak juga cenderung mengalami masalah kekurangan darah atau anemia, demam, alergi, kaki gatal dan bengkak, serta batuk berkepanjangan. Larva cacing kadangkala bermigrasi ke paru-paru sehingga menyebabkan batuk atau lelah. Ia juga bisa bergerak ke bagian tubuh yang lain seperti kulit, empedu dan pankreas lalu menyebabkan komplikasi.

Kelima, kurang berat badan meskipun masih selera makan. beberapa anak kecil tidak menunjukkan gejala infeksi cacing. Mereka masih berselera, bahkan mungkin akan makan dalam jumlah yang lebih banyak. Hal ini perlu diperhatikan jika anak Anda tidak mengalami kenaikan berat badan meskipun telah makan dalam jumlah yang banyak.

Keenam, anak sakit perut. Sungguhpun pada awalnya cacing ini menginfeksi usus, itu bisa menular sampai mengganggu organ lain sehingga menyebabkan anak sakit perut dan mengalami muntah-muntah. Komplikasi seperti usus tersumbat dapat terjadi pada infeksi yang parah. Selain itu, ia juga bisa diiringi dengan pertanda seperti diare dan kembung.

Ketujuh, menggigit gigi ketika tidur malam. Akibat terinfeksi cacing, ketidaknyamanan yang dialami seperti gatal, ruam, demam, atau anak sakit perut sedikit sebanyak akan mengganggu pola tidur si kecil. Sebagian kecil akan menggigit gigi ketika tidur malam.

Selain itu, ada juga tanda-tanda lain ketika anak terkena infeksi cacing. Apapun, ketika melihat anak kurang sehat dan tidak tahu untuk melihat tanda-tanda cacingan pada anak bawalah anak ke dokter. Pastikan orangtua tidak mengabaikan tentang pemberian obat cacing kepada anak-anak.  

Asalasah | Sumber: http://utaranews.com/2017/06/tanda-jangkitan-cacing-pada-anak-kecil-yang-disangka-sakit-biasa.html/