penyebab kencing menetes sendiri dan cara mengatasi kencing tidak tuntas

Asalasah ~ Pernahkah anda mengalami penyebab kencing menetes sendiri? lalu bagaimana cara mengatasi kencing tidak tuntas tersebut? Bagi seorang muslim hal tersebut memang sangat mengagngu terutama saat akan beribadah shalat yang dituntu bebas dai najis. Kencing termasuk bagian dari najis. Padahal solusinya mudah saja jika dijalankan sedari dulu. yuk kita simak beberapa tulisan menarik yang telah dikumpulkan asalasah.

Pertama dari asalasah sendiri, cara terbaik bagi Anda yang belum parah yaitu dengan membiasakan kencing sambil Jongkok. Memang agak repot, namun sunnah yang dicontohkan rasulullah ini penuh hikmah. Mengapa wanita lebih jarang terkena batu ginjal? yup, wanita mengamalkan kencing dalam posisi jongkok, namun tidak bagi kebanyakan pria yang sangat mudah kencing dalam keadaan berdiri. Sehingga menyebabkan tidak semua kencing keluar dan masih tersisa hingga terakumulasi menjadi batu ginjal. Itu salah satu penyebab kencing menetes sendiri dan cara mengatasi kencing tidak tuntas.

Berikut beberapa artikel yang bisa dijadikan bedoman juga mengenai penyebab kencing menetes sendiri dan cara mengatasi kencing tidak tuntas.


Gejala kencing tidak tuntas

Pada pria yang mengalami PMD, biasanya Anda bisa buang air kecil seperti biasa. Namun, setelah buang air kecil, urin tidak bisa langsung keluar sampai tuntas. Akibatnya, meski sudah digoncang atau dipaksa, urin masih menetes sedikit-sedikit.

Biasanya tidak ada keluhan lain seperti rasa sakit atau perih yang dilaporkan oleh pria dengan PMD. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, pria dengan PMD mengalami gejala yang mirip dengan inkontinensia urin dan anyang-anyangan.

Penyebab kencing tidak tuntas

Kencing tidak tuntas atau PMD disebabkan oleh lemahnya otot di daerah panggul, terutama otot bernama bulbocavernosus. Otot ini seharusnya berkontraksi untuk mendorong urin keluar dari kantong kemih. Jalur keluar urin pada pria tidak lurus ke bawah, melainkan berbentuk seperti huruf S. Maka itu, gravitasi saja tidak cukup untuk menuntaskan urin. Otot bulbocavernosus dibutuhkan untuk mengosongkan kantong kemih. Jika otot tersebut melemah, Anda jadi sulit mengendalikan kontraksinya. Akibatnya, urin bisa menetes karena perlahan-lahan turun sendiri tanpa didorong otot.

Menurut sejumlah penelitian, PMD sering dialami laki-laki yang berusia di atas 50 tahun. Akan tetapi, siapa saja bisa mengalami PMD terlepas dari usianya. Ada beberapa pemicu PMD yang mungkin tidak Anda sadari. Berikut adalah beberapa di antaranya.

  • Gangguan saluran kencing bawah (LUTS)
  • Pembesaran prostat jinak
  • Prostatitis (peradangan dan infeksi prostat)
  • Kelebihan berat badan atau kurang olahraga
  • Gangguan atau kerusakan saraf
  • Sering mengangkat beban berat atau batuk-batuk

Cara menuntaskan kencing

Jika Anda mengalami PMD, cobalah untuk latihan menuntaskan kencing saat Anda di rumah. Berikut adalah trik yang bisa Anda contek untuk menuntaskan kencing.

  • Setelah buang air kecil, tunggu beberapa detik sampai kantong kemih benar-benar kosong.
  • Letakkan telunjuk, jari tengah, dan jari manis tangan kiri di balik skrotum dan beri tekanan seperti memijat ringan.
  • Dengan posisi jari yang sama, pijat perlahan-lahan ke arah ujung penis di bawah skrotum.
  • Jika sudah terasa seperti akan keluar, Anda bisa menggoncangkan penis supaya urin lebih cepat keluar.
  • Ulangi teknik ini dua kali sebelum meninggalkan kamar mandi untuk memastikan Anda sudah benar-benar tuntas.

Bagaimana cara mengatasi PMD?

Kencing tidak tuntas bisa disembuhkan dengan penanganan yang tepat. Periksakan diri ke dokter untuk mencari tahu dan menangani penyebab PMD Anda. Untuk memperkuat otot bulbocavernosus, Anda bisa melakukan senam Kegel secara rutin. Anda bisa melihat panduan melakukan senam Kegel dalam tautan ini.

Jika pijatan setelah buang air kecil dan senam Kegel tidak begitu membantu, Anda bisa menggunakan popok dewasa. Cara ini bisa dicoba jika PMD sudah terasa sangat mengganggu.

Dari Alodokter :

Pertanyaan pasien :
Selamat sore dokter, saya mau tanya dok, saya laki-laki umur 30 thn. Yang saya tanyakan adalah sering saya alami setelah saya kencing dan merasa sudah tuntas kencing tp ternyata air seni saya masih menetes, jadi seringnya menetes di celana dalam saya. Terlebih jika setelah kencing dan dilanjutkan saya sholat saat sujud air kencing itu terasa menetes lagi dlm celana dlm saya. Atau setelah kencing terasa tuntas lalu saya batuk air kencing juga menetes lg. Saya kira2 sakit apa dok? Apa yg harus saya lakukan? 4thn yg lalu saya sempat terkena GO. Stelah saya konsumsi obat katanya dokter sudah sembuh. Apa ini termasuk efeck GO beberapa thn yg lalu?? Dan apakah kesembuhan GO hanya ditandai dengan hilangnya nanah pada penis. Maaf panjang lebar dok, saya tunggu jawaban dokter. Trimakasih

jawaban Dokter :

Untuk mengetahui penyebab dari keluhan Anda maka sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter ahli urologi. Dokter akan memeriksa fisik dan melakukan tes medis yang perlu seperti tes urin, tes darah, USG, CT SCAN, dll jika diperlukan. Dengan mengetahui penyebab keluhan maka pengobatan bisa diberikan sesuai kondisi agar keluhan Anda menghilang. Tanda bahwa GO sudah sembuh yang paling mudah dideteksi adalah hilangnya keluhan yaitu nyeri saat kencing dan tidak keluarnya nanah dari penis. Namun pemeriksaan darah dan urin bisa menjadi 1 pemeriksaan akurat bahwa infeksi GO sudah tidak ada dalam tubuh Anda. Untuk sedikit membantu maka Anda bisa melakukan senam / latihan kegel dengan cara mengencangkan otot panggul dengan melakukan gerakan seperti menahan pipis, selain itu hindari menahan pipis terlalu lama dan hindari kafein seperti kopi, teh dll.

baca Juga : Ternyata Banyak Sekali manfaat konsumsi ikan mujair

Asalasah | Sumber: https://hellosehat.com/penyebab-kencing-tidak-tuntas/