Sayang Sekali Saudara Kita, Pasokan listrik di Gaza Hanya Untuk dua Jam Sehari

AsalasahGAZA-Palestina Pihak Israel memutuskan untuk mengurangi sepertiga pasokan listrik ke Jalur Gaza pada, berarti setiap rumah tangga mendapat kurang dua jam pasokan listrik setiap hari, lapor Al-Resalah.

Menurut Al-Resalah, Biasanya Qatar dan Turki membiayai untuk mendapatkan bahan bakar untuk penggunaan satu-satunya pembangkit listrik di Gaza yang memasok energi listrik untuk beberapa jam setiap hari.

Menyusul krisis diplomatik antara beberapa negara teluk dengan Qatar, tidak dapat dipastikan apakah Qatar akan melanjutkan pembiayaannya atau sebaliknya.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada 5 Juni lalu dan menetapkan pembatasan di darat, laut dan udara.

Qatar merupakan sponsor utama bagi aktivitas publik di Jalur Gaza.

Jika pembiayaan dihentikan akibat boikot terhadap Qatar, situasi kemanusiaan di Gaza bakal bertambah buruk yang dapat menyebabkan kemungkinan terjadinya peningkatan aktivitas militer.

Menurut Al-Khudari, sejak beberapa bulan lalu, pembangkit listrik di Gaza menghadapi kekurangan pasokan bahan bakar.

Dia mendesak komunitas internasional dan pihak terlibat untuk mendesak Israel mencabut keputusannya mengingat pasokan listrik sangat dibutuhkan untuk fasilitas penting seperti rumah sakit, klinik dan sumur air beroperasi.

Menyusul krisis diplomatik antara beberapa negara teluk dengan Qatar, tidak dapat dipastikan apakah Qatar akan melanjutkan pembiayaannya atau sebaliknya.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada 5 Juni lalu dan menetapkan pembatasan di darat, laut dan udara.

Qatar merupakan sponsor utama bagi aktivitas publik di Jalur Gaza.

Jika pembiayaan dihentikan akibat pembatasan terhadap Qatar, situasi kemanusiaan di Gaza bakal bertambah buruk yang dapat menyebabkan kemungkinan terjadinya peningkatan aktivitas militer.

Sementara itu, Ketua Komite Anti-Pengepungan merangkap anggota parlemen Jamal al-Khudari, memperingatkan keputusan Israel mengurangi pasokan listrik ke wilayah yang dikepung di Jalur Gaza dapat mengundang kondisi lebih parah.

Menurut Al-Khudari, sejak beberapa bulan lalu, pembangkit listrik di Gaza menghadapi kekurangan pasokan bahan bakar.

Dia mendesak komunitas internasional dan pihak terlibat untuk mendesak Israel mencabut keputusannya mengingat pasokan listrik sangat dibutuhkan untuk fasilitas penting seperti rumah sakit, klinik dan sumur air beroperasi. 

Asalasah | Sumber: http://www.sinarharian.com.my/global/bekalan-elektrik-hanya-dua-jam-sehari-di-gaza-1.693874