Seputar Hari Hidrografi Dunia (IHO)

Asalasah ~ Perayaan Hari Hidrografi Dunia, World Hydrography Day pada 21 Juni setiap tahun sejak 2005 disambut untuk memperingati hari berdirinya Biro Hidrografi Internasional (IHB) pada 1921 di Perancis, yang mana ketika itu hanya disertai oleh 19 negara.

Pada tahun 1970, IHO telah didirikan untuk menggantikan IHB bagaimanapun, IHB masih dipertahankan hingga kini sebagai badan yang mengelola administrasi IHO.

Untuk mengakui peran yang telah dimainkan oleh IHB, IHO dan komunitas hidrografi internasional, deklarasi tanggal perayaan Hari Hidrografi Dunia telah dibuat secara resmi melalui resolusi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 29 Juni 2005.

Hari Hidrografi Sedunia
Keahlian bidang hidrografi
Tugas asal layanan hidrografi TLDM adalah melaksanakan pengukuran hidrografi dan penghasilan produk laut untuk penggunaan pelayaran di perairan negara.

Produk yang dihasilkan lebih mengutamakan kebutuhan pertahanan dan keamanan pelayaran.

Namun, peran tersebut telah meningkat mencakup berbagai cabang bidang hidrografi seperti oseanografi, pemetaan dan meteorologi sejalan dengan perkembangan industri maritim dan pertahanan negara.

Kontribusi
Kontribusi warga hidrografi TLDM terhadap industri maritim negara begitu identik dengan keberadaan PHN sendiri sebagai sebuah lembaga yang layak dan bertanggung jawab untuk melaksanakan pengukuran hidrografi di Malaysia.

IHO mendefinisikan hidrografi sebagai satu cabang ilmu terapan yang berkaitan dengan pengukuran dan deskripsi karakteristik fisik lautan, laut, kawasan pesisir pantai, danau dan sungai serta prediksi perubahan pada elemen tersebut waktu ke waktu.

Ini untuk tujuan keselamatan pelayaran dan mendukung kegiatan kelautan lainnya termasuk pembangunan ekonomi, keamanan dan pertahanan, penelitian ilmiah serta perlindungan lingkungan.

Definisi tersebut cukup menggambarkan kepentingan dan kontribusi bidang hidrografi ke suatu negara.

Ini tidak terbatas kepada anggota hidrografi TLDM, tetapi juga melibatkan individu yang terlibat secara langsung atau tidak langsung dalam bidang itu di negara ini.

Sebagian besar sumber ekonomi negara datangnya dari laut melalui industri perikanan, perkapalan, eksplorasi minyak. Laut juga merupakan jalur masuk serta keluar komoditas utama negara.

Untuk memungkinkan semua aktivitas berkenaan berjalan dengan lancar, grafik navigasi diperlukan sebagai referensi untuk menentukan posisi suatu daerah atau platform (kapal, anjungan minyak dan sebagainya) di laut.

Grafik navigasi ini memungkinkan keseluruhan perairan negara ditelusuri untuk eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam yang ada di dasarnya. Menggunakan grafik navigasi juga, sebuah kapal dapat berlayar dengan selamat.

Singkatnya, kontribusi warga hidrografi TLDM ke industri maritim negara lebih kepada memastikan keamanan pelayaran di perairan negara melalui penerbitan produk bahari.

Kontribusi yang diberikan turut melibatkan masalah teknis deliniasi zona maritim negara, penelitian ilmiah kelautan, penelitian hidrolik, pembangunan pesisir pantai, pariwisata dan sebagainya

Umumnya, TLDM memiliki dua platform yang dapat melakukan pengukuran hidrografi di laut yaitu kapal hidrografi KD Mutiara dan KD Perantau .

KD Mutiara mulai beroperasi dalam layanan TLDM pada 1977. Selain dilengkapi sistem pengukuran hidrografi, ia juga dilengkapi empat perahu ukur dan dua perahu kerja untuk pengukuran di daerah dangkal.

KD Perantau yang mulai beroperasi pada 1998 telah dirancang dan dilengkapi khusus untuk operasi pengukuran hidrografi serta melaksanakan pengamatan meteorologi dan cerapan oseanografi.

Ia juga dilengkapi sistem pengukuran terbaru untuk navigasi dan hidrografi seperti Navigation and Command System (NACOS) dan Digital Survey and Mapping System 'HYDROMAP'.

Peralatan lainnya termasuk Sistem Perbezaaan pemosisian Universal (DGPS), Sounder Gema Beberapa Sisi, Hull Mounted Acoustic Current Profiller (ADCP) dan perlengkapan lainnya untuk operasi oseanografi serta meteorologi.

Kapal itu juga dilengkapi dua buah perahu ukur yaitu Perahu Ukur Merkurius dan Pluto. Kedua kapal tersebut berpangkalan di Pangkalan TLDM Lumut.

Sejarah hidrografi di Malaysia
Sejarah pengukuran hidrografi di perairan Malaysia dimulai sejak abad ke-18 oleh Angkatan Laut Britania Raya (TLDB).

Pengunduran Inggris dari Tanah Melayu telah memberi ruang kepada Angkatan Laut Diraja Malaysia (TLDM) menciptakan layanan hidrografinya sendiri tanpa bantuan dari TLDB.

Pada awal 1965, kelompok pertama pejabat dan anggota hidrografi TLDM telah dikirim menjalani latihan di Australia.

Pendirian Cabang Hidrografi dalam TLDM direalisasikan pada 1969 dan kapal penyapu ranjau yang telah dimodifikasi merupakan aset pertama digunakan sebagai alat pengukuran hidrografi.

Pada 31 Oktober 1972, TLDM ditunjuk sebagai lembaga yang bertanggung jawab melaksanakan pengukuran hidrografi di Malaysia oleh Kabinet.

Sejak itu, pengembangan dan peran yang dimainkan oleh Cabang Hidrografi TLDM terus berkembang sejalan dengan keterlibatan negara dalam Organisasi Hidrografi Internasional (IHO) pada 1975.

Melalui keterlibatan tersebut, secara tidak langsung Direktur Hidrografi merupakan wakil resmi pemerintah Malaysia ke konferensi IHO yang diadakan setiap lima tahun.

Dari segi aset pengukuran, kapal hidrografi pertama yaitu Kapal Diraja (KD) Mutiara telah diperoleh pada 1977 untuk meningkatkan kemampuan pengukuran hidrografi TLDM yang memungkinkan penerbitan grafik bahari yang pertama dibuat pada 1984.

Ia diikuti pengadaan kapal hidrografi kedua yaitu KD Perantau pada 1998 yang dilengkapi sistem pengukuran terbaru dan tercanggih di kawasan Asia Tenggara saat itu.

Dalam pada itu, proses penerbitan Carta Navi Elektronik (ENC) telah mulai diterbitkan pada 2000 dan hingga kini, 103 sel ENC telah diterbitkan untuk pasar internasional atau penggunaan domestik.

Pendirian Pusat Hidrografi Nasional (PHN) secara dasarnya telah diusulkan di bawah program Pembangunan Khusus Angkatan Tetap (Perista) sejak 1979.

Namun, atas alasan pengembangan PHN hanya dapat dilaksanakan pada 2002 dan siap sepenuhnya pada 2005.

Pembangunan PHN dilaksanakan secara berperingkat- tingkat melibatkan daerah bakau yang direklamasi seluas 50 hektar di Pulau Indah, Pelabuhan Klang, Selangor.

Sampai sekarang, pembangunan hanya melibatkan fase pertama mencakup pembangunan Gedung Administrasi, Bangunan Cetak, Blok Kediaman Single, Bangunan Kartografi dan Oseanografi, Gedung KD Sri Klang (KDSK), Pier dan Gedung Senjata yang disiapkan pada 15 Oktober 2005.

Selamat menyambut Hari Hidrografi Sedunia. 

Asalasah | Sumber: http://www.sentiasapanas.com/2017/06/sambutan-hari-hidrografi-sedunia.html