Alasan Kenapa Wanita Kurang Suka Nonton Pertandingan Bola Kaki

AsalasahKami ingin berbagi sebab wanita tidak suka menonton pertandingan bola.

Namun di negara kita jumlah penggemar sepak bola dari kalangan kaum hawa masih rendah. Artikel kali ini adalah pandangan responden wanita yang tidak minat dengan sepak bola.


Bagaimana pandangan pertandingan bola dari kaca mata wanita. 

Jika ditanya wanita apa itu olahraga sepak bola, terlintas di pikiran mereka itu adalah sebuah bola yang disepak oleh beberapa orang pria di atas sebuah lapangan yang besar.

Bagi kebanyakan mereka, olahraga sepak bola sebenarnya agak merepotkan untuk mereka sendiri pahami dan minati.

Selanjutnya, ketika ditanya tentang formasi dan taktis ketika pertandingan berlangsung, sangat sulit untuk seorang wanita menerangkannya.

Namun, perspektif ini bisa berubah jika wanita memiliki keinginan untuk belajar tentang makna dan ilmu olahraga sepak bola itu sendiri.

Berikut adalah 5 alasan utama kenapa kebanyakan wanita kurang suka menonton pertandingan bola berdasarkan dari pandangan wanita yang tidak suka menonton pertandingan sepak bola.

1.Peraturan yang rumit

"Apa itu offside?" Pertanyaan yang lali ditanya oleh kebanyakan wanita jika menonton pertandingan olahraga sepak bola bergengsi saja.
 
Berbagai jenis aturan dalam olahraga sepak bola membuat mereka lebih nyaman untuk tidak ambil tahu dan pahami.

Untuk mereka yang buta akal tentang olahraga sepak bola dan merasakan olahraga ini adalah olahraga yang melecehkan untuk ditonton. Itu belum lagi ngobrol soal 4-4-2, 4-5-1 dan sebagainya.

Kadangkala, bila ditanya, ada yang tidak ingin menjawab ataupun malas untuk menerangkannya.

Jadi, kami memilih untuk tidak menyusahkan diri dengan suatu hal yang tidak memberi efek dalam hidup. Misalnya peraturan teknis dalam olahraga sepak bola.

2.Durasi masa yang lama

Pertandingan sepak bola membutuhkan kita mengorbankan waktu setidaknya 90 menit duduk di depan kaca tv atau minum di kedai mamak.

Bagi kebanyakan wanita, durasi waktu 90 menit itu sangat lama jika dibandingkan dengan menonton drama korea atapun pembelanja, mengemas rumah maupun memasak.

Bahkan babak pertama saja sudah 45 menit dan iklan selama beberapa menit sebelum melanjutkan masa paruh kedua, insan yang bernama pria agak malas untuk beranjak dari tempat mereka.

Ada juga beberapa wanita akan mulai panas punggung untuk beranjak dari menonton sepak bola karena bosan melihat 'benda' yang tidak bernyawa dikejar oleh sebelas orang pemain dalam waktu sejam setengah.

3.“Bola sepak bukan jiwa wanita”

Kebanyakan wanita, jiwa mereka lebih cenderung kepada olahraga yang mudah dimengerti dan dimainkan. Misalnya olahraga bola jaring.

Jadi, dengan jiwa yang kosong dan pemikiran yang tidak disogok secara keseluruhan tentang olahraga sepak bola, ia memperlambat minat untuk menonton acara olahraga sepak bola.

Mungkin lahirnya penggemar olahraga sepak bola dalam pada beberapa wanita sekadarlah "hangat-hangat tai ayam" yang bukan dari jiwa.

Hal ini sering kali ditunjuk ketika mereka hanya mengikuti pasangan mereka untuk meminati sebuah tim itu saja.

Dek karena perasaan sayang kepada pasangan mereka, jersey yang dibeli bersama cuma digunakan ketika menonton acara olahraga sepak bola yang "acah-acah" sebati dengan jiwa mereka.

Namun begitu, dalam diam sebenarnya, jiwa wanita mudah untuk ditanam tentang ilmu olahraga sepak bola jika kena dengan cara yang benar. Itu adalah lebih baik daripada cuma membelikan seragam untuk wanita karena nak 'sweet'.

4.Kurang paparan dari masa kecil

"Dari sejuta anak lelaki dan perempuan, menemukan anak perempuan pada usia empat tahun bisa melihat gambar 2 dimensi tetapi anak pria lebih mampu melihat gambar 3 dimensi."

Itulah argumen penelitian oleh Prof. Camilia Benbow dari Lowa State University (1983).

Ini membuktikan bahwa kegiatan yang terkait dengan kecepatan, lokasi dan jarak sangat kurang diminati oleh beberapa wanita.

Jadi, sejak dari masa kecil, olahraga sepak bola yang membutuhkan konsentrasi tinggi ini pendedahannya lebih didominasi oleh jenis kelamin pria.

Sebaliknya, bagi wanita pula kebanyakan dari mereka menguasai kegiatan yang lebih sopan-santun seperti permainan batu seremban atau congkak dibandingkan kegiatan yang lasak.

Jadi, tidak heran jika kebanyakan wanita membebel tentang olahraga sepak bola sehingga pria merasa agak sulit untuk menjawab pertanyaan mereka yang agak kurang masuk akal.

5.Suasana seperti “pasar malam”

Pekikan "GOLLLLLL" yang bising dan makian dari penonton acara sepak bola di toko mamak maupun di rumah sedikit banyak berkontribusi terhadap penyebab beberapa wanita kurang minat untuk menonton olahraga sepak bola.

Hal yang demikian karena, suasana yang hingar- bingar ini mengganggu mereka untuk berkonsentrasi pada apa saja yang sedang dilakukan.

Jika diberi pilihan untuk menonton acara sepak bola yang bising bersama teman-teman atau menonton film romantis di bioskop.

Tentu saja kebanyakan dari mereka lebih suka menonton film romantis di bioskop dalam kondisi yang tenang dan tidak bising.

Tapi, ada juga sesetangah wanita yang suka untuk menonton acara sepak bola di stadion namun harus ditemani dengan orang yang tersayang.

Kesimpulan

Jika diberikan kesempatan dan pengajaran dengan lebih tepat buat para wanita untuk gemar menonton acara olahraga sepak bola, tentu saja istilah "tengok sepak bola hanya karena paras yang tampan" kurang dibicarakan.

Alasan utama ini hanyalah berdasarkan dari pandangan kebanyakan para wanita yang tidak gemar menonton sepak bola. Ianya tidak mewakili wanita yang memang minat dengan sepak bola.

Dalam artikel berikutnya, kami akan mengupas dari perspektif berbeda dari golongan wanita yang minat menonton sepak bola. 

Asalasah | Sumber: https://semuanyabola.com/5-sebab-wanita-tidak-tonton-bola/