Beberapa Penyakit Bawaan Pada Anjing Menurut Pakar

Asalasah ~Oleh Zamzuri Mohamed Tahir

Anjing, Selain bermanfaat sebagai binatang buruan, pengawas dan penjaga harta benda manusia, pemburu serta detektor penjahat dan barang penyelundupan, seekor anjing terlatih juga merupakan binatang yang taat dan setia pada tuannya.

Semua kegunaan anjing di atas dibenarkan oleh agama dan hukum negara dengan persyaratan ketat dan sebab-sebab tertentu.

Anjing-anjing terlatih berbeda dengan anjing-anjing yang dipelihara oleh perorangan.

Anjing-anjing terlatih biasanya dimiliki oleh entitas atau organisasi tertentu seperti tim keamanan dan penegakan hukum.

Apakah seekor anjing terlatih atau sebaliknya, ia tetap merupakan suatu subjek yang berpotensi membahayakan manusia dan keturunan manusia, baik berdasarkan perspektif agama maupun ilmu kedokteran.

Penulisan ini berusaha mengungkap aspek-aspek dan dampak negatif yang dihasilkan oleh anjing terhadap individu, masyarakat dan peradaban kemanusiaan dari perspektif ilmu kedokteran.

Kemajuan sains dan teknologi banyak membantu para ilmuwan dan dokter mengungkap permasalahan fikih Islam tentang hikmah agama samawi tersebut melarang anjing dan menetapkan metode penyucian menggunakan air tanah.

Hasil temuan penelitian ilmuwan membuktikan bahwa air liur anjing mengandung berbagai bakteri yang menyebabkan penyakit.

Bakteri-bakteri tersebut masuk dan menyerang organ dalam manusia melalui sistem terbuka. Risiko penularan penyakit akan semakin tinggi bila terkena gigitan anjing. Korban yang terkena gigitan anjing harus mendapatkan perawatan dokter dengan diberi suntikan anti tetanus.

Sementara itu, hasil temuan para ilmuwan dan peneliti Universitas Munich, Jerman menemukan bahwa bahaya anjing bukan semata-mata terletak pada air liur saja, bahkan memelihara anjing mampu meningkatkan risiko kanker payudara.

Hasil temuan penelitian tersebut menunjukkan 79,7% penderita kanker payudara adalah mereka yang selalu bermesra dan mendekati anjing samada memeluk, mencium, mendukung, membopong dan sebagainya.

Dari sebanyak 14,401 orang pemilik anjing di Norwegia, 53.3% darinya adalah pengidap penyakit kanker, hasil dari interaksi dengan anjing-anjing peliharaan mereka.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Al Isma'lawi Al-Muhajir pula menemukan bahwa anjing membawa sejenis virus yang bernama tocks characins. Dampak kepada korban yang terinfeksi virus adalah penglihatan menjadi kabur sehingga menyebabkan buta.

Satu lagi penyakit yang berbahaya bawaan anjing adalah Rabies atau penyakit anjing gila. Penyakit ini disebarkan oleh lyssavirus dan dapat menular hasil interaksi antara manusia dan binatang. Sistem neuron dan otak korban akan terinfeksi dan diserang. Periode inkubasi Rabies pada manusia adalah antara dua sampai dua belas minggu dan penundaan merawat pasien bakal mengundang kematian.

Pasien biasanya akan menunjukkan gejala seperti demam, sakit badan dan kepala, hidrofobia (takut pada air), lumpuh serta koma.

Sementara itu hasil temuan studi Dr. Ian Royt berhasil menemukan 180 sel telur ulat dalam setiap 1 gram bulu anjing.

Satu perempat darinya membawa 71 larva telur yang mengandungi jentik-jentik kuman di mana tiga dari 71 larva telur tersebut matang sepenuhnya hanya dengan sentuhan pada kulit antara anjing dan manusia.

Sel-sel larva telur ini melekat pada bulu dan kulit sehingga mencapai 1 mm panjang.

Fakta menunjukkan bahwa sepuluh ribu anak-anak Amerika Serikat menerima perawatan akibat infeksi virus larva telur yang terdapat pada anjing.

Usus perut anjing pula merupakan pabrik produksi cacing pita yang sangat ditakuti manusia dan mampu membahayakan.

Virus yang terdapat pada cacing pita di dalam usus perut anjing tersebar melalui air liur anjing melalui kaedah jilatan atau tempat-tempat yang luka yang terkena air liur anjing.

Virus, bakteri, kuman atau cacing-cacing pita yang sampai ke tubuh manusia akan terus meresap dan berkembang biak ke bagian organ-organ seperti jantung dan paru-paru, selanjutnya memproduksi bisul yang penuh dengan cairan.

Dari luar, bisul ini diliputi oleh dua lapisan dengan ukuran sebesar antara penumbuk (ukuran minimum) sampai ke kepala anak-anak (ukuran maksimal).

Meski penyakit ini lambat berkembang dan tidak disadari atau dirasakan oleh pasien, perlu diingat bahwa virus yang terdapat pada cacing Echinococcosis dapat hidup dan berkembang di dalam bisul itu selama bertahun-tahun.

Virus yang menyebar dari usus perut anjing (berbagai cacing pita) melalui air liur ini sering menginfeksi manusia pada organ hatinya dalam berbagai rupa bentuk yang berbeda dan berubah-ubah, pindah ke paru-paru, limpa, ginjal dan tengkorak (kepala) manusia.

Akibat sering berubah bentuk dan tempat serangan, virus berbagai cacing pita membingungkan analisa para dokter dan senantiasa menimbulkan ancaman pada pengidapnya mengingat pengobatan yang sesuai belum ditemukan untuk mencegah virus ini.

Adalah tanggung jawab bersama mereka yang mencintai cara hidup yang sehat agar membatasi interaksi dengan anjing dan melawan setiap usaha golongan yang ingin membudayakannya dalam kehidupan bermasyarakat karena dampaknya bukan hanya pada individu, bahkan mampu menjadi wabah penyakit di masyarakat, berikutnya meruntuhkan peradaban bangsa suatu negara.

Asalasah | Sumber: http://utaranews.com/2017/07/beberapa-fakta-penyakit-bawaan-anjing-menurut-pakar.html/