Hikmah Islam Melarang Pelihara Anjing

AsalasahPenjelasan ini disebut oleh al-Allamah Syeikh Prof. Yusuf al-Qaradhawi dalam bukunya al-Halal wa al-Haram fi al-Islam yang telah kami terjemahkan dibawah.

***
anjing

Kita akan menemukan di tempat kita, ada segolongan manusia yang berkiblatkan ke arah Barat, menganggap bahwa orang-orang Barat itu memiliki tabiat yang lembut, di samping sifat perikemanusiaannya yang tinggi sering kali memiliki sifat belas kasihan pada setiap binatang yang hidup lalu mereka menuduh sikap orang Islam yang menyuruh berhati-hati terhadap binatang yang lucu, jinak dan baik ini!

Maka kepada orang-orang seperti inilah ditujukan makalah ilmiah yang bernilai ini, yang ditulis oleh seorang Profesor Spesialis Jerman dalam sebuah majalah Jerman.

Dalam makalah itu, ia telah menunjukkan dengan jelas tentang bahaya memelihara anjing di dalam rumah atau mendekatkan diri kepadanya, katanya:

Sesungguhnya semakin bertambah jumlah manusia yang gemar memelihara anjing akhir-akhir ini dan menarik perhatian perhatian kita untuk mengingatkan pendapat umum tentang bahaya yang timbul akibat binatang tersebut.

Tempat permasalahannya bukan hanya terbatas pada pemeliharaannya semata-mata, bahkan mencakup ke kesukaan bermain-main dengan anjing, menciumnya dan membenarkannya menjilat tangan dan kaki anak-anak kecil serta orang dewasa.

Ada juga yang membiarkannya menjilat lebih-lebihan makanan dalam piring yang digunakan sebagai tempat penyimpanan makanan dan minuman manusia.

Meskipun semua yang disebutkan dianggap jijik dan buruk dalam pandangan mata manusia dan tidak akan diterima dengan baik.

Ini pula bertentangan dengan metode kesehatan dan kebersihan, namun kita masih menutup sebelah mata terhadapnya karena ia tidak sejalan dengan pembicaraan kita dalam makalah ilmiah ini.

Hal-hal seperti ini sengaja ditinggalkan untuk dievaluasi oleh pendidikan moral dan pembentukan jiwa untuk menghukumnya.

Dari segi pandangan kedokteran, sangat penting sekali dalam perdebatan ini karena bahaya yang mengancam kesehatan manusia dan kehidupannya disebabkan pemeliharaan anjing dan bermain-main dengannya bukanlah lagi suatu masalah yang dapat diabaikan.

Oleh karena manusia yang keras kepala dan sanggup berbelanja mahal untuk memelihara anjing ternyata binatang tersebut memiliki kuman yang berbahaya dan dapat memicu penyakit kronis yang berkepanjangan, bahkan ada yang menemui ajal gara-gara penyakit tersebut.

Cacing pita pada anjing menular dan dinamakan kuman pita anjing yang sering menginfeksi manusia dalam bentuk bisul.

Ia juga bisa menular ke hewan ternak khususnya pada babi. Akan tetapi, kuman ini cukup aktif pada tubuh anjing liar dan serigala. Ini sangat jarang menginfeksi kucing dan cacing pita ini berbeda sekali dengan cacing yang lain karena sifatnya sangat halus sekali sehingga hampir-hampir tidak terlihat dan dikenal melainkan sejak akhir-akhir ini.

Selanjutnya, Dr. Gerrard Fantestimer mengatakan, pertumbuhan cacing pita anjing ini memiliki keanehan tersendiri dalam dunia hewan.

Dari satu telurnya saja bisa tumbuh beberapa cacing pita lainnya yang menjadikannya bisul lantas itu menjadi sempurna dan cukup subur dalam usus anjing.

Efeknya pada tubuh manusia dan binatang lain tidak sama selain tumbuhnya bisul dan nanah yang baru, berbeda sekali seperti yang sudah diketahui pada tubuh anjing.

Infeksi cacing pita ini pada binatang ternak tidak sampai membesar hingga lebih dari bentuknya kecuali sangat jarang sekali.

Efek pada tubuh manusia pula bisa sampai ke bentuk genggaman tangan atau sampai membesar kepala anak-anak yang dipenuhi cairan kekuningan yang beratnya sekitar sepuluh sampai dua puluh pound.

Kuman ini sering menginfeksi manusia pada organ hatinya dan itu terlihat dalam berbagai rupa yang tidak sama.

Akan tetapi, cacing pita ini sering pindah ke paru-paru, limpa, ginjal, anggota-anggota yang lain dan tengkorak.

Ini selalu berubah bentuk dan kondisi sehingga sulit dianalisa dan membingungkan dokter spesialis hingga ia berhasil terdeteksi baru-baru ini.

Namun, kondisi kuman ini tetap merupakan bahaya dan ancaman bagi kesehatan seseorang.

Lebih malang lagi, sampai sekarang masih tidak ada lagi cara dan obat untuk mencegah kuman ini dari menginfeksi manusia dalam dunia yang serba canggih dan modern ini.

Dari segi ilmu kedokteran pada akhir-akhir ini, tubuh manusia itu akan mengeluarkan cairan atau semisalnya dalam kondisi tubuh kesakitan lalu bahan-bahan itulah yang berfungsi melawan kuman-kuman tersebut dengan membunuh kuman yang meracuni tubuh itu.

Apa yang sangat disesali, matinya cacing pita tersebut tidak meninggalkan efek sama sekali pada tubuh itu ataupun menunjukkan bahaya yang luar biasa.

Sebagaimana kebiasaannya dengan penyakit lain, lebih-lebih lagi itu terhalang dengan obat-obatan kimia yang tidak menghasilkan manfaat apapun.

Orang yang ditimpa penyakit ini seringkali mendapatkan obat dengan cara operasi namun pasien tetap menderita tanpa penawar yang sempurna.

Prof. Dr. Novaller, ahli bedah Jerman ke atas mayat-mayat manusia yang ditimpa penyakit bisul-bisul kuman pita anjing tersebut mengatakan bahwa orang yang terkena penyakit ini di Jerman tidak kurang dari 1% jumlah penduduknya.

Negara yang paling banyak ditimpa penyakit ini adalah di bagian Skandanavia, tenggara Australia. Sementara di daerah Frizledz Belanda, dijadikan anjing-anjing untuk menarik perhatian dan penderitaan manusia disebabkan kuman tersebut tidak kurang 12%, sedangkan penyakit yang melanda Irlandia dinisbahkan 43 orang dari seorang yang terkena p; enyakit ini.

Jika dihitung kerugian yang harus ditanggung gara-gara kuman tersebut, sesungguhnya tidak ada seorang pun yang membantah jika dihapus semua anjing-anjing di dunia ini demi mencapai stabilitas kesehatan masyarakat di seluruh dunia.

Usaha yang terbaik untuk memerangi wabah ini adalah memusatkan tanggung jawab kita untuk mengekang kuman ini dan membiarkan pada anjing saja.

Akan tetapi jika dipikirkan itu sia-sia saja karena kenyataannya kita tidak mampu mencegah orang dari memelihara binatang tersebut.

Lantaran itu, jangan lupa mengobati anjing-anjing yang sudah terkena penyakit ini dengan cara pengobatan yang perlu dalam hal sedemikian yaitu dengan melenyapkan kuman yang ada pada tubuhnya dan membuat pemeriksaan pada anjing itu dari waktu ke waktu terutama anjing penggembala ternak dan anjing penjaga rumah.

Manusia juga dapat menjaga kesehatannya dengan menjauhkan diri dari bermain-main dengan anjing dan berhenti memeliharanya.

Anak-anak harus melakukan hal yang sama dengan menjauhkan diri dari setiap kegiatan dengan anjing.

Jangan biarkan anjing menjilat piring yang biasanya dipakai oleh manusia. Semua pihak harus berperan dalam mengatasi virus yang dibawa oleh anjing ini demi kesejahteraan dalam kehidupan sehari-hari.

Umumnya, kita harus peduli dalam hal menghindari anjing dari tempat yang ada kaitannya dengan makanan atau minuman.

Jangan biarkan anjing dibawa masuk ke tempat-tempat penjualan makanan basah, pasar-pasar umum, di restoran dan sebagainya. Sekian, dari nukilan majalah Jerman Kosinos.

***

Sekarang jelaslah kepada kita mengapa Nabi SAW melarang bermain dengan anjing dan memeliharanya tanpa tujuan.

Peringatan yang dijelaskan oleh Baginda SAW jelas menunjukkan betapa pekanya Nabi SAW terhadap kesehatan umatnya. 

Asalasah | Sumber: http://www.muftiwp.gov.my/index.php/ms-my/perkhidmatan/bayan-linnas/1685-bayan-linnas-siri-ke-101-penyakit-anjing-gila-bahaya-dan-hukumnya