Mahar Seperangkat Alat Salat dan Alquran

AsalasahSebagai orang Islam yang tinggal di negara mayoritas muslim, seperangkat alat sholat dan Al-Qur’an dianggap sebagai mahar yang umum diberikan seorang calon suami kepada calon istrinya ketika ijab Kabul pernikahan. (Umumnya daerah jawa)

Seperangkat alat sholat yang biasanya ditata sedemikian rupa di sebuah baki, disandingkan dengan Al-Qur’an dan dihiasi berbagai hiasan yang membuatnya terlihat indah. Mas kawin ini terlihat Islami dan sakral, juga mudah didapatkan, padahal ada beban yang amat berat di baliknya.

Tak jarang mukena dan Al-Qur’an yang sudah dihias sedemikian rupa di hari pernikahan pada akhirnya hanya menjadi hiasan di lemari tanpa pernah disentuh. Memang tidak ada salahnya menyimpannya di lemari, karena kita masih memiliki mukena atau mushaf al-Qur’an yang lain untuk beribadah.

Namun, yang tidak boleh kita lupakan adalah makna dibalik simbol penyerahan mukena dan al-Qur’an pada saat akad nikah. Makna yang sungguh dalam dan bisa menjadi hadiah paling indah sekaligus paling mahal jika kita sungguh-sungguh menjalankannya.

Ketika seorang lelaki memberikan mahar berupa seperangkat alat sholat pada saat akad nikah, sesungguhnya dia telah berjanji pada Allah untuk mengajarkan sholat dan juga menjaga sholat istrinya, agar sang istri terus meningkatkan kualitas sholatnya dan tidak pernah meninggalkan sholat.

Sedangkan makna dibalik pemberian mushaf Al-Qur’an pada saat akad nikah berarti sang suami berjanji pada Allah untuk mengajarkan kepada istrinya akhlak Al Qur’an, menjalankan rumah tangga berdasarkan Al-Qur’an, juga mengajarkan kepada istrinya seluruh isi Al-Qur’an.

Jadi, bagi para istri yang diberi mahar seperangkat alat sholat dan Al-Qur’an namun belum merasa dididik untuk meningkatkan kualitas sholat dan diajari isi Al-Qur’an, tidak ada salahnya menagih janji pada suami.

Juga bagi para suami yang pernah memberi mahar kedua benda di atas, sebaiknya segera memenuhi janji untuk menyampaikan akhlaqul Qur’an pada istri, juga mendidiknya untuk meningkatkan kualitas sholat. Karena setiap janji yang suci dicatat sendiri oleh Allah.

Jangan sampai Allah sendiri yang menagih janji itu.....

Wallahu a’lam bish shawab....

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10212009222259266&set=a.2095477839924.111881.1634684824&type=3&permPage=1