Pemerintah China Paksa Warga Muslim Uighur Install Aplikasi Pengintai

AsalasahPemerintah China tampaknya semakin meningkatkan tindakan pengawasan di Xinjiang, tempat tinggal sebagian besar minoritas Muslim Uighur.

Menurut laporan Radio Free Asia, pihak berwenang telah mengirimkan pemberitahuan yang menginstruksikan warga untuk menginstal sebuah "aplikasi mata-mata" di ponsel mereka.

Dalam pemberitahuan itu, pengguna Android diminta untuk memindai kode QR agar bisa menginstal aplikasi Jingwang. Aplikasi ini secara otomatis akan mendeteksi video, gambar, e-book dan dokumen keagamaan yang ilegal, yang tersimpan di telepon. Jika konten ilegal terdeteksi, pengguna akan diperintahkan untuk menghapusnya.

Pengguna yang tidak menghapus konten, atau tidak memasang aplikasi, akan ditahan hingga 10 hari.

Jingwang juga menyimpan salinan catatan Weibo dan WeChat, serta catatan nomor IMEI, data kartu SIM dan data login Wifi. Catatan kemudian dikirim ke server.


Pemberitahuaan itu dikirim lebih dari seminggu yang lalu dan dikirim oleh WeChat kepada penduduk di Urumqi, ibu kota Xinjiang.

Xinjiang memiliki populasi delapan juta orang muslim Uighur, sebuah kelompok etnis Turki. Rakyatnya telah mengeluhkan penindasan yang sudah berlangsung lama di bawah pemerintahan Komunis negara tersebut.

Pada bulan Maret, pemerintah melarang kerudung dan jenggot panjang serta melarang nama anak yang terlalu religius. Tahun lalu, warga Xinjiang yang menggunakan aplikasi perpesanan asing seperti Whatsapp melaporkan bahwa layanan mereka telah diblokir. 

Asalasah | Sumber: http://tekno.rakyatku.com/read/57444/2017/07/22/pemerintah-china-paksa-warga-muslim-install-aplikasi-mata-mata