Penelitian : 'Patah Hati' Bisa Rusakkan Fungsi Jantung, Tinggalkan Luka di Hati!

AsalasahPatah hati tidak hanya menyebabkan rasa sakit emosional tetapi juga mampu menyebabkan kerusakan berkepanjangan yang dapat meningkatkan risiko berhadapan dengan penyakit terkait dengan jantung di masa depan - kata satu studi di Universitas Aberdeen.
Penelitian tersebut mendapati 'sindrom patah hati' itu dapat membuat luka fisik yang tidak akan hilang.

Sindrom patah hati biasanya disebabkan oleh stres emosional yang ekstrim disebabkan oleh; antaranya; kematian atau ditinggalkan oleh orang tersayang. Kondisi itu sebenarnya menyebabkan kerusakan ventrikel jantung kiri dengan parah sehingga dapat merubah bentuknya.

Dr. Sherry Grace dari Peter Munk Cardiac Centre di Toronto mengatakan kondisi itu tidak baru tetapi pemahaman manusia terhadap hal itu yang masih mentah.

"Jadi apa yang terjadi adalah otot jantung menjadi lemah sementara dan Anda akan mendapat sedikit gelembung di ventrikel belah kiri jantung." katanya.

Bagaimanaun, tak semua kesedihan dapat membawa kerusakan pada jantung, tetapi mereka yang mengalami shock berat dapat merasakan sakit di bagian dada sehingga harus dikirim ke rumah sakit. Dari situ, dokter biasanya akan menemukan tanda-tanda klasik sakit jantung seperti arteri tersumbat.

Sindrom patah hati sangat jarang terjadi, kata Grace; hanya satu atau dua persen dari seranngan jantung disebabkan oleh sindrom terbabit.

Ulasan tersebut menggunakan pemindaian ultra-suara dan scan MRI terhadap 52 pasien yang memiliki sindrom patah hati bagi melihat efeknya terhadap jantung mereka.

Hasilnya menemukan ada bagian pada otot jantung yang telah berganti dengan bekas luka, yang mana mengurangi elastisitas jantung berikutnya mencegah organ itu dari mengembang dengan benar.  

Asalasah | Sumber: http://www.siakapkeli.my/2017/07/patah-hati-boleh-jejaskan-fungsi.html